BatamNow – Anggota DPRD Batam Werton Panggabean bersuara soal rencana rationing air bersih ke pelanggan PT Adhya Tirta Batam (ATB).

“Pada prinsipnya kami tetap menolak dilakukan rationing terhadap pelanggan ATB,” kata Werton ke BatamNow, Selasa (10/3/2020).
Menurut Ketua Komisi 3 DPRD Batam itu, BP Batam tidak bisa “cuci tangan” atas krisis air yang terjadi saat ini.
“Jika berdasarkan evaluasi terpaksa harus dilakukan rationing, kami akan meminta BP Batam memberikan kompensasi kepada masyarakat terdampak rationing,” ucap Werton.
Pihak Komisi 3 DPRD Batam telah mengundang BP Batam dan ATB untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait krisis air ini. Rapat itu sejatinya akan di gelar kemarin siang.
“RDP hari ini di tunda ke Senin (15/3/2020)
depan. BP Batam dan ATB sedang mengadakan rapat internal,” ungkap Werton Selasa (10/3/2020) lalu.
Kamis (5/3/2020) lalu, Pihak BP Batam dan ATB mengadakan konferensi pers terkait rencana rationing atau penggiliran suplai air.
BP Batam dan ATB menyepakati penggiliran itu dengan skenario 5 hari air mengalir dan 2 hari distribusi air “off” alias berhenti. Cara ini demi memperpanjang usia distribusi air dari dam.
Namun, kebijakan itu menurut Werton, masih harus dirapatkan ulang menyesuaikan dengan argumentasi DPRD Batam.(junpa/om)
