”ATB DENDANG PESISIR”, itulah tema acara Kenduri Akhir Tahun yang ditaja pihak ATB, pengelola air di Batam ini.
Seperti pesta akhir tahun di mana-mana, acara Selasa (31/12/2019) malam yang dibiayai tunggal oleh perusahaan air ”Tak Terganti” itu, pun cukup meriah dari jubelan pengunjung.

Lalu ”kabar-kabari” pun menyeruak. Apakah acara akbar di Dataran Engku Putri, di Batam Center itu sebagai sinyal ucapan terima kasih terakhir dari pihak ATB kepada para pelanggannya?
Pertanyaan subjektif ini memang lagi mengemuka di ranah publik. Ini juga dipicu kondisi, di mana baru kini pihak ATB nimbrung menghelat acara seperti ini.
Apalagi sampai menggelontorkan dana kocek sendiri yang disebut-sebut sekitar 1-2 miliar. Bisa lebih.
ATB memang penerima konsesi pengelolaan air di Batam. Pemberi konsesi pihak Badan Pengusahan (BP) Batam. Tahun ini, sekitar April nanti, masa konsesi itu berakhir.
Sesuai aturan main dan dikaitkan dengan ketentuan peraturan yang berlaku, pihak ATB memang harus ikhlas melepas kegiatannya selama ini.
Setelah berakhirnya masa konsesi, maka pengelolaan air di Batam harus sesuai dengan peraturan yg berlaku UU No.17 Thn 2019 dan jika pun harus mengundang pihak swasta maka proses tender harus dilakukan.
Investor mana saja yang sudi berkiprah dan menjadi pemain baru pengelola air di Batam. Kalaupun, misalkan, ATB masih ikut ”main air”, posisinya tak bisa lagi seperti selama ini: menguasai jalur jaringan distribusi dan sekaligus pelayanan.
Soal isu ujung masa konsesi ATB ini, kini, memang lagi hangat disorot. Apalagi di tengah seksinya bisnis air ini, meraup segepok pundi-pundi.
Memang, ATB yang dipimpin oleh Dirutnya yang ngetren dengan ”Kopi Benny” ini, tengah riuh dibincang banyak pihak.
Riuh karena masa konsesinya akan berakhir. Banyak pihak memandang pihak ATB, enjoy saja menghadapi akhir masa konsesi itu.
”Konsesi baru kan bisa dibuat lagi. Kan ATB orang kuat di belakangnya,” itu komentar miring lainnya.
Memang, bila meneropong kesibukan pihak BP Batam maupun ATB soal isu konsesi yang tinggal empat bulan lagi, mereka tampak bergeming.
Seolah-olah akhir dari konsesi pengelolaan air itu bukan hal yang penting, apalagi genting.
Meski begitu, para pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam proses masa konsesi, justru berkomentar agak keras. Bahkan mereka mempertanyakan mengapa prosesnya seolah senyap, padahal waktu berakhirnya konsesi sudah sempit?
Semarak isu masa konsesi ATB. Makin gemuruh karena dibumbui isu seputar tiba-tiba tampilnya pihak ATB menghelat malam ”Dendang Pesisir” yang menghadirkan band The Titans itu.
Para pemerhati pun menyoroti biaya yang dihabiskan untuk acara. Sementara menurut mereka, seharusnya ATB di akhir sisa masa konsesinya, fokus menyelesaikan pekerjaan rumah (PR)-nya melayani masyarakat pengguna air yang masih banyak mengeluh.(*)

Comments 1