BatamNow.com – PT Air Batam Hilir (ABHi) berjanji mengupayakan aliran air minum jaringan perpipaan minimal tiga jam penuh sehari bagi warga di sejumlah perumahan yang krisis air di Tembesi, Batam.
Janji tersebut disampaikan setelah warga menggelar demonstrasi akibat krisis air yang telah berlangsung selama dua bulan.
Warga dari enam kawasan permukiman mendatangi Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) PT ABHi di Batu Aji, Kamis (15/10/2026) pagi. Mereka mendesak agar persoalan air perpipaan yang mereka alami segera ditangani.
Peserta demonstrasi berasal dari enam kawasan permukiman, yakni Perumahan Green Laguna, Gesya Tembesi, Krystal, Griya Laguna Mas, Kampung Tua Gundap, dan kawasan PT Ayam.
@batamnow PT Air Batam Hilir (ABHi) berjanji mengupayakan aliran air minum jaringan perpipaan minimal tiga jam penuh sehari bagi warga di sejumlah perumahan yang krisis air di Tembesi, Batam. Janji tersebut disampaikan setelah warga menggelar demonstrasi akibat krisis air yang telah berlangsung selama dua bulan. Warga dari enam kawasan permukiman mendatangi Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) PT ABHi di Batu Aji, Kamis (15/10/2026) pagi. Mereka mendesak agar persoalan air perpipaan yang mereka alami segera ditangani. Peserta demonstrasi berasal dari enam kawasan permukiman, yakni Perumahan Green Laguna, Gesya Tembesi, Krystal, Griya Laguna Mas, Kampung Tua Gundap, dan kawasan PT Ayam. Setelah berunjuk rasa, perwakilan warga diajak mengikuti audiensi dengan pihak terkait di dalam kantor. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk menangani krisis air, mulai dari solusi jangka pendek hingga jangka panjang. Hasil rapat itu dituangkan dalam satu notulen yang kemudian dibacakan perwakilan warga kepada warga Tembesi lainnya yang menunggu dinluar kantor ABHi. Untuk penanganan jangka pendek, PT ABHi akan mengupayakan aliran air minum minimal tiga jam penuh sehari. Namun, waktu pengaliran tersebut belum dipastikan. “Tiga jam full ya, tidak kecil. Tapi tidak ditentukan waktunya jam berapa,” jelas perwakilan warga. Apabila kebutuhan air warga belum tercukupi melalui jaringan perpipaan, pasokan akan dibantu menggunakan truk tangki air (water tank). Sementara itu, untuk solusi jangka menengah, akan dilakukan interkoneksi pipa berdiameter 600 milimeter (mm) ke pipa 300 mm pada jalur Tanjung Gundap. Pekerjaan tersebut saat ini masih dalam proses pengiriman material dan pengeboran jalan. Adapun solusi jangka panjang yang disepakati adalah pengalihan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Tembesi, dengan target penyelesaian pada Desember 2026. Kesepakatan penanganan krisis air tersebut dituangkan dalam notulen rapat yang ditandatangani Camat Sagulung Arfie Eranov, Kapolsek Sagulung Iptu Husnul Afkar, Manajer Pelayanan PT ABHi Ismadi Alim, serta Puji yang juga merupakan perwakilan PT ABHi. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #bpbatam #batamtiktok #batamhits ♬ original sound – BatamNow.com
Setelah berunjuk rasa, perwakilan warga diajak mengikuti audiensi dengan pihak terkait di dalam kantor. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk menangani krisis air, mulai dari solusi jangka pendek hingga jangka panjang.
Hasil rapat itu dituangkan dalam satu notulen yang kemudian dibacakan perwakilan warga kepada warga Tembesi lainnya yang menunggu dinluar kantor ABHi.
Untuk penanganan jangka pendek, PT ABHi akan mengupayakan aliran air minum minimal tiga jam penuh sehari. Namun, waktu pengaliran tersebut belum dipastikan.
“Tiga jam full ya, tidak kecil. Tapi tidak ditentukan waktunya jam berapa,” jelas perwakilan warga.
Apabila kebutuhan air warga belum tercukupi melalui jaringan perpipaan, pasokan akan dibantu menggunakan truk tangki air (water tank).
Sementara itu, untuk solusi jangka menengah, akan dilakukan interkoneksi pipa berdiameter 600 milimeter (mm) ke pipa 300 mm pada jalur Tanjung Gundap.
Pekerjaan tersebut saat ini masih dalam proses pengiriman material dan pengeboran jalan.
Adapun solusi jangka panjang yang disepakati adalah pengalihan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Tembesi, dengan target penyelesaian pada Desember 2026.
@batamnow Gelombang demonstrasi krisis air di Batam masih berlanjut. Hari ini, Kamis (15/10/2026), giliran warga Tembesi yang berunjuk rasa. Amatan BatamNow.com di Perumahan Gesya Talenta, Tembesi, sekitar seratus warga kukuh akan menggeruduk Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) PT Air Batam Hilir (ABHi), di tepi Jalan Letjend Suprapto, Kecamatan Batu Aji. “Sudah dua bulan mati di Gesya. Tapi seperti di rumah kami dua minggu total tak menetes satu tetes pun. Sementara di perumahan yang ada pemerintahan lancar 24 jam,” ujar seorang warga, Kamis (15/10) pagi. “Kenapa perumahan kami Green Laguna, Winner, Gesya, kenapa nggak hidup. Apa masalahnya. Pak Amsakar tidak ada datang melihat perumahan kami. Janjinya Ibu Li Claudia itu hidup air, mana dia nggak datang,” kata warga lainnya. Sementara kiriman truk tangki air, ujar warga, tidak mencukupi kebutuhan mereka. Pantauan BatamNow.com, rombongan warga Tembesi tiba di kantor ABHi sekira pukul 10.30 WIB. Sehari sebelumnya, Rabu (14/10), unjuk rasa serupa juga dilakukan warga Teluk Mata Ikan di depan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa. Pelanggan SPAM BP Batam itu menduga krisis air yang dialami belakangan ini tak lepas dari adanya proyek beberapa pusat data (data center) di kecamatan tersebut. Sementara pada Senin (05/10), adalah warga Kavling Sambau dan Bakau Serip yang berdemonstrasi di depan KEK Nongsa. Tuntutannya juga sama, agar air minum jaringan perpipaan mengalir. Catatan BatamNow.com, unjuk rasa memprotes krisis air bukan peristiwa satu-dua kali, sebab masalah layanan air minum masih belum dapat dituntaskan hingga kini. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ original sound – BatamNow.com
Kesepakatan penanganan krisis air tersebut dituangkan dalam notulen rapat yang ditandatangani Camat Sagulung Arfie Eranov, Kapolsek Sagulung Iptu Husnul Afkar, Manajer Pelayanan PT ABHi Ismadi Alim, serta Puji yang juga merupakan perwakilan PT ABHi. (H)

