BatamNow.com – BP Batam menjajaki peluang investasi baru di Seoul, Korea Selatan, pada 21–22 Oktober 2026.
Namun, langkah jemput bola tersebut berlangsung ketika rencana pembangunan Terminal II Bandara Internasional Hang Nadim yang melibatkan konsorsium Korea Selatan, Incheon, belum menunjukkan realisasi fisik.
Padahal, proyek yang dirancang senilai Rp 2,4 triliun hingga Rp 2,7 triliun itu telah menjalani groundbreaking pada 30 Mei 2024. Terminal tersebut sebelumnya ditargetkan rampung dan beroperasi pada 2026.
Hingga kini, pembangunan fisik Terminal II belum terwujud. Di lokasi proyek hanya terlihat patok atau prasasti penanda groundbreaking.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kepastian realisasi investasi yang sebelumnya dijanjikan di tengah upaya BP Batam kembali menawarkan peluang investasi kepada investor Korea Selatan.
Sebagaimana rilis BP Batam, berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, investasi Korea Selatan di Batam pada semester I 2026 mencapai Rp 1,175 triliun atau sekitar US$ 65,1 juta.
Nilai tersebut melonjak dibandingkan realisasi sepanjang 2025 yang tercatat Rp 34,41 miliar. Sekitar 99,6 persen investasi semester I 2026 terkonsentrasi pada sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi, terutama melalui PT Bandara Internasional Batam (BIB).
Dalam agenda South Korea Aero Summit 2026, Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mempromosikan peluang investasi di sektor penerbangan, perawatan pesawat (maintenance, repair, and overhaul/MRO), kargo udara, serta industri pendukung Bandara Hang Nadim.

Delegasi BP Batam juga bertemu dengan Kedutaan Besar RI di Seoul untuk menjajaki perusahaan Korea yang berpotensi berekspansi ke Batam.
Namun, di tengah promosi tersebut, kepastian kelanjutan Terminal II Hang Nadim belum pernah dipublikasi BP Batam.
Publik berharap transparansi BP Batam, “sebab proses grounbreaking yang dilakukan pada Mei 2024 tak bisa dibungkus tanpa akuntabilitas”.
BP Batam perlu menjelaskan kendala proyek, status komitmen investasi Incheon, serta target realistis pembangunan terminal yang telah diresmikan secara simbolis lebih dari dua tahun lalu.
Banyak pemerhati menilai keberhasilan menarik investasi baru tidak cukup diukur dari nilai komitmen atau jumlah pertemuan bisnis.
Realisasi proyek dan kepastian bagi investor menjadi tolok ukur penting untuk menjaga kepercayaan terhadap iklim investasi Batam. (Red)

