BatamNow.com – Kondisi ruas Jalan Gajah Mada yang kembali bergelombang atau “bunting” di kawasan Bukit Vista, Kelurahan Baloi Indah, Kota Batam, memicu kecelakaan.
Satu unit truk Colt Diesel bermuatan buah terguling saat melintas di ruas jalan tersebut pada Rabu (30/09/2026) siang.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Truk berwarna merah dengan nomor polisi BK 8561 CK itu diketahui melaju dari arah Laluan Madani menuju Sekupang.
Saat melintasi sisi kiri badan jalan yang mengalami kondisi bergelombang sepanjang sekitar 10 meter, truk tiba-tiba oleng ke sisi kiri.
Kendaraan tersebut kemudian kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling di sisi kiri jalan.
Akibat kejadian itu, muatan buah yang berada di dalam bak truk tumpah dan berserakan di sekitar lokasi.
@batamnow Kondisi ruas Jalan Gajah Mada yang kembali bergelombang atau “bunting” di kawasan Bukit Vista, Kelurahan Baloi Indah, Kota Batam, memicu kecelakaan. Satu unit truk Colt Diesel bermuatan buah terguling saat melintas di ruas jalan tersebut pada Rabu (30/09/2026) siang. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Truk berwarna merah dengan nomor polisi BK 8561 CK itu diketahui melaju dari arah Laluan Madani menuju Sekupang. Saat melintasi sisi kiri badan jalan yang mengalami kondisi bergelombang sepanjang sekitar 10 meter, truk tiba-tiba oleng ke sisi kiri. Kendaraan tersebut kemudian kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling di sisi kiri jalan. Akibat kejadian itu, muatan buah yang berada di dalam bak truk tumpah dan berserakan di sekitar lokasi. Dievakuasi Setelah Tiga Jam Terguling Pantauan BatamNow.com sekitar pukul 15.48 WIB, truk yang terguling akhirnya berhasil didirikan kembali setelah satu unit truk crane tiba di lokasi untuk membantu proses evakuasi. Proses evakuasi truk berlangsung sekitar 10 menit dan dikawal personel Satlantas Polresta Barelang. Selama proses evakuasi, kendaraan yang hendak melintas terpaksa berhenti karena badan jalan dipenuhi truk crane dan kendaraan yang sebelumnya terguling. Kemacetan pun tak terhindarkan. Antrean kendaraan terjadi dari lokasi kecelakaan hingga lampu merah Laluan Madani. Kemacetan berlangsung sekitar 20 menit selama proses evakuasi berlangsung. BP Batam Masih Menunggu Rekomendasi Konsultan Geoteknik? Kondisi jalan yang kembali bergelombang di kawasan tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian Badan Pengusahaan (BP) Batam. Hasil investigasi BP Batam menyebut kombinasi aktivitas pematangan lahan, curah hujan tinggi, serta kondisi tanah lunak di bawah badan jalan menjadi faktor yang menyebabkan ruas jalan kembali mengalami kondisi bergelombang. BP Batam saat ini menghentikan sementara pekerjaan perbaikan permanen sembari menunggu rekomendasi teknis dari konsultan geoteknik. Sejumlah ahli nasional hingga konsultan dari luar negeri juga dilibatkan untuk menentukan metode penanganan yang dinilai paling aman terhadap kondisi jalan dan tanah di kawasan tersebut. Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan aktivitas penimbunan lahan di kawasan perbukitan di atas Hotel Vista menjadi salah satu faktor yang memicu pergerakan tanah. “Kalau penyebabnya salah satunya memang karena timbunan. Setelah itu air yang terbawa hujan membuat tanah timbunan bergeser,” kata Mouris, dikutip dari Batam Pos. Menurut Mouris, BP Batam sejak awal memilih melakukan kajian teknis sebelum melaksanakan perbaikan permanen. Sensor pergerakan tanah juga telah dipasang untuk memantau kondisi lapisan tanah di bawah badan jalan. “Kami memasang alat sensor untuk melihat apakah tanahnya masih bergerak atau tidak. Kami juga memanggil konsultan nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum yang kemudian merekomendasikan konsultan khusus geoteknik,” ujarnya. Baru Beberapa Bulan Diperbaiki, Jalan Kembali “Bunting” Ruas Jalan Gajah Mada di kawasan Vista sebelumnya diketahui telah menjalani pekerjaan perbaikan sekitar awal April 2026. Saat proses pengerjaan berlangsung, ruas Jalan Gajah Mada dari arah Batam Center menuju Sekupang juga sempat ditutup sementara. Berdasarkan informasi yang diperoleh BatamNow.com, pekerjaan perbaikan jalan tersebut menelan anggaran sekitar Rp 389 juta. Namun, baru beberapa bulan setelah diperbaiki, kondisi jalan kembali mengalami gelombang atau “bunting”. Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan setelah truk Colt Diesel bermuatan buah terguling saat melintas di kawasan tersebut pada Rabu (30/09/2026). Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, BatamNow.com telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada Sthefani Barlian, Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini diterbitkan, Sthefani Barlian belum memberikan respons… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ News Theme – TATANX
Dievakuasi Setelah Tiga Jam Terguling
Pantauan BatamNow.com sekitar pukul 15.48 WIB, truk yang terguling akhirnya berhasil didirikan kembali setelah satu unit truk crane tiba di lokasi untuk membantu proses evakuasi.
Proses evakuasi truk berlangsung sekitar 10 menit dan dikawal personel Satlantas Polresta Barelang.
Selama proses evakuasi, kendaraan yang hendak melintas terpaksa berhenti karena badan jalan dipenuhi truk crane dan kendaraan yang sebelumnya terguling.
Kemacetan pun tak terhindarkan. Antrean kendaraan terjadi dari lokasi kecelakaan hingga lampu merah Laluan Madani.
Kemacetan berlangsung sekitar 20 menit selama proses evakuasi berlangsung.
BP Batam Masih Menunggu Rekomendasi Konsultan Geoteknik?
Kondisi jalan yang kembali bergelombang di kawasan tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Hasil investigasi BP Batam menyebut kombinasi aktivitas pematangan lahan, curah hujan tinggi, serta kondisi tanah lunak di bawah badan jalan menjadi faktor yang menyebabkan ruas jalan kembali mengalami kondisi bergelombang.
BP Batam saat ini menghentikan sementara pekerjaan perbaikan permanen sembari menunggu rekomendasi teknis dari konsultan geoteknik.
Sejumlah ahli nasional hingga konsultan dari luar negeri juga dilibatkan untuk menentukan metode penanganan yang dinilai paling aman terhadap kondisi jalan dan tanah di kawasan tersebut.
Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan aktivitas penimbunan lahan di kawasan perbukitan di atas Hotel Vista menjadi salah satu faktor yang memicu pergerakan tanah.
“Kalau penyebabnya salah satunya memang karena timbunan. Setelah itu air yang terbawa hujan membuat tanah timbunan bergeser,” kata Mouris, dikutip dari Batam Pos.
Menurut Mouris, BP Batam sejak awal memilih melakukan kajian teknis sebelum melaksanakan perbaikan permanen.
Sensor pergerakan tanah juga telah dipasang untuk memantau kondisi lapisan tanah di bawah badan jalan.
“Kami memasang alat sensor untuk melihat apakah tanahnya masih bergerak atau tidak. Kami juga memanggil konsultan nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum yang kemudian merekomendasikan konsultan khusus geoteknik,” ujarnya.
Baru Beberapa Bulan Diperbaiki, Jalan Kembali “Bunting”
Ruas Jalan Gajah Mada di kawasan Vista sebelumnya diketahui telah menjalani pekerjaan perbaikan sekitar awal April 2026.
Saat proses pengerjaan berlangsung, ruas Jalan Gajah Mada dari arah Batam Center menuju Sekupang juga sempat ditutup sementara.
Berdasarkan informasi yang diperoleh BatamNow.com, pekerjaan perbaikan jalan tersebut menelan anggaran sekitar Rp 389 juta.
Namun, baru beberapa bulan setelah diperbaiki, kondisi jalan kembali mengalami gelombang atau “bunting”.
Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan setelah truk Colt Diesel bermuatan buah terguling saat melintas di kawasan tersebut pada Rabu (30/09/2026).
Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, BatamNow.com telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada Sthefani Barlian, Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam melalui pesan WhatsApp.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, Sthefani Barlian belum memberikan respons. (A)

