Mengintip Makna Tagline ATB ”Tak Terganti”, Wow... - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Mengintip Makna Tagline ATB ”Tak Terganti”, Wow…

23/Des/2019 15:03
Mengintip Makna Tagline ATB ”Tak Terganti”, Wow…

Logo ATB Tak Terganti (atbbatam.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook
Redaktur : Junpa Siregar, SE. Ak.,
Editor       : Omrad

JELANG berakhirnya Konsesi ATB-Otorita Batam (OB), ATB gencar menyuarakan tagline ”Tak Terganti”. Wow. Tagline itu di-branding ke publik September 2018 lalu.

Logo ATB Tak Terganti (atbbatam.com)

Apa makna sebenarnya dari frasa itu, bila dikaitkan dengan akan berakhirnya konsesi itu. Apakah hanya sekadar rebranding atau sengaja memberi signal lebih awal bahwa konsesi air itu sebenarnya akan diperpajang?

Kilas balik singkat tentang sejarah ATB; Tahun 1995 Otorita Batam menunjuk Konsorsium PT ATB untuk melaksanakan pengelolaan air bersih di Batam. Konsesi ATB-Otorita Batam dibuat pada 17 April 1995. Berlaku 25 tahun.

Bentuk dan model kesepakatan itu diikat dengan sistem kerjasama BOT (Build Operate Transfer) atau Bangun Guna Serah.

Pada awalnya, pemenuhan akan kebutuhan air masyarakat dan industri dikelola langsung oleh Otorita Batam (OB) yang sekarang berganti menjadi Badan Pengusahaan (BP) Batam.

PP RI No 27 Tahun 2014 tentang pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, Pasal 36 ayat 8 menyatakan Mitra Bangun Guna Serah Barang Milik Negara harus menyerahkan objek Bangun Guna Serah kepada Pengelola Barang pada akhir jangka waktu pengoperasian, setelah dilakukan audit oleh aparat pengawasan intern Pemerintah. Dan di PP tersebut tidak disebutkan perpanjangan skema BOT.

Sementara masa konsesi akan berakhir pada 17 April 2020 yang tinggal empat bulan lagi.

Sedangkan pihak BP Batam dalam rilis persnya bergeming seolah masa konsesi itu bukan hal yang substansif.

Head of Coporate Secretary ATB, Maria Y Jacobus menjawab :batamnow: : ”Ditanyakan ke BP Batam. Kita sudah siap2 saja mas, ATB menjalankan sesuai amanat,” jawab Maria melalui pesan Whatsapp (WA), Jumat (20/12).

Sementara pada lampiran 7 perjanjian konsesi, salah satu yang ditekankan tentang mutu air bersih yang didistribusikan ke warga harus sesuai dengan kriteria WHO, yakni ”Guidelines for Drinking Water Quality” (Pedoman Kualitas Air Minum).

Masih dalam tanya jawab lewat WA itu, Maria tak membalas lagi soal kualitas air bersih yang diamanatkan dalam perjanjian konsesi itu, meski kode di WA menunjukkan tanda centang dua berwarna biru.

Sementara menurut Ir Kambida pengamat dan pemerhati Sumber Daya Air di Batam, salah satu poin dalam kesepakatan konsesi, terjaminnya mutu higienis yang bisa langsung di konsumsi dengan istilah potable water.

Potable water artinya air minum bersih dan higienis, tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya, dan tidak mengandung logam berat (sumber Wikipedia).

Sementara itu, menurut pantauan dan investigasi yang dilakukan :batamnow:, dalam tiga bulan belakangan, masih banyak warga yang mengeluhkan mutu air ATB yang mengucur lewat keran rumah tangga.

Bukan itu saja, air sering ngadat masih terjadi di beberapa kawasan pemukiman masyarakat.

”Kadang, ketika keran dibuka warna air nya kecoklatan mas, kalau sudah gitu terpaksa kita buang,” kata Suryani ibu rumah tangga itu.

”Kalau untuk air minum, saya tak berani masak air dari keran itu. Ya, saya beli air galon Aqua,” sambungnya.

Rina, warga lainnya mengaku punya trik mengantisipasi kulitas air yang kurang baik itu. ”Keran air saya pasangi dengan kain dan kanebo. Biar tersaring dulu,” kata karyawan swasta itu.

Rina berharap kualitas air bersih di Batam kedepannya harus di tingkatkan lagi. Dia lantas membandingkan kualitas air di negara tetangga. ”Di Singapura, air dari keran langsung bisa diminum. Di Batam, kapan ya?” tanya Rina.

Apakah jargon ATB ”Tak Terganti” sudah sesuai dengan target kinerja nya selama ini, apalagi berstandar WHO?

Berapa besar biaya yang mengoyak kocek masyarakat untuk membeli air kemasan, galon dan lain-lain di Batam, untuk air minum karena air keran ATB belum diyakini bisa layak minum?

Konsumen air kemasan, galon dan air isi ulang, hampir merata di Batam. Dari kelas premium, menengah dan kelas bawah.

Masyarakat banyak masih menanti penjelasan konkret dari Maria, orang penting di ATB itu.

Berapa juta meter kubik air kemasan yang di konsumsi masyarakat selama setahun, akibat berpaling dari air ATB yang kurang diyakini layak konsumsi?

Data BPS tahun 2018, jumlah penduduk Batam 1,3 juta. Standar konsumsi air minum per orang 2 liter per hari. Jika 1 juta jiwa rutin mengkonsumsi standar tadi, maka ada 2.000 meter kubik yang dikonsumsi tiap hari. Pertahun 730 ribu meter kubik.

[Mengapa seluruh masyarakat Batam nyaris mengkonsumsi air kemasan? Simak kupas tuntasnya di BatamNow dalam edisi selanjutnya.]

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Going Concern PLN Batam Terjamin?

Berita Selanjutnya

Kemendagri dan Menkeu Kecolongan?

Berita Selanjutnya
Kemendagri dan Menkeu Kecolongan?

Kemendagri dan Menkeu Kecolongan?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com