BatamNow.com, Solo – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, blusukan ke Solo, Jawa Tengah, kemarin. Bersama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Basuki ngubek-ngubek Solo.
Semua kegiatannya tersebar lewat video, juga foto-foto. Dalam satu gambar terlihat mereka sedang diskusi santai, tapi serius. Gibran duduk di meja. Basuki duduk di kursi.
Dilansir RakyatMerdeka.id, tempat pertama yang dikunjungi Basuki adalah Taman Balekambang. Basuki datang dengan menaiki mobil Toyota Alphard berwarna hitam dengan plat nomor RI 34.
Basuki mengenakan setelan kemeja lengan pendek putih dan celana bahan hitam. Dia juga mengenakan topi berwarna kebiru-biruan dengan logo Kementerian PUPR, di depannya.
Basuki didampingi Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan PUPR Endra S. Atmawidjaja, dan Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Iwan Suprijanto.
Kedatangan Basuki langsung disambut pengelola Taman Balekambang. Mereka langsung berjalan masuk dan melihat papan. Papan tersebut berisi siteplan Taman Balekambang. Basuki dengan serius menyimak penjelasan pengelola. Basuki dan rombongan lanjut melihat fasilitas yang ada di taman tersebut. Sambil jalan, Basuki mendapat penjelasan dari Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti.
Lalu, mereka masuk ke Gedung Kesenian. Dalam gedung ini, Basuki disambut suara gamelan. Di atas panggung, penyanyi yang mengenakan pakaian Jawa, asyik menyanyi. Basuki lalu duduk di barisan paling depan.
Saat Basuki sedang asyik mendengarkan nyanyian, datang Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Gibran yang mengenakan setelan kemeja putih panjang dengan lengan digulung, lalu menghampiri Basuki. Keduanya pun lalu berbincang-bincang.
Basuki pun sempat naik panggung untuk menyanyi Turi-Turi Putih bersama para pemain ketoprak Balekambang. Basuki tampak menghayati lagunya. “Saya saat tinggal di Solo sering menonton Srimulat,” ujarnya.
Setelah itu, Basuki dan Gibran langsung keluar gedung. Mereka berbincang soal pengembangan taman tersebut. Mereka langsung geser ke Kawasan Ngarsopuro yang berada di depan Istana Mangkunegaran. Gibran ikut mobil Basuki.
Sesampainya di Ngarsopuro, mereka melihat dulu siteplan pengembangan Kawasan Ngarsopuro. “Saya ingin kawasan Ngarsopuro ini jadi Malioboronya Solo,” ujar Gibran, kepada Basuki.
Lalu, mereka menelusuri jalan-jalan yang ada di kawasan tersebut, sampai ke gang-gang kecil. Gibran pun mengajak Basuki mengunjungi Galeri Don Art milik seniman Sardono W Kusumo.
Kedatangan keduanya langsung disambut sang tuan tuan rumah. Mereka masuk ke dalam galeri seni. Di tengah ruangan, terdapat lukisan Presiden Jokowi dengan rambut panjang mengenakan ikat rambut bendera Amerika dan ada kacamatanya.
“Mirip ya pak,” tanya Gibran ke Basuki. “Mirip,” jawab Basuki.
Mereka melanjutkan melihat-lihat karya seni yang ada di ruangan tersebut. Mereka sampai naik ke lantai duanya. Setelah cape muter-muter, mereka turun dan istirahat. Basuki dan sang seniman duduk di bangku kayu berhadap-hadapan, sedangkan Gibran duduk di atas meja. Mereka pun membicarakan pengembangan kawasan ini.
Basuki dan Gibran melanjutkan kunjungan ke Pasar Legi. Mereka mengecek pembangunan pasar tersebut. Mereka mendapatkan penjelaskan dari kontraktornya mengenai progresnya. Kemudian, mereka melihat-lihat ke dalam pasar. Basuki pun sempat menaiki dan duduk di marmer pasar tersebut.
Basuki mengatakan, kunjungannya ke Solo karena mendapat mandat dari Presiden Jokowi untuk membangun pusat kebudayaan Jawa, di Taman Balekembang, yang merupakan taman peninggalan Mangkunegara VII. Menurutnya, masterplan penataan kawasan Taman Belekambang sebagai pusat kebudayaan Jawa, akan segera dibuat. Namun, Basuki mengaku tak ingin terburu-buru.
Menurutnya, pembangunan itu bukan hal mudah. Banyak yang dipertimbangkan, seperti aspek sejarah, budaya, dan lingkungan. Apalagi, taman seluas 9,8 hektar itu, memiliki sejarah panjang dengan Mangkunegaran. “Nanti masterplan-nya saya presentasikan dulu ke Pak Wali Kota,” katanya.
Terkait Pasar Legi, Basuki mengatakan, progres rehabilitasi sudah mencapai 25,90 persen, atau lebih cepat dari rencana sebesar 20 persen. Renovasi Pasar Legi mulai dikerjakan pada November 2020 dengan masa pelaksanaan 390 hari kalender.
“Kontraknya selesai November 2021, tetapi Alhamdulillah progresnya lebih cepat. Paling lambat Oktober 2021 akan kita selesaikan, sehingga para pedagang yang sekarang ditempatkan di pasar darurat bisa lebih cepat menempati,” kata Basuki.
Gibran mengucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian PUPR dalam percepatan renovasi Pasar Legi. “Ini bukti perhatian Pemerintah Pusat, semoga setelah renovasi pasar selesai bisa segera dimanfaatkan untuk kegiatan perekonomian di Kota Solo, khususnya,” kata Gibran.
Gibran memasang foto-foto kegiatan bersama Basuki di akun Instagramnya, kemarin. Ada 12 foto yang dipasangnya. Instagramnya pun banjir komentar warganet. Misalnya, akun Heintje205. “Beginilah pemimpin-pemimpin yang punya kreatif dan punya ide-ide berlian. Pasti disambut baik pusat. Teladan buat pemimpin lainnya,” ujarnya. “Anak kesayangan pemerintah,” samber @ le____jeoonghon. (*)

