BatamNow.com, Ambon – Juru bicara Satgas Covid-19 Maluku, Adonia Rerung, membantah komandan kompi (danki) di satuan Brimob Polda Maluku meninggal dunia lantaran usai divaksin Covid-19. Almarhum berinisial Ipda LT (45) meninggal dunia dalam status positif Covid-19.
“Hasil swab-nya positif Corona, sebab itu patut diduga meninggalnya karena Corona bukan vaksin, kalau vaksin itu kan gejala-gelaja ringan, sedang saja, gejala ringan sedangkan kepala sakit tapi tidak membahayakan jiwa karena itu dianggap gejala ringan,” kata Adonia Rerung, Senin (05/04/2021).
Dilansir detikcom, Adona menjelaskan pasien mempunyai riwayat penyakit darah tinggi. Namun saat divaksin tekanan darahnya di bawah 180 sehingga dibolehkan menerima vaksin Covid-19.
“Awalnya pasien ada riwayat tekanan darah tinggi hanya kita tidak tahu yang jelasan bahwa hasil swab-nya dia positif Corona, karena dia positif lalu orang kaitannya pasca-vaksin,” ucap dia.
Namun karena Ipda LT meninggal sepekan setelah divaksin, maka banyak yang mengaitkan meninggalnya LT karena usai divaksin.
“Sebelum divaksin sudah ada darah tinggi, tapi kan ketentuan bahwa kalau tekanan darah di bawah 180 boleh divaksin, jadi meskipun menderita darah tinggi asal di bawah 180 boleh divaksin. Jadi bukan karena itu (vaksin) dia (meninggal). Tapi dia menderita Corona, ada bukti laboratorium,” katanya.
“Jadi patut diduga meninggal disebabkan karena Corona bukan divaksin karena secara umum tadi gejala gejala vaksin sampai sekarang itu yang tadi gejala ringan sedang, demam, sakit kepala, badan sakit yang akan hilang 1 dan 2 hari,” tambahnya.
Dia mengatakan Ipda LT pernah dilarikan ke rumah sakit (RS) setelah mengalami gejala demam usai divaksin. Ipda LT, lanjutnya, diberikan obat dan dibolehkan pulang saat kondisinya membaik.
“Kalau tidak salah dia divaksin tanggal 30 Maret sempat masuk ke RS dengan gejala demam dikasih obat membaik, dia pulang. Itu dari carita dari direktur rumah sakitnya bahwa dia masuk ke rumah sakit seperti adanya pasien-pasien lain pasca-vaksin dikasih obat semua dipulangkan. Yang jelas swab-nya positif Corona,” tutur Adonia Rerung.(*)

