Rocky Gerung: Bagi-bagi Hadiah Pemicu Kerumunan Jokowi di NTT - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Rocky Gerung: Bagi-bagi Hadiah Pemicu Kerumunan Jokowi di NTT

by BATAM NOW
24/Feb/2021 20:02
Rocky Gerung: Bagi-bagi Hadiah Pemicu Kerumunan Jokowi di NTT

Pengamat Politik Rocky Gerung. (F: CNN Indonesia)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Pengamat Politik Rocky Gerung menilai tindakan Presiden Jokowi melempar benda-benda dari mobil saat berkunjung ke Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (23/02/2021) telah memancing warga untuk berkerumun.

Dilansir CNNIndonesia.com, Rocky mengatakan mestinya Jokowi tidak melakukan tindakan itu jika menganggap saat ini pandemi Covid-19.

“Kalau saya lihat tadi video itu, itu artinya memang presiden memancing kerumunan dengan melempar-lemparkan benda-benda dari dalam mobil yang disebut hadiah, kan itu artinya minta rakyat berkumpul, ‘ni gua punya hadiah’ kira kira begitu kan,” kata Rocky dikutip dari akun YouTube Rocky Gerung Official, Rabu (24/02).

“Kalau presiden menganggap ini pandemi, maka dia diam saja dalam mobil, sambil lambai tangan supaya ada kesempatan paspampres luruskan arah mobil supaya kerumunan gak mendekat,” imbuh dia.

Rocky mengatakan tindakan Jokowi dengan muncul dari sunroof mobil saat itu merupakan sebuah adegan yang dibuat dramatis namun berakibat tragis. Hal itu, kata dia, lantaran masyarakat membandingkan dengan kerumunan yang ditimbulkan oleh Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shibab.

Diketahui, dalam peristiwa kerumunan saat pandemi, Rizieq sebelumnya ditetapkan tersangka oleh polisi. Selain itu juga dijatuhi denda Rp 50 Juta.

“Prinsip hukum kan mestinya equality before the law, ini yang terjadi stupidity before the law, kesamaan kedunguan di depan hukum, karena orang bandingkan langsung dengan Habib Rizieq yang juga dituduh melakukan kerumunan, tapi kemudian dihukum,” ucap dia.

Lebih lanjut, ia berpendapat Jokowi seharusnya bisa saja langsung mengakui kesalahan di peristiwa itu, lalu kemudian membayar denda.

“Tanpa perlu istana kasih apology dulu, ‘oke saya buat kesalahan karena itu saya akan membayar denda Rp 50 Juta’ itu sebetulnya lebih beradab supaya kontroversi berhenti,” kata dia.

Presiden Jokowi sebelumnya disambut kerumunan warga saat berkunjung ke Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (23/02). Bahkan, Jokowi bagi-bagi hadiah ke kerumunan itu. Kejadian berlangsung saat Jokowi hendak meresmikan Bendungan Napun Gete. Saat rombongan kepresidenan datang, warga berebut mendekat.

“Saat dalam perjalanan, masyarakat sudah menunggu rangkaian di pinggir jalan. Saat rangkaian melambat, masyarakat maju ke tengah jalan. Sehingga, membuat iring-iringan berhenti,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin kepada wartawan, Selasa (23/02).

Bey menyebut kejadian berlangsung secara spontan. Ia menilai hal itu jadi bentuk antusias warga NTT menyambut kehadiran Jokowi.(*)

Berita Sebelumnya

Kantor Didemo, Tuntutan Ratusan Nasabah Korban AJB Bumiputera Diterima OJK

Berita Selanjutnya

Dokumen ‘Sangat Rahasia’ Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Berita Selanjutnya
Duh, Putera Mahkota Arab Saudi Terancam Dibunuh karena Israel?

Dokumen 'Sangat Rahasia' Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com