Kemenkes Tegaskan Belum Ada Vaksin Corona untuk Usia di Bawah 18 Tahun - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kemenkes Tegaskan Belum Ada Vaksin Corona untuk Usia di Bawah 18 Tahun

by BATAM NOW
28/Mar/2021 06:22
Kemenkes Tegaskan Belum Ada Vaksin Corona untuk Usia di Bawah 18 Tahun

Jubir Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi. (F: Youtube/ Sekretariat Presiden)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Kelompok usia di bawah 18 tahun hingga kini belum ada yang menerima vaksin corona, baik di Indonesia dan dunia. Di sisi lain, kasus positif COVID-19 pada anak-anak di Indonesia cukup tinggi. Persentasenya sekitar 12,1 persen per 24 Maret 2021.

Dilansir Kumparan.com, meski tingkat positif corona pada anak-anak tergolong tinggi, Kemenkes mengungkapkan hingga kini belum ada satu pun vaksin corona di dunia yang bisa diberikan kepada kelompok di bawah 18 tahun.

“Kita tahu sampai sekarang, belum ada vaksin yang direkomendasikan oleh WHO untuk usia di bawah 18 tahun. Semua sedang dalam proses uji klinis. Karena semua dalam proses uji klinis, kita menunggu tahapan dari uji klinis,” kata juru bicara Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, kepada kumparan, Sabtu (27/03/2021).

Tak hanya Indonesia, Nadia menyebut saat ini seluruh dunia juga tengah menunggu keputusan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait kepastian pemberian vaksin corona kepada kelompok tersebut.

“Seluruh dunia, bukan cuma Indonesia. Kan kita tidak mungkin memberikan vaksin yang tidak aman,” ungkap Nadia.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya dimulai Juli mendatang harus dibuka secara hati-hati. Apalagi, vaksin corona sejauh ini baru diberikan kepada kelompok guru dan tenaga pendidik.

“Apakah perlu dikaji, apakah semua daerah memang perlu tatap muka, itu semua menjadi kajian untuk Kemendikbud. Apakah prokes bisa diterapkan sekolah atau proses tatap muka (bisa dilaksanakan) harus dipastikan,” tutup Nadia.

Sejumlah perusahaan produsen vaksin corona di dunia saat ini tengah melakukan uji coba pada kelompok anak-anak. Misalnya, perusahaan Sinovac yang mengeklaim vaksinnya aman diberikan kepada anak-anak berusia 3-17 tahun.

Tidak hanya Sinovac yang mulai menguji vaksin corona terhadap anak-anak. Pfizer tengah melakukan penelitian terhadap anak berusia 12-16 tahun.

Sementara itu, Moderna telah mempelajari vaksinnya pada anak-anak berusia 12 tahun ke atas, dan minggu lalu mengumumkan studi baru yang menguji penggunaannya pada anak-anak di bawah 12 tahun.

Sinopharm juga tengah menyelidiki keefektifan vaksin untuk anak-anak. Perusahaan tersebut mengatakan pada Januari telah menyerahkan data klinis ke pemerintah.(*)

Berita Sebelumnya

Terusan Suez Ditutup, 200 Kapal Antre, Kerugian Dunia Tak Terhitung

Berita Selanjutnya

Menteri PUPR Kunker Ke Solo Gibran Duduk di Meja, Basuki Duduk di Kursi

Berita Selanjutnya
Menteri PUPR Kunker Ke Solo Gibran Duduk di Meja, Basuki Duduk di Kursi

Menteri PUPR Kunker Ke Solo Gibran Duduk di Meja, Basuki Duduk di Kursi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com