BatamNow.com, Jakarta – Indonesia memerlukan suatu kawasan khusus yang dapat mengakomodasi kemajuan dan perkembangan industri software dan teknologi informasi yang berkembang sangat cepat, seperti halnya Silicon Valley di Amerika Serikat (AS), hal tersebut disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, menyatakan untuk mendorong percepatan investasi sektor ekonomi digital.
Menurutnya salah satu daerah di Indonesia yang sudah mencoba mengembangkan kawasan khusus ekonomi digital adalah Kota Bandung melalui pengembangan Bandung Technopark.
“Setelah kunjungan ini kami akan mendiskusikan dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk percepatan realisasi kawasan khusus ekonomi kreatif digital tersebut, sehingga dapat segera ditawarkan kepada investor,” kata Franky, dilansir dari situs kominfo.go.id.
Dilansir Tempo.co, Kominfo pernah menyebutkan, pelaku usaha sektor ekonomi digital, menyampaikan visi Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan total valuasi mencapai Rp 1.756 Triliun.
Sedangkan di Yogyakarta menurut Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Budi Wibowo menyebutkan bahwa dua area seperti daerah Piyungan, Bantul dan Sentolo, Kulon Progo akan menjadi Silicon Valley-nya Indonesia. Investasi yang digelontorkan mencapai Rp 7 Triliun.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wikan Sakarinto mengatakan bahwa KEK Singhasari di Malang memiliki potensi untuk menjadi Silicon Valley, dengan konsep ekosistem yang mampu melahirkan produk-produk dunia.
Konsep ekosistem menurut Wikan adalah, di mana pada suatu kawasan tersebut bisa menghasilkan produk-produk dengan kualitas terbaik, termasuk melahirkan SDM yang mampu menjadi pemimpin industri dunia.
Bahkan di Batam juga dikatakan memiliki peluang menjadi Silicon Valley oleh Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Sammy Abrijani Pangarepan. Tempat yang dimaksud yaitu pembangunan Nongsa Digital Park untuk mewujudkan ekonomi digital di Batam.
Sammy menambahkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Nongsa Digital Park telah mendapatkan dukungan pemerintah seperti dengan mengundang investasi asing sepanjang tetap berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Menurut Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, H.E. Robert O. Blake saat memberikan kuliah umum di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta lalu, pembangunan sektor ekonomi digital di Indonesia ini akan berjalan dan tumbuh jika didukung kerja sama triple helix antara akademisi, swasta, dan pemerintah. Dengan kolaborasi tersebut memungkinkan akan lahirnya inovasi sehingga industri digital bisa tumbuh.
Dalam hal ini kampus harus mampu menciptakan iklim budaya riset jika ingin meniru keberhasilan Silicon Valley yang didukung oleh 10 universitas top. Kampus di Indonesia juga harus bisa menciptakan inovasi di kalangan penelitinya sehingga bisa menghasilkan produk-produk teknologi yang bisa di tawarkan ke pihak swasta untuk bisa diakses masyarakat.
Dukungan pemerintah juga diperlukan dalam pertumbuhan sektor ekonomi di dalam negeri. Dalam hal ini pemerintah bisa melakukan beberapa upaya seperti memperbesar akses melek internet masyarakat agar e-commerce bisa tumbuh dan inovasi terus berkembang.
Selain itu pemerintah juga harus meningkatkan kecepatan akses internet lewat perusahaan operator telekomunikasi seluler yang sudah ada untuk membantu kerja-kerja digital agar tidak ada lagi terhambat akses internet yang lambat.
Selanjutnya pemerintah juga bisa meningkatkan akses modal untuk pelaku industri start-up di Indonesia untuk terus mengembangkan adanya semacam Silicon Valley. Mengingat banyak ide-ide kreatif anak muda Indonesia yang membutuhkan modal untuk membangun atau melakukan riset.(*)

![[GALERI] Terusan Suez Lancar Usai Kapal Raksasa Dievakuasi](https://batamnow.com/wp-content/uploads/2021/03/kapal-kargo-tersangkut-di-terusan-suez-berhasil-dievakuasi-2_169-75x75.jpeg)