BatamNow.com – Jenderal Pol Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (01/10/2026).
Suyudi menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Dalam pelantikan yang sama, Prabowo juga mengangkat Komjen Pol Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Pol Dedi Prasetyo.
@batamnow Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan Wakapolri Komjen Wahyu Hadiningrat, di Istana Negara, Kamis (01/10/2026). Suyudi-Wahyu menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Komjen Dedi Prasetyo. Keputusan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96 dan 97/TK/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Purnatugas dari jabatan Tribrata 1, Listyo dilantik menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Sementara Dedi Prasetyo menjadi Kepala Badan Reforma Agraria Nasional. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ original sound – BatamNow.com
Sebelum menjadi Kapolri, Suyudi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia dilantik sebagai Kepala BNN oleh Presiden Prabowo pada 25 Agustus 2025.
Lantas, berapa harta kekayaan Suyudi?
Harta Kekayaan Suyudi Rp 5,84 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Suyudi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 28 Maret 2026 untuk periode 2025, total hartanya tercatat sebesar Rp 5.847.000.000 atau Rp 5,84 miliar.
Dalam laporan tersebut, Suyudi masih tercatat sebagai Kepala BNN.
Terdapat dua aset propertinya yang berada di Jakarta Selatan (Jaksel).
Rinciannya, tanah dan bangunan seluas 176 meter persegi (m²)/225 m² senilai Rp 2,4 miliar.
Kemudian tanah dan bangunan seluas 162 m²/210 m² dengan nilai Rp 2,2 miliar.
Selain properti, Suyudi juga melaporkan harta berupa sepeda motor Yamaha NMA AT tahun 2025 hasil sendiri senilai Rp 27 juta, dan mobil Mini Cooper tahun 2022 hibah tanpa akta senilai Rp 430 juta.
Suyudi juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 40 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp 750 juta.
Tidak terdapat utang yang tercatat dalam laporan tersebut.
Dengan demikian, total harta kekayaan Suyudi berdasarkan LHKPN periodik 2025 mencapai Rp 5,847 miliar.

Harta Suyudi Naik dari LHKPN Sebelumnya
Jika dibandingkan dengan LHKPN periodik 2024 yang disampaikan pada 13 Maret 2025, terdapat perubahan nilai pada sejumlah aset yang dilaporkan Suyudi.
Saat itu, total harta kekayaan Suyudi tercatat sekitar Rp 5,488 miliar.
Dua aset tanah dan bangunan di Jakarta Selatan masing-masing dilaporkan senilai Rp 2,4 miliar dan Rp 2,2 miliar.
Pada laporan tersebut, Suyudi juga tercatat memiliki sepeda motor Yamaha BG6 AT tahun 2018 senilai Rp 44 juta serta Mini Cooper tahun 2011 senilai Rp 304 juta.
Harta bergerak lainnya tercatat Rp 40 juta dan kas serta setara kas Rp 500 juta.
Pada LHKPN periodik 2025, nilai total harta Suyudi meningkat menjadi Rp 5,847 miliar.
Profil Jenderal Suyudi Ario Seto
Jenderal Pol Suyudi Ario Seto merupakan perwira tinggi Polri yang lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973.
Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994. Suyudi kemudian melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2018.
Karier Suyudi di Polri banyak bersinggungan dengan fungsi reserse dan kriminal. Ia pernah menduduki sejumlah posisi, antara lain Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Pasar Minggu, serta Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.
Ia juga pernah memimpin unit Jatanras Polda Metro Jaya dan menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota serta Polres Metro Jakarta Barat.
Kariernya berlanjut dengan sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri, termasuk Kanit Resmob Bareskrim Polri.
Suyudi kemudian dipercaya memimpin sejumlah polres, di antaranya Polres Majalengka, Polres Bogor, dan Polres Metro Jakarta Pusat.
Pada 2023, ia dipercaya menjabat Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, Suyudi ditunjuk sebagai Kapolda Banten.
Kariernya berlanjut ketika Presiden Prabowo menunjuknya sebagai Kepala BNN. Ia resmi dilantik pada 25 Agustus 2025.
Setelah sekitar satu tahun memimpin BNN, Suyudi kemudian diusulkan sebagai calon Kapolri menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Pada 1 Oktober 2026, Komisi III DPR menyetujui Suyudi sebagai Kapolri setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Persetujuan tersebut kemudian dibawa ke rapat paripurna DPR sebelum akhirnya Suyudi dilantik Presiden Prabowo di Istana Negara pada hari yang sama, Kamis (01/10/2026). (A)
