Mempertanyakan Profesionalitas PT Moya Mengatasi Kebocoran Pipa Air Minum di Kawasan Muka Kuning di Batam - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Mempertanyakan Profesionalitas PT Moya Mengatasi Kebocoran Pipa Air Minum di Kawasan Muka Kuning di Batam

Oleh: Tim News Room BatamNow.com

Terjadi kebocoran pipa induk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam di kawasan Muka Kuning.

Terjadi kebocoran pipa SPAM Batam di depan halte Rusun Muka Kuning. (F: BatamNow)

Hingga hari ketiga, Rabu (14/04/2021), PT Moya Indonesia sebagai operator SPAM di Batam, belum dapat menemukan titik kebocoran pipa Diamater Nominal (DN) 600 itu.

“Kami terkendela akibat lalu lintas yang ramai. Sehingga hanya malam hari saja pekerjaan perbaikan dapat kami lakukan,” kata Edhisar Hepatando, Departemen Distribusi, Section Repair dari PT Moya Indonesia.

Jangankan untuk mengatasi kebocoran dengan cepat, titik pipa bocor di Jalan Letjend Suprapto di depan halte Rusun Muka Kuning itu, belum pun ditemukan.

Baca Juga:  Pipa SPAM Batam Bocor Sudah 3 Hari Belum Dapat Diatasi

Manual dan Pakai Cangkul

Pada hari Senin (12/04) sudah ada upaya perbaikan oleh Section Repair, Departemen Distribusi PT Moya Indonesia.

Itu dilakukan secara manual dengan menggunakan cangkul.

Alhasil, para pekerja di lapangan tak menemukan titik bocor pipa air minum SPAM itu.

Edhisar memprediksi kedalaman posisi bentangan pipa di bawah permukaan tanah itu, sedalam tiga meter.

Tentu alat cangkul sebenarnya sudah jarang digunakan di era teknologi kekinian. Kemampuan alat tradisional cangkul sangat tak mungkin bisa dengan cepat menemukan titik kebocoran dibanding alat yang modern.

Pekerjaan ini memang bukan untuk mencangkul akar umbi-umbian toh?

Ternyata di era teknologi modern sekarang, pengelola SPAM masih belum dapat melupakan alat petani tradisional ini. Apalagi di perusahaan sekelas PT Moya Indonesia yang akan mengontrol pipa-pipa besar yang tertanam di bawah permukaan tanah

Gagal dengan alat cangkul dimaksud, pada perbaikan di hari kedua yakni Selasa (13/04), dicoba dengan menggunakan ekskavator.

Namun sumber kebocoran air minum itu belum juga ditemukan. Pun sampai pada hari ketiga, Rabu (14/04).

Memang kata Edhisar, ada kesulitan lain di lapangan. Aktivitas tim repair terganggu jaringan kabel fiber optik, pipa gas dan kabel lampu jalan.

Kemungkinan akan memakan waktu lagi perbaikan pipa bocor itu karena pihak PT Moya harus menunggu beberapa izin lagi sebagai antisipasi legal melakukan perbaikan.

“Pengerjaan masih berlanjut. Karena membutuhkan beberapa izin. Pekerjaan tidak mempengaruhi suplai,” kata Astriena Veracia, Corporate Communication Manager PT Moya Indonesia.

Akibat kebocoran pipa air minum yang berhari-hari tak kunjung selesai, air pun meluap membanjiri hingga ke jalan aspal.

Tak ada data valid seberapa banyak air minum yang terbuang percuma.

Terjadi kebocoran pipa SPAM Batam di depan halte Rusun Muka Kuning. (F: BatamNow)

Sementara banyak pelanggan di beberapa kawasan di Batam mengeluh karena tidak mendapat air minum secara kontinu sebagaimana telah dijamin Undang-undang.

Astriena menepis kalau kondisi yang dialami pelanggan air minum itu berkaitan dengan pipa bocor di kawasan Muka Kuning itu.

Namun hal yang dipertanyakan di sini, yakni profesionalitas PT Moya Indonesia sebagai operator SPAM yang acap mengklaim mumpuni cepat melayani keluhan konsumen.

Mempertanyakan profesionalitas kemampuan dini menemukan titik kebocoran di bentangan pipa yang tertanam di bawah permukaan tanah yang sudah berhari-hari itu hanya pada kedalaman 3 meter sebagaimana diakui Edhisar.

Pun deteksi dini dari jarak jauh atas tetiba terjadinya air meluber karena kebocoran dari pipa SPAM, tampaknya masih jauh dari klaim selama ini.

Kebocoran pipa yang hingga meluber ke jalan aspal di Muka Kuning itu, menurut keterangan beberapa pekerja yang menyaksikannya, terjadi sejak Sabtu (10/04).

Sementara upaya perbaikan, baru dilakukan Senin (12/04) dan hingga hari ini Rabu (14/04) titik kebocoran pun belum ditemukan.

Astriena tak menjawab media ini secara spesifik tentang kapan persisnya awal kebocoran dimaksud.

“Langsung dikerjakan kok pak…, namun memang ada bbrp prosed perijinan yg harus didapatkan,” jawab Astriena di WhatsAppnya.

Kalau benar kejadian kebocoran itu terjadi sejak Sabtu, sebagaimana kesaksian beberapa sumber media ini, artinya kemampuan deteksi dini IT canggih pihak PT Moya dapatlah dipertanyakan.

Apalagi sebagai perusahaan pengelola SPAM yang mumpuni di beberapa daerah, sebagaimana klaim dan publikasi pihak manajemen PT Moya Indonesia, selama ini.

Kontroverisi data di atas sungguh tak perlu terjadi andai kebocoran pipa air minum di kawasan Muka Kuning itu dapat segera teratasi tanpa berpanjang argumentasi dan hari penyelesaian kebocoran.(tim)

SendShare

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com