Hikmah di Balik Evakuasi WNI ke Natuna - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Hikmah di Balik Evakuasi WNI ke Natuna

06/Feb/2020 13:34
Hikmah di Balik Evakuasi WNI ke Natuna

WNI yang tiba dari Wuhan. (F.idntimes.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BANYAK hikmah dan pelajaran yang mesti dipetik dari proses evakuasi 245 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, ke Natuna.

Bahwa masyarakat tempatan Natuna sempat melakukan aksi penolakan agar daerah mereka tak dijadikan tempat observasi, satu hal yang logis. Kekuatiran serta kerisauan besar masyarat di sana terhadap Virus Corona, pun sungguh logis.

WNI yang tiba dari Wuhan. (F.idntimes.com)

Dalam suasana batin masyarakat Natuna, bisa jadi sebenarnya tidak bermaksud menolak langsung kedatangan warga sebangsanya yang dievakuasi dari Provinsi Hubei, China itu. Namun yang mereka kuatirkan, sekali lagi, penyebaran Virus Corona mematikan itu. Mereka wanti-wanti.

Kenapa ke Natuna? Itu pertanyaan mendasar dari masyarakat di sana.

Pun kalau harus ke daerah mereka, alangkah baiknya bila WNI dari China itu diobservasi di atas kapal perang di laut Natuna.

Ini solusi positif agar WNI terevakuasi dapat diisolasi dari aktifitas masyarakat di sana.

Bukankah kapal perang di pangkalan Militer TNI memiliki kapasitas untuk mengobservasi kondisi genting seperti itu.
Atau kalau alasannya pangkalan militer lebih tepat karena memiliki fasilitas yang mumpuni untuk observasi, bukankah masih ada empat pangkalan militer lain lagi di Indonesia seperti, Biak, Morotai, Merauke, dan Saumlaki.

Mengapa mesti ke Natuna? Banyak faktor rasional yang mereka sampaikan sebagai sikap tegas ke pemerintah, karena dibayangi kekuatiran itu.

Dan akumulasi protes beberapa hari itu, terjadilah unjuk rasa besar melibatkan masyarakat di sana.

Menkes Terawan Menjadi Jaminan

Empat belas hari masa observasi itu akan berjalan dan tetap dilaksanakan di Natuna, meski di tengah penolakan keras.

Bahkan di tengah proses observasi yang tengah berjalan, tersiar kabar adanya eksodus besar-besaran masyarakat Natuna karena ketakutan manakala terjangkit Virus Carona dari rombongan WNI yang datang dari Wuhan. Dan ini dibantah keras oleh Bupati Natuna Hamid Rizal.

Pemerintah lewat Presiden Jokowi sudah menjamin bahwa tak seorang pun WNI dari China itu terinveksi virus.

Semua dari mereka, kata Jokowi, dalam kondisi sehat. Kecuali proses observasi yang sesuai standar operasional dini, harus dilakukan. Demi menyelamatkan WNI dari Wuhan.

Hikmah dari kejadian ini, banyak. Salah satunya, ini menjadi pembelajaran mahal dalam hal mengantisipasi dini.

Bagaimana ke depan, negara harus siap, manakala kejadian serupa terjadi, bahkan kemungkinan yang lebih dahsyad.

Di mana tempat evakuasi dan observasi harus sudah tersedia, dengan posisi yang terisolir jauh dari masyarakat. Jakarta, tak boleh ujuk-ujuk asal memilih daerah tujuan observasi. Kearifan lokal harus menjadi pertimbangan matang karena masalah itu sensitif mengundang kemarahan rakyat.

Komunikasi dengan daerah harus lebih soft. Jangan sampai ada publikasi yang simpang siur dari para pemangku kepentingan. Ini penting untuk menjaga kondisifitas di daerah tujuan observasi.

Hikmat positif pun banyak dari kejadian ini. Belakangan ini, Natuna menjadi semakin popular, tak saja hanya di Indonesia bahkan di tataran internasional.

Paling tidak, isu terkini, mulai dari aksi nelayan China yang dikawal Coast Guard.

Perhatian pemerintah pusat, akhir-akhir ini, bertubi-tubi ke pulau sebelah Timur Pulau Sumatera, Provinsi Kepri ini.

Belakangan tidak saja hanya para menteri, tapi Jokowi pun beberapa kali menginap di Natuna.

Bisa jadi di balik hikmah kali ini, Natuna akan menjadi maju pesat ke depan, khususnya dalam bidang ekonomi dan pembangunan di semua lini kehidupan, karena dari sudut kaca mata marketing, daerah ini kadung kesohor ke mana-mana.

Potensi daerah ini memang bermasa depan. Selain peningkatan ekonomi yang bersumber dari potensi laut, prospek alam dan pantai Natuna, sangat “menjual”. Kita berharap dalam rentang 14 hari ke depan, apa yang dijanjikan Menteri Kesehatan Terawan dan Presiden berjalan dengan baik, semua rombongan WNI dari Wuhan dan daerah ini, negatif dari Virus Carona.(on/js)

Berita Sebelumnya

Ketua Relawan Jokowi  Menghimpun Masukan

Berita Selanjutnya

Indikasi McDermott Terancam Bangkrut

Berita Selanjutnya
McDermott Bangkrut

Indikasi McDermott Terancam Bangkrut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com