Terusan Suez Ditutup, 200 Kapal Antre, Kerugian Dunia Tak Terhitung - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Terusan Suez Ditutup, 200 Kapal Antre, Kerugian Dunia Tak Terhitung

by BATAM NOW
27/Mar/2021 19:05
Terusan Suez Ditutup, 200 Kapal Antre, Kerugian Dunia Tak Terhitung

Foto satelit dari Maxar Technologies memperlihatkan kapal kargo MV Ever Given masih terjebak diagonal di Terusan Suez, dekat Suez, Mesir, pada Jumat (26/3/2021). (©MAXAR TECHNOLOGIES via AP)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Suez – Total kerugian dari dampak penutupan Terusan Suez sulit dihitung, dan para analis mengatakan bahwa banyak hal akan bergantung pada berapa lama waktu untuk membukanya lagi.

Dilansir KOMPAS.com, Terusan Suez macet akibat kapal Ever Given atau kapal Evergreen sesuai nama operatornya, tersangkut diagonal di kedua sisi kanal usai terbawa kencangnya angin badai pasir.

Kapal Terusan Suez berbendera Panama tersebut panjangnya 400 meter, dengan lebar 59 meter dan bobot 200.000 ton.

Kapal dengan rute menuju Rotterdam, Belanda, itu terjebak sejak Selasa (23/03/2021) dan membuat Terusan Suez terblokade.

Laporan terbaru dari AFP menyebutkan, saat ini ada lebih dari 200 kapal yang antre masuk, dengan muatan bernilai miliaran dollar AS (belasan hingga puluhan triliun rupiah) di dalamnya.

Total nilai barang yang tertunda pengirimannya akibat Terusan Suez macet dan harus dikirim melalui jalur alternatif sangat bervariasi.

Jonathan Owens, spesialis logistik di University of Salford Business School, mengatakan, barang dagangan senilai 3 Miliar dollar AS (Rp 43,22 Triliun) biasanya melintasi Terusan Suez setiap hari.

Kemudian, Lloyd’s List publikasi pengiriman maritim Inggris menyebutkan, total nilai barang yang lalu lalang secara harian di kedua arah Terusan Suez bernilai sekitar 9,6 miliar dollar AS (Rp 138,33 Triliun).

Kerugian Tak Terhitung

Mengingat banyaknya perusahaan yang terpengaruh akibat Terusan Suez ditutup, baik secara langsung maupun tidak langsung, saat ini sulit mengukur nilai barang dagangan yang terjebak, menurut analis dari Moody, Daniel Harlid.

Sementara itu, Jai Shirma, pengacara transportasi laut di Clyde and Co, mengemukakan, hanya karena pengiriman tertunda belum tentu itu menjadi kerugian.

Dampak akhir pada para perusahaan dan kemungkinan reaksi berantai yang masih akan datang tidak bisa dihitung sekarang dan sebagian akan bergantung pada tingkat stok yang ada, imbuhnya.

Rencana B untuk Minyak Mentah

Meski insiden Terusan Suez terblokade berbuntut pada kenaikan harga minyak, sektor itu sebenarnya lebih rendah terpengaruh daripada yang lainnya.

Sebab, hanya sekitar 1,74 juta barrel minyak mentah yang dikirim lewat kanal buatan Ferdinand de Lesseps itu setiap harinya.

Sebanyak 80 persen minyak Timur Tengah untuk Eropa, yang secara kuantitas tidak banyak, dikirim melalui pipa Sumed dari Laut Merah ke Mediterania dekat Alexandria, kata Paola Rodriguez dari Rystad Energy.

Kapal Lain Memutar Butuh Biaya Bahan Bakar Tambahan

Evakuasi kapal Ever Given atau kapal Evergreen bisa memakan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.

Akibat Terusan Suez macet, kapal-kapal lain harus memutar mengitari ujung selatan Afrika.

Raksasa pengiriman jalur air, Maersk dan Hapaq-Lloyd, secara serius sedang mempertimbangkan opsi selain memutar rute.

Jika mengambil opsi memutar, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan beberapa ratus ribu dollar AS (miliaran rupiah), yang akan berdampak pada kenaikan biaya pengiriman sebesar 15-20 persen, menurut Plamen Matzkoff analis di VesselsValue.

Siapa yang Tanggung Kerugian?

Lloyd’s List melanjutkan, hingga 90 persen pengiriman tidak diasuransikan untuk penundaan.

Akibatnya, pengacara akan terus sibuk berdebat tentang siapa yang harus membayar tagihan.

Untuk menurunkan muatan kapal ke dermaga yang bukan tujuannya, biayanya bisa mencapai beberapa juta dollar AS (belasan sampai puluhan miliar rupiah), menurut perkiraan Jai Sharma dari Clyde and Co, karena kontainer harus diturunkan dulu.

Namun, polis asuransi pengangkut kebanyakan ditanggung oleh beberapa perusahaan, kata analis Moody, Soichiro Makimoto.

Oleh karena itu, pembayaran mungkin akan dibagi oleh perusahaan asuransi dan reasuransi.(*)

Berita Sebelumnya

Nasib Uang Kertas & Logam Saat Rupiah Digital Dirilis, Punah?

Berita Selanjutnya

Kemenkes Tegaskan Belum Ada Vaksin Corona untuk Usia di Bawah 18 Tahun

Berita Selanjutnya
Kemenkes Tegaskan Belum Ada Vaksin Corona untuk Usia di Bawah 18 Tahun

Kemenkes Tegaskan Belum Ada Vaksin Corona untuk Usia di Bawah 18 Tahun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com