Empat Hari Krisis Air Batam, Warga Sayangkan Ketidaksiapan Pengelola SPAM Atasi Kondisi Darurat - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Empat Hari Krisis Air Batam, Warga Sayangkan Ketidaksiapan Pengelola SPAM Atasi Kondisi Darurat

30/Agu/2026 09:46
Krisis Air Minum di Batam, Ketua RW: Jangan Benturkan Kami dengan Warga

Warga mengantre hingga malam untuk menampung air di pos Damkar Tanjung Uncang, karena aliran air minum jaringan perpipaan SPAM BP Batam mati berhari-hari hingga Sabtu (29/08/2026). (F: ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Ribuan pelanggan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) BP Batam mengalami krisis air selama empat hari akibat gangguan distribusi yang dipicu kebocoran pipa berdiameter 800 mm.

Gangguan distribusi terjadi sejak Rabu (26/08/2026) hingga Sabtu (29/08/2026) di sejumlah kawasan Batam. Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Warga juga menyoroti tingkat kesiapan pengelola SPAM BP Batam dalam memenuhi kebutuhan pelanggan ketika terjadi gangguan jaringan.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah distribusi air menggunakan mobil tangki.

Dalam kondisi darurat, keterbatasan distribusi melalui armada tangki yang disiapkan BU SPAM BP Batam melalui mitra operasionalnya PT Air Batam Hilir (ABHi), mobil pemadam kebakaran (Damkar) menjadi salah satu pilihan.

@batamnow Gangguan suplai air minum akibat pekerjaan relokasi pipa 800 milimeter (mm) dan perbaikan kebocoran pipa 800 mm di depan kawasan Batamindo, Muka Kuning, membuat sejumlah warga di Batam kesulitan mendapatkan air minum perpipaan. Pekerjaan tersebut mulai dilakukan pada Rabu (26/08/2026) sekitar pukul 21.00 WIB dan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 04.00 WIB. Namun ternyata pekerjaan tersebut baru selesai pada Jumat (28/08) sekitar pukul 09.45 WIB. Setelah jaringan mulai dioperasikan, pada Jumat sekitar pukul 13.00 WIB, tim teknis ABH menemukan kebocoran pipa 800 mm di jalur yang sama. Dan perbaikannya baru rampung pada Sabtu (29/08) sekira pukul 14.45 WIB. PT Air Batam Hilir (ABHi) setiap terjadi masalah distribusi, menyebutkan telah menyiagakan mobil tangki air minum bagi pelanggan yang mengalami gangguan suplai hingga 1×24 jam. Permintaan mobil tangki dapat dikoordinasikan melalui Ketua RT, RW, atau kelurahan setempat dan disampaikan melalui saluran resmi layanan pelanggan ABHi. Namun, di lapangan, sejumlah Ketua RT dan RW mengaku kewalahan menghadapi warga yang membutuhkan air. Ketua RW Kelimpungan Hadapi Desakan 850 KK Salah satunya Ketua RW 13 Perumahan Prima Garden, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Borkat Siregar. Sejak Kamis (27/08) hingga Sabtu (29/08), Borkat mengaku terus mendapat desakan dari sekitar 850 kepala keluarga (KK) di wilayahnya yang mengalami kesulitan mendapatkan air. Ia mengaku telah berulang kali menghubungi layanan pelanggan ABHi untuk meminta bantuan mobil tangki air. Bahkan, tiga unit mobil tangki telah dimintanya untuk memenuhi kebutuhan warga. Namun, hingga Sabtu (29/08), bantuan yang diminta tersebut belum kunjung tiba. “Saya sudah mulai kelimpungan mengahadapi desakan dari warga saya, saya sudah berupaya dari tiga hari kemarin meminta bantuan mobil tangki, namun hingga hari ini, satu tetes pun belum ada diantarkan oleh pihak ABHi,” kata Borkat kepada BatamNow.com, Sabtu (29/08). Menurutnya, sebagai Ketua RW, ia harus berhadapan langsung dengan warga yang membutuhkan air. Desakan tersebut datang hampir setiap saat karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. “Ini sudah menjadi tanggung jawab saya, tapi seharusnya ABHi juga harus bertanggung jawab atas keluhan masyarakat ini,” ujarnya. Tegaskan Ketua RT/RW Bukan Bawahan ABHi Borkat juga meminta ABHi tidak menjadikan Ketua RT maupun RW sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan warga akibat persoalan distribusi air. Ia mengingatkan bahwa Ketua RT/RW merupakan koordinator di lingkungan masyarakat, bukan bawahan perusahaan penyedia air. “Kami bukan bawahan PT ABHi, jadi tolong jangan benturkan kami dengan masyarakat kami sendiri, jadi kami meminta kerja samanya juga dari ABHi atas keluhan warga kami ini,” tegasnya. Menurut Borkat, koordinasi antara perusahaan dengan pengurus lingkungan harus berjalan efektif agar masyarakat yang terdampak gangguan suplai tidak semakin kesulitan. Kebutuhan Air Masjid Dipenuhi Bantuan Damkar Kondisi kekurangan air juga dirasakan untuk kebutuhan fasilitas ibadah. Borkat mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air di Masjid Jannatul Firdaus, termasuk keperluan wudu saat salat Jumat, pihaknya terpaksa meminta bantuan dari Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjung Uncang. “Untuk kebutuhan air wudhu waktu salat Jumat di masjid kita, terpaksa saya berkoordinasi dengan komandan pos Damkar Tanjung Uncang, alhmdulillah-nya dikirimkan satu tangki,” jelasnya. Warga Masih Antre Air hingga Malam Hingga Sabtu malam, warga yang terdampak gangguan suplai air masih mendatangi Pos Damkar Tanjung Uncang untuk mendapatkan air. Borkat mengatakan warga datang membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken, ember hingga galon. “Hingga malam ini, warga saya serta warga lain yang terdampak masih terus berbondong-bondong datang untuk mengisi air kedalam jeriken, ember, galon,” katanya… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ Notícia Policial e Crime de Suspense – Music For Business

Fenomena Mobil Damkar

Keberadaan mobil Damkar dalam situasi krisis air menjadi fenomena tersendiri. Armada yang semestinya digunakan untuk penanganan kebakaran turut dikerahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga terdampak.

Dalam kepanikan, warga terpaksa mencari alternatif untuk mendapatkan air. Sebagian membeli air secara mandiri, mengantre di kantor kelurahan dan pos Damkar, hingga mencari sumber air lainnya.

Ketua RT/RW Ikut Kewalahan

Kondisi matinya aliran air membuat sejumlah Ketua RT dan RW di kawasan terdampak menjadi kewalahan menghadapi desakan warga.

Baca Juga:  Krisis Air SPAM BP Batam Merambat ke Warga Gesya Bukit Permata, Bertahun Terpaksa Begadang Tengah Malam

Mereka kerap menjadi pihak pertama yang ditagih ketika air tidak mengalir atau mobil tangki tidak kunjung datang.

PT ABHi sebelumnya menyampaikan, pelanggan yang mengalami gangguan hingga 1×24 jam dapat meminta suplai air tangki melalui koordinasi dengan Ketua RT, RW, kelurahan maupun kanal resmi layanan pelanggan.

Namun, mekanisme tersebut dipersoalkan sejumlah pengurus lingkungan. Mereka menegaskan bukan karyawan BU SPAM BP Batam maupun ABHi dan bukan penanggung jawab pelayanan air minum.

“Kami bukan bawahan PT ABHi. Tolong jangan benturkan kami dengan masyarakat kami sendiri,” tegas Borkat Siregar, Ketua RW 13 Perumahan Prima Garden, Kelurahan Tanjung Uncang, Batu Aji, Sabtu (29/08).

Borkat mengatakan, selama tiga hari ia telah meminta tiga mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan sekitar 850 KK di wilayahnya. Namun hingga Sabtu, bantuan tersebut belum tiba.

Ambor, warga terdampak, bahkan harus membeli air kemasan sekitar Rp 36.000 pada pagi hari dan kembali membeli pada sore hari.

Warga juga mengantre mendapatkan air di sekitar Kantor Lurah Sei Binti dan mendatangi Pos Damkar Tanjung Uncang.

Krisis air dilaporkan turut berdampak pada Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Boarding School di Tembesi, Sagulung, yang disebut terpaksa memulangkan santri karena keterbatasan air.

Di RW 13 Perumahan Prima Garden, kebutuhan air Masjid Jannatul Firdaus untuk wudu saat Salat Jumat bahkan dipenuhi melalui bantuan mobil tangki dari Pos Damkar Tanjung Uncang.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan armada tangki yang disiapkan atau dikerahkan ABHi untuk menghadapi gangguan distribusi secara luas dan berkepanjangan.

Di tengah kondisi itu, juga beredar informasi mengenai dugaan adanya mobil tangki yang seharusnya digunakan dalam kondisi darurat tetapi justru menawarkan atau menjual air kepada warga.

@batamnow PT Air Batam Hilir (ABH) menyebut perbaikan pipa berdiameter 800 milimeter (mm) yang mengalami kebocoran sejak Jumat kemarin di depan kawasan Batamindo, Muka Kuning, kini memasuki tahap akhir. “Semoga tepat waktu, mengelas sudah selesai sejak jam 09.00,” kata Direktur Utama PT ABH, Yuni Supriyanto, kepada BatamNow.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (29/08/2026). Ketika ditanya kondisi terkini aliran pada pipa tersebut, ia menjawab, “Mulai mengisi pipa yang kosong dengan tekanan rendah”. Pantauan BatamNow.com di lokasi sekitar pukul 10.10 WIB, sejumlah pekerja masih melakukan pekerjaan lanjutan. Beberapa pipa baja atau steel pile ditancapkan untuk menyangga pipa yang telah diperbaiki. Corporate Communication PT ABH, Ginda Alamsyah Lubis, mengatakan pekerjaan perbaikan ditargetkan rampung pada Sabtu siang. “Estimasi selesai pekerjaan pukul 14.00 WIB,” kata Ginda. PT ABH Jelaskan Kronologi Pekerjaan-Kebocoran Sebelumnya, kebocoran pipa 800 mm tersebut ditemukan setelah jaringan kembali dioperasikan pascapekerjaan pada jalur perpipaan yang sama. PT ABH menjelaskan, pekerjaan awal pada jalur pipa 800 mm di depan Batamindo merupakan pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor jalan. Pekerjaan yang semula diestimasi berlangsung pada Rabu (26/08) pukul 21.00 WIB hingga Kamis (27/08) pukul 04.00 WIB, ternyata berlangsung lebih lama. Menurut ABH, pekerjaan tersebut baru selesai pada Jumat (28/08) sekitar pukul 09.45 WIB. Kondisi itu kemudian turut memperpanjang proses pengoperasian dan pemulihan jaringan distribusi air. Setelah jaringan mulai dioperasikan, pada Jumat sekitar pukul 13.00 WIB, tim teknis ABH menemukan kebocoran pipa 800 mm di jalur yang sama. Kebocoran tersebut menyebabkan proses pemulihan distribusi air kembali terganggu. ABH kemudian mengerahkan tim teknis untuk memeriksa jaringan, memastikan titik kebocoran, dan melakukan perbaikan. Adapun sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak selama proses penanganan dan pemulihan meliputi Batam Centre, Sukajadi, Batu Batam, Anggrek Mas, Orchid, Rosedale, Dutamas, Industri Batam Centre, Citra Batam, Livia, Kintamani, Bengkong Nusantara, Tembesi, Barelang, Saguba, Fanindo, Marina dan wilayah sekitarnya. ABH menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan pelayanan yang terjadi. Perusahaan memastikan jaringan akan kembali dioperasikan secara bertahap setelah pekerjaan perbaikan selesai. Baca di BatamNow.com @bpbatam_ @amsakarachmad @li.claudia.chandra #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #batampunyacerita #fyp #batamnews #batamviraltiktok ♬ News, news, seriousness, tension(1077866) – Lyrebirds music

Program Prioritas Amsakar dan Li Claudia Diuji

Pelayanan air minum merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra.

Namun, ketika ribuan pelanggan kehilangan akses air selama berhari-hari, warga harus membeli air sendiri, mencari sumber air lain, serta mengantre di kelurahan dan pos Damkar.

Gangguan distribusi air minum secara luas juga bukan kali pertama terjadi di Batam.

Kondisi tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan sistem pelayanan darurat SPAM BP Batam dan ABHi dalam memenuhi kebutuhan pelanggan ketika pasokan air terhenti.

BatamNow.com telah meminta penjelasan kepada pimpinan BP Batam, Direktur BU SPAM BP Batam dan Direktur PT ABHi mengenai kesiapan armada tangki, mekanisme distribusi, jumlah armada, operator, serta pengawasan pelayanan air dalam kondisi darurat.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh respons. (A/Red)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Krisis Air Minum di Batam, Ketua RW: Jangan Benturkan Kami dengan Warga

Berita Selanjutnya

Retribusi Parkir Batam Melenceng, Amsakar Diminta Evaluasi Dishub

Berita Selanjutnya
Kendaraan di Batam Melonjak, Parkir hingga Serobot Trotoar; DPRD: Langgar Hak Masyarakat

Retribusi Parkir Batam Melenceng, Amsakar Diminta Evaluasi Dishub

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com