
Ketika seseorang mahasiswa berada di bangku kuliah, maka ia akan sangat familiar dengan istilah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
Sebuah penilaian akhir dari performa seorang mahasiswa terhadap pemahamannya dari mata kuliah yang ia pelajari.

Mahasiswa biasanya akan berusaha untuk mendapatkan IPK terbaik dengan mengerjakan tugas yang diberikan dosennya, atau menjawab dengan benar pertanyaan di setiap ujian yang diberikan dosennya.
Selain itu penilaian IPK juga biasanya memperhitungkan sikap dan kehadiran mahasiswa selama mengikuti perkuliahan tersebut.
IPK ini menjadi sesuatu yang dicari dan dikejar oleh mahasiswa sampai sejauh ini, hal ini tentunya tidak ada salahnya dan menjadi bagus ketika semangat kompetitif itu menjadi motivasinya dalam memperkaya pengetahuannya.
Namun ada baiknya mahasiswa tidak abai terhadap faktor lain yang juga sangat dibutuhkan untuk kesuksesannya ke depan.
Faktor lain tersebut adalah JPK. Kalau kita berbicara masa depan dan kesuksesan ke depan, IPK jelas sangat dibutuhkan buat mahasiswa yang saat ini sedang mendapatkan beasiswa, atau sedang mengincar beasiswa dan juga pastinya yang berencana melamar menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) kedepannya.
Namun apabila seorang mahasiswa berencana untuk melanjutkan karir di swasta atau pada akhirnya berwirausaha (menjadi entrepreneur), JPK tentunya sangat dibutuhkan. Apa saja faktor-faktor yang dimaksud dengan JPK dan seperti apa penjelasannya, berikut diantaranya :
1. Jaringan
Jaringan atau yang biasa disebut juga dengan link menjadi sangat dibutuhkan ketika mahasiswa lulus nantinya.
Keberhasilan seseorang dalam karir atau berbisnis sangat tergantung dari kualitas link yang ia miliki. Sehingga seorang mahasiswa sangat disarankan untuk membangun jaringannya selama kurang lebih empat tahun ada di bangku kuliah.
Kampus menjadi sangat penting dan salah besar kalau ada yang menganggap kuliah itu tidak penting, mengingat kampus adalah tempat terbaik untuk mahasiswa mendapatkan orang-orang dengan semua latar belakang.
Sebagai contoh di kampus seorang mahasiswa bisa menemukan mahasiswa lain yang orang tuanya mungkin adalah seorang gubernur, atau di kampus seorang mahasiswa juga bisa mendapatkan mahasiswa yang orang tuanya merupakan pengusaha sukses di kotanya.
Atau di kampus juga seorang mahasiswa bisa mendapatkan mahasiswa religius, ada juga yang kreatif dan tentunya pintar.
Pada akhirnya kita harus sepakat kampus adalah tempat terbaik yang menyediakan beragam segmen latar belakang yang kita semua butuhkan.
Link-link ini semua pastinya menjadi kebutuhan mahasiswa ke depan karena kita sebagai mahkluk sosial membutuhkan mahasiswa lainnya untuk meraih mimpi dan cita-cita kita. Kita butuh berkolaborasi dan saling membantu. Sehingga kualitas berteman seorang mahasiswa di sini menjadi kunci untuk mendapatkan jaringan yang berkualitas juga.

Penting untuk diingat bahwa dalam 10 atau 20 tahun ke depan, kualitas kehidupan sesorang bisa saja berubah. Artinya yang saat ini kaya raya bisa saja menjadi miskin atau sebaliknya, inilah hukum kehidupan di mana yang abadi dalam kehidupan adalah perubahan itu sendiri.
Sehingga selama mahasiswa kuliah saat ini, ia harus mampu berbaur dan berkenalan dengan segmen pasar yang berkualitas, ia tidak bisa merasa saat ini orang lain yang membutuhkannya karena keadaan ekonomi keluarganya sedang dalam posisi yang sangat bagus. Kehidupan akan berubah dan cara terbaik untuk mengantisipasi perubahan itu sendiri adalah dengan melakukan yang terbaik hari ini.
Adapun prinsip berteman atau membentuk jaringan yang saya sarankan adalah bertemanlah dengan semua orang bahkan yang punya niat buruk terhadap diri kamu.
Hanya saja di sini harus diperhatikan porsinya, artinya berkenalan dengan 80% orang-orang yang memang membawa kamu lebih dekat kepada cita-cita kamu, orang-orang yang menguasai bidangnya di mana bidang tersebut memang bidang yang ingin kamu kuasai juga.
Jadi bertemanlah dengan mereka dan habiskan waktu sebanyak 80%. Kemudian habiskan juga waktu sebanyak 15% dengan orang-orang dibidang yang kamu tidak suka.
Sebagai contoh kalau kamu tidak suka dengan futsal, tetaplah berkenalan dan berteman dengan teman-teman di UKM futsal di mana lingkungan tersebut akan menambah pengetahuan dan cara berpikir yang baru buat kamu.
Dan sisanya 5% kamu harus berteman juga dengan orang-orang yang berusaha mencelakakan kamu, orang-orang yang mungkin tidak menyukai kamu.
Karena harus ingat orang-orang yang 5% ini, yang kamu enggak suka ini dan harus berteman dengan mereka, adalah orang-orang yang mengajarkan kepada kamu apa arti keikhlasan dalam hidup. Dan orang bijak sering berujar ikhlas adalah ilmu tertinggi dalam kehidupan.
2. Pola Pikir
Pola pikir di sini berbicara tentang pikiran kita dan ini tidak ada hubungannya dengan kepintaran seseorang.
Biasanya orang-orang yang punya pola pikir yang sehat, punya masukan pikiran yang baik. Masukan-masukan atau makanan-makanan pikiran yang baik itu bisa didapat dari diskusinya dengan orang-orang yang memang sudah berpengalaman.
Mungkin saja karena dia sering nonton video di YouTube dari orang-orang yang sudah berhasil dalam hidupnya atau justru bisa juga dengan membaca buku.
Membaca buku ini menjadi baik karena rata-rata orang yang menulis buku itu punya pengalaman hidup yang kurang lebih sudah 20 tahun lamanya di bidangnya. Sehingga akan sangat bagus apabila kita mau mempelajari pengalaman hidup penulis tersebut untuk membekali kamu kedepannya.
Pertanyaannya adalah bagaimana cara kita untuk punya pola pikir yang baik yang kiranya nanti membantu kita ke depan?
Rumusnya adalah P + R = H, dimana P adalah Peristiwa dan R itu adalah Respons serta H itu adalah Hasil.
Jadi apapun Peristiwa yang datang kepada kamu, mau itu suka atau duka, positif atau negatif, maka kamu dituntut punya Respons yang bagus. Dengan memiliki Respon yang bagus maka Hasilnya juga akan bagus.

Hal ini bisa diilustrasikan dengan kita menjumlahkan bilangan 1+2=3. Apabila masalah atau Peristiwa itu diilustrasikan dengan 1 dan 3 diiilustrasikan dengan Hasil, maka kita bisa merubah Hasil dalam kehidupan ini dengan merubah Respon kita, yang kita ilustrasikan dengan 2.
Apabila kita tidak suka dengan Hasil 3 dan ingin memiliki Hasil 10, maka kita bisa merubah Respon kita dari 2 menjadi 9. Dengan cara itu kita akan mendapatkan Hasil yang kita inginkan.
Nah, jadi tidak ada alasan yang kamu kedepankan apabila kamu gagal dalam beberapa lamaran pekerjaan atau bisnis kamu bangkrut dan kamu tidak mau berusaha lagi.
Kamu tidak bisa menyalahkan cuaca atau apapun yang ada di luar kamu, karena pada akhirnya kamu bisa mencoba lagi dengan cara yang lebih cerdas lagi. Mencari kambing hitam dan menyalahkan keadaan tidak akan bisa merubah hasil apapun dalam pencapaian cita-cita kamu.
Kita tidak bisa menyalahkan orang tua yang tidak kaya, atau kita berasal dari garis keturunan yang tidak berbakat menjadi pengusaha.
Namun kita bisa mencari pengetahuan baru dan kenalan dengan orang baru serta berusaha sangat keras untuk bisa sampai di garis finish yang kita inginkan.
Dunia ini selalu menunjukkan ada banyak orang-orang yang kita lihat tidak beruntung dalam hidupnya namun bisa menjadi orang-orang sukses.
Seberapa pahit pun kehidupan kita, kalau kita punya pola pikir yang sehat, yang optimis maka kita akan menikmati proses menuju keberhasilan kita.
Perlu diingat kita bisa mengeluh karena bunga mawar itu berduri, atau justru bersuka cita itu berbunga mawar.
Pilihan ada di tangan kita untuk bangkit dan terus mengejar mimpi kita atau terus menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain dan menyalahkan cuaca karena itu menghambat mimpi kita semuanya.
Semuanya kembali ke kita untuk memiliki pola pikir yang sehat.
3. Kredibilitas
Ada begitu banyak mahasiswa yang keliru dalam konsep berteman, di mana mereka terlalu berfokus untuk punya banyak teman dan dikenal oleh semua orang.
Sama halnya dengan faktor pertama di atas, kita memang disarankan untuk memiliki banyak teman, namun sangat penting juga untuk dikenal banyak orang karena nama baik kita.
Artinya orang kenal dengan kita karena kredibilitas yang kita miliki bukan karena image buruk yang melekat dengan kita. Karena semuanya akan menjadi buruk ketika kita terkenal di sebuah kota, namun terkenal karena suka menipu orang, dikenal sebagai orang yang tidak bertanggung jawab atau hal-hal buruk lainnya.
Kredibilitas juga bukanlah tentang kepintaran, banyak mahasiswa yang berpikir bahwa dengan dia memiliki IPK tinggi maka kredibilitasnya akan otomatis baik.

Orang pintar belum tentu kredibel, orang yang kredibel juga belum tentu pintar. Kredibel lebih menuntut attitude atau sikap kita, bukan sekedar kecerdasan kita semata. Sikap-sikap positif seperti bertanggung jawab, pekerja keras dan mampu bekerja sama adalah beberapa contoh saja dari kredibel.
Sehingga disarankan buat kamu jangan salah dalam menempatkan kredibilitas sebagai sebuah kecerdasan semata.
Berbicara tentang kredibilitas, itu artinya kita berbicara tentang image kamu yang terbentuk di lingkungan kamu. Kalau image kamu yang terbangun sering membuat banyak masalah, maka otomatis teman-teman kamu pastinya berusaha untuk menghindar dari kamu setelah lulus nantinya.
Namun sebaliknya jika image kamu yang terbangun sebagai orang yang jujur, maka akan banyak teman-teman yang akan berusaha mendekat kepada kamu.
Bahkan kamu akan menjadi seperti sebuah magnet yang menarik mereka. Terutama kalau kamu yang akan berbisnis nantinya setelah lulus, dan membutuhkan investor untuk mau menginvestasikan dananya buat usaha kamu, maka mereka akan sangat percaya dan ingin sekali bekerja sama dengan orang-orang yang jujur seperti kamu.
Pada prinsipnya membangun nama baik itu butuh 10-20 tahun lamanya, namun untuk menghancurkannya kita hanya butuh satu menit atau kurang. Jadi bangunlah nama baik kamu selama kamu masih kuliah dan ingat bangun yang positif yah.
Itulah 3 faktor penting yang menentukan mahasiswa ke depannya dan semoga kita semua bisa mempersiapkannya dengan baik.
Salam Sukses Selalu..!(*)