Para ASN Alergi Aturan Ketat?

Batam NowSEKITAR 72 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) memilih 02, pada pemilu Mei lalu. Demikian kesimpulan dari TKN 01.

Banyak pendapat miring, mengapa dominan di jajaran ASN, menambatkan pilihan politiknya ke 02.

Meski, pada era demokratisasi Indonesia tak ada paksaan bagi ASN, harus memilih petahana atau sebaliknya.

Tapi logika sederhananya, para ASN atau para pegawai pemerintahan itu, biasanya lebih cenderung memilih presiden petahana.

Namun banyak pihak mengatakan bahwa kondisi penyebab para ASN tidak menjatuhkan pilihan politiknya ke 01, karena kondisi kerja mereka sekarang banyak tekanan dari kementerian.

Ritme kerja para pegawai negara itu semakin ketat, meski tak menutupi masih ada juga yang bermalas-malas dan membangkang.

Di samping semakin ketatnya ruang dan waktu, banyak “kesempatan lama” mereka, yang sulit dilakukan pada zaman pemerintahan sekarang.

Banyak para pegawai yang kena “cokok” oleh aparat penegak hukum non-ASN. Dari mereka banyak terlibat kasus korupsi dan pelanggaran disiplin lainnya.

Istilahnya di zaman Presiden Jokowi ini, selain waktu yang sudah ketat, “pendapatan” mereka juga semakin hari semakin sulit.

Apalagi setelah dengan manajemen IT kekinian. Semua “borok” lama semakin sempit untuk dipraktekkan, meski masih ada di sana sini. Cuman, tak sebebas zaman sebelumnya.

Hal itu salah satu alasan yang ditemukan para lembaga riset. Meski di era Jokowi tingkat kesejahteraan para ASN semakin membaik, ternyata tak menyurutkan pilihan politik mereka pada pemilu presiden tahun ini pada pilihan lain.

Contoh paling nyata ketat pengawasan bagi ASN, bisa dilihat kini, paling tidak menguji konsistensi disiplin mereka sebagai pegawai negara.

Hari ini sepulang cuti lebaran selama seminggu, para ASN tak boleh ada yang membolos kerja.

Bagi yang bolos atau terlambat masuk kerja usai cuti lebaran, akan dikenakan sanksi berat. Bahkan bisa ada yang kena pecat atau diberhentikan.

Itulah bentuk nyata mulai ketatnya penegakan disiplin di tubuh ASN oleh kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) di era Jokowi. Semakin
hari semakin ketat penegakan disiplin ini, demi meningkatkan pelayanan yang prima bagi masyarakat.

Kondisi ini memungkinkan munculnya alergi bagi setiap ASN. Belum mau “move on” dari kultur lama atau istilah zona aman. Di mana, selama ini, para pegawai negara itu kebanyakan tak efektif bekerja di kantor masing-masing.

Dengan berbagai kebijakan baru dari Kemendagri maupun kemenPAN RB, tak dipungkiri semakin mempersempit ruang gerak mereka dari kerja “berleha-leha”.

Akankah kebijakan keras dari KemenPAN RB ini direspon positif para ASN dengan lapang dada atau dengan terpaksa.

Atau apakah sebaliknya, mulai hari ini, sekembali dari cuti lebaran, masih ada yang membangkang peraturan keras itu?

Kita masih menunggu hasil “garukan” para pejabat khusus yang “ditunjuk” KemenPAN, menelisik hari ini.(Red-1)

avatar
  Langganan  
Berikan notifikasi