BatamNow.com – Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda Batam dan Bintan, Senin (12/10/2026), memicu tuntutan keterbukaan mengenai penyebab gangguan, dampaknya terhadap layanan air minum perpipaan, serta kepastian kompensasi bagi pelanggan.
Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, diminta tampil menjelaskan ke publik penyebab padam totalnya listrik.
Sementara itu, BP Batam didesak mengungkap dampak blackout terhadap distribusi air minum dan kebijakan kompensasi bagi pelanggan terdampak.
Pantauan BatamNow.com gangguan tersebut tidak hanya melumpuhkan aktivitas rumah tangga dan industri, tetapi juga berdampak terhadap layanan air minum perpipaan dan jaringan internet.
Sekitar 430 ribu pelanggan listrik dan 400 ribu pelanggan air minum perpipaan di Batam bergantung pada keberlangsungan kedua layanan tersebut.
Ketua DPP Kepri LI-Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara, Panahatan SH, mendesak PLN Batam menjelaskan penyebab blackout, kecukupan cadangan daya, kondisi jaringan, serta kesiapan sistem kelistrikan menghadapi pertumbuhan kebutuhan industri dan investasi.
“Penyebab blackout listrik, gangguan air minum, dan dampak lainnya harus dijelaskan secara terbuka kepada warga, pelaku usaha, dan industri,” ujarnya.
Hingga Selasa (13/10/2026), penyebab pasti pemadaman belum dijelaskan secara terperinci kepada publik.
ESDM Kepri Belum Terima Penjelasan Penyebab
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri, M. Darwin, mengatakan pihaknya belum menerima informasi terperinci mengenai penyebab blackout.
Menurutnya, PLN Batam baru menyampaikan upaya pemulihan pasokan listrik.
Terkait kompensasi, Darwin menyebut pemberiannya mengikuti ketentuan yang berlaku. “Seperti kalau padam beberapa jam itu ada diberikan kompensasi,” ujarnya.
Apindo Desak Kompensasi Segera Direalisasikan
PLN Batam disebut akan memberikan kompensasi kepada pelanggan terdampak blackout. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam juga meminta kepastian agar kompensasi segera direalisasikan, bukan sekadar pernyataan.
Pemadaman berpotensi mengganggu operasional usaha dan industri serta menimbulkan kerugian pelanggan.
Di sisi lain, BP Batam perlu menjelaskan dampak matinya distribusi air minum, langkah pemulihan, serta kepastian kompensasi bagi pelanggan yang mengalami gangguan pasokan.
Publik menunggu kejelasan mengenai bentuk kompensasi, kriteria penerima, mekanisme pengajuan, dan jadwal realisasinya.
Hubungan Keluarga Jadi Sorotan Publik
Kwin Fo turut menjadi sorotan setelah hubungan keluarganya dengan Li Claudia Chandra, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, ramai diperbincangkan di media sosial.
Hubungan keluarga sebenarnya tidak dengan sendirinya membuktikan konflik kepentingan ataupun menentukan penilaian terhadap kinerja profesional seseorang.

Namun, keterbukaan dan akuntabilitas tetap diperlukan, terutama ketika gangguan layanan berdampak luas terhadap masyarakat.
BatamNow.com telah meminta klarifikasi kepada Li Claudia melalui Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam, Sthefani Barlian, terkait isu tersebut agar dapat diluruskan. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons.
Publik kini menunggu penjelasan PLN Batam mengenai penyebab blackout dan realisasi kompensasi, serta penjelasan BP Batam mengenai pemulihan layanan air minum dan kepastian kompensasi bagi pelanggan terdampak. (Red)

