Luhut Ungkap Wilayah Ini Salip Batam yang Sempat Primadona! - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Luhut Ungkap Wilayah Ini Salip Batam yang Sempat Primadona!

19/Mar/2021 10:13
Luhut Ogah Mengemis Investasi ke Tesla: Hey, You Need Us

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (F: Humas Kemenko Marvest)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi di Batam Kepulauan Riau disebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kalah dengan ekonomi daerah terdalam di Indonesia. Dia mencontohkan ekonomi Morowali Sulawesi Tengah masih dapat tumbuh rata-rata 17% di tahun 2020 lalu. Dilansir BatamNow.com dari CNBCIndonesia.com.

“Disinggung Ibu Ani (Menteri Keuangan) pertumbuhan ekonomi Batam di bawah rata-rata. Anda lihat Morowali pertumbuhan ekonominya 17%, middle of nowhere. Kenapa? karena di kepercayaan kita lindungi mereka,” jelas Luhut dalam konferensi pers, Kamis (18/03/2021).

Ia bilang dibutuhkan dorongan untuk meningkatkan ekonomi Kepulauan Riau. Sehingga urgensi efisiensi atau pengurangan biaya logistik menjadi penting untuk mendorong ekonomi daerah. Salah satunya dengan menerapkan Batam Logistic Ecosystem (BLE).

Dari efisiensinya dari penebusan Delivery Order (DO) dan Persetujuan Pengeluaran Petikemas dilakukan secara online dapat menghemat waktu hingga 91% dan biaya mencapai Rp 402 Miliar per tahun. Sedangkan dari pemesanan truk juga dilakukan secara online diklaim dapat menghemat biaya mencapai Rp 975 Miliar per tahun.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengatakan Pemda akan memberi dukungan untuk mendorong ekonomi Kepulauan Riau. Nanti akan diberikan relaksasi dari retribusi pajak untuk memacu investasi.

“Kita sedang menghitung beberapa relaksasi retribusi dari pajak daerah untuk memacu investasi, jadi kita inline dengan pemerintah pusat memberi berbagai relaksasi, dan segera akan kita launching,” jelasnya.

“Hanya kita yakin relaksasi itu akan total loss-nya. Makanya dengan Bu Sri Mulyani dan Menko soal labuh jangkar itu bisa menutupi total loss kita,” tambahnya.

Dari data Badan Pusat Statistik Indonesia pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Riau secara kumulatif mengalami kontraksi sebesar 3,80% di 2020. Dibandingkan pada 2019 ekonomi Kepulauan Riau dapat tumbuh 4,84%. Sedangkan pada 2018 tumbuh 4,58. Sedangkan ekonomi di Morowali tumbuh 12,39% (yoy) pada 2018, juga tumbuh 14% (yoy) di 2017.(*)

Berita Sebelumnya

Cerita di Balik Penemuan Pria Diduga Polisi yang Hilang karena Tsunami Aceh

Berita Selanjutnya

Mantap! Alumni Prakerja Dapat Bantuan Lagi

Berita Selanjutnya
Mantap! Alumni Prakerja Dapat Bantuan Lagi

Mantap! Alumni Prakerja Dapat Bantuan Lagi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com