BatamNow.com – Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Kepulauan Riau (Kepri) akan menggelar Astindo Travel Fair (ATF) 2026 perdana di Kota Batam.
Pameran perjalanan wisata ini menawarkan berbagai promo, termasuk tiket ferry seharga Rp 1 dari Horizon Fast Ferry dengan ketentuan yang berlaku.
ATF 2026 dijadwalkan berlangsung di Mega Mall Batam Centre pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan ini juga menjadi penyelenggaraan perdana di Kepri sejak Musyawarah Daerah (Musda) pertama Astindo Kepri pada 2024.
Ketua Panitia ATF 2026, Denni R Situmeang, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan lebih banyak pilihan perjalanan wisata bagi masyarakat dengan harga yang sesuai anggaran.
“Juga spesial promosi tiket ferry hanya Rp 1 oleh Horizon Fast Ferry, tentunya dengan ketentuan yang berlaku,” kata Denni saat konferensi pers di kawasan Tiban, Jumat (16/10/2026).
Menurut Denni, ATF 2026 tidak hanya menyasar masyarakat Batam yang ingin berwisata ke berbagai destinasi dalam dan luar negeri.
“Tujuan utama ATF ini untuk mengakomodir keinginan warga Batam untuk berwisata, baik ke dalam maupun luar negeri, serta mengakomodir permintaan dari Malaysia dan Singapura untuk menjelajah Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Indonesia,” ujarnya.
Penyelenggaraan ATF 2026 bekerja sama dengan Bank BCA sebagai sponsor utama Astindo, yang selama ini menjadi mitra perbankan dalam pelaksanaan Astindo Travel Fair.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, serta Telkomsel.
Sejumlah pelaku industri pariwisata turut terlibat, mulai dari hotel, restoran, pusat oleh-oleh, operator ferry, penyedia layanan spa, pengelola atraksi wisata, hingga mitra perjalanan dalam dan luar negeri.
Singapore Tourism Board juga memberikan dukungan berupa berbagai atraksi wisata di Sentosa Island.
Target Penjualan Rp 7 Miliar
Panitia menargetkan nilai transaksi selama tiga hari pelaksanaan ATF 2026 mencapai Rp 7 miliar.
Denni optimistis target tersebut dapat tercapai melalui beragam promosi paket perjalanan dan potongan harga, termasuk penawaran bagi pengguna layanan perbankan BCA selama acara berlangsung.
“Target penjualan kita selama ATF berlangsung sebesar Rp 7 miliar. Optimistis tercapai dengan banyaknya promosi dan potongan harga bagi pengguna BCA yang diberikan selama event ini berlangsung,” ujarnya.
Libatkan Pelaku UMKM
Ketua DPD Astindo Kepri, Doli Hasibuan, menambahkan kegiatan ini juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Keterlibatan tersebut diharapkan membuka peluang bagi usaha lokal untuk turut memperoleh manfaat dari aktivitas industri pariwisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan ATF 2026.
Menurutnya, kegiatan seperti pameran perjalanan dapat mempertemukan penyedia produk wisata dengan masyarakat yang membutuhkan layanan perjalanan.
Ardiwinata mengatakan potensi pariwisata Batam dapat dilihat dari data kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik.
“Data BPS kita sekarang sudah menunjukkan angka khusus kunjungan wisatawan kita sudah 1.147.307. Sedangkan wisatawan domestik kita walaupun ada pembatasan perjalanan domestik ya, mungkin karena cost, efisiensi, dan sebagainya, tapi kita sudah dikunjungi 1,5 juta. Luar biasa,” katanya.
Ia menilai masyarakat Batam yang jumlahnya hampir 1,3 juta jiwa juga menjadi pasar potensial bagi produk perjalanan wisata yang ditawarkan dalam ATF 2026.
Menurut Ardiwinata, pameran perjalanan tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga dapat mendorong transaksi dan memperkuat ekosistem industri pariwisata daerah.
Batam Dinilai Punya Daya Tarik sebagai Kota Pertemuan
Ardiwinata juga menilai Batam memiliki potensi sebagai kota pertemuan (meeting city). Selain fasilitas untuk kegiatan bisnis, Batam dinilai menawarkan beragam aktivitas wisata yang dapat dinikmati pengunjung sebelum maupun setelah menghadiri pertemuan.
Pilihan tersebut mencakup layanan spa, pusat perbelanjaan, wisata kuliner, hingga olahraga seperti golf, bersepeda, dan lari.
“Kenapa Batam sebagai kota pertemuan? Karena before dan after-nya. Sebelum orang meeting dan setelah orang meeting, mau ke mana?” ujarnya.
Ia mengatakan beragam pilihan tersebut dapat memberikan pengalaman tambahan bagi wisatawan yang datang untuk urusan bisnis.
“Mau ke spa kita begitu bagusnya spa di Batam, mau shopping kita ada banyak shopping mall yang menyediakan, mau sport tourism bermain golf oke, cycling boleh, run boleh, karena saya juga run sekarang kan, pedal apalagi, pedal sepeda sekarang, di Batam semua ada tersedia di Batam,” ucapnya.
Libatkan Travel Agent dan Mitra Pariwisata
Dalam ATF 2026, panitia menyiapkan 14 booth seller yang diisi agen perjalanan dan mitra industri pariwisata.
Agen perjalanan yang berpartisipasi merupakan anggota DPD Astindo Kepri, yakni Lintas Buana, Qta Wisata, Indogalaxy, Funtrip, Batam Famili Turis, Shine Buana, Gadih Palala, Douha Wisata, Yolivia Wisata, MH Travelindo, dan Delapan Mandiri.
Selain itu, kegiatan ini melibatkan Bintan Resort Cakrawala, mitra dari sektor kapal pesiar (cruise), serta rekanan agen perjalanan luar negeri dalam jaringan Astindo.
Keterlibatan berbagai pelaku industri tersebut diharapkan dapat memperkaya pilihan produk wisata yang ditawarkan kepada pengunjung, sekaligus memperkuat kerja sama antarpelaku usaha perjalanan.
Melalui ATF 2026, Astindo Kepri berharap masyarakat dapat mengakses berbagai penawaran perjalanan wisata sesuai kebutuhan dan anggaran.
Kegiatan ini juga diharapkan memperluas promosi destinasi Batam dan Kepri sekaligus meningkatkan transaksi industri pariwisata menjelang libur akhir tahun 2026. (A)
