Utusan Sarumaha: Pemenang Lelang SPAM Batam Jangan karena Kedekatan, Tapi Kualitas - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Utusan Sarumaha: Pemenang Lelang SPAM Batam Jangan karena Kedekatan, Tapi Kualitas

28/Jul/2021 14:41
Utusan Sarumaha: Leasing Tidak Boleh Menarik Mobil Tanpa Penetapan Pengadilan Negeri

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Anggota DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha menekankan, proses lelang operator SPAM Batam yang tengah berlangsung harus berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan aturan dan norma.

“Pada saat penetapan pemenang lelang itu, tentu bukan karena kedekatan tetapi karena memenuhi kriteria dan kualitasnya benar-benar terjamin,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) telah membuka tender (lelang) untuk pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam untuk memilih mitra kerja sama jangka panjang dalam pengoperasian dan pemeliharaan (operating and maintenance) SPAM Batam.

Lelang ini untuk mencari pengelola SPAM Batam definitif untuk 15 tahun ke depan.

Kini, pegelolaan SPAM Batam masih ditangani oleh BP Batam dengan PT Moya Indonesia sebagai mitra operating & maintenance (O&M) sampai 31 Oktober 2021 nanti.

Kepada BatamNow.com, Sarumaha mengatakan BP Batam dan PT Moya Indonesia harus dapat menjamin ketersediaan air minum bagi masyarakat sampai masa transisi berakhir.

“Yang paling urgent adalah terkait dengan distribusi air secara normal ke setiap pelosok di Kota Batam,” tegasnya.

“Ini harus menjadi perhatian serius bagi PT Moya dan BP Batam. Dan itu kita dorong terus agar pelayanan itu lebih maksimal kepada masyarakat,” ujarnya, Rabu (28/07/2021).

Satu contoh, ada ribuan konsumen di Tanjung Uncang yang masih belum terjamin kontinuitas aliran air minum ke rumahnya. Mereka ini adalah warga di Perumahan Citra Indomas tahap 1 dan 2, Perumahan Putra Jaya, dan Perumahan Puri Pesona tahap 1 dan 2.

Baca Juga:  Tengoklah Nasib Ribuan Konsumen di Tanjung Uncang Ini. Bertahun Meronda Tengah Malam Untuk Mendapatkan Air Minum

Sarumaha juga berharap proses lelang dapat berjalan dengan cepat. “Supaya persoalan-persoalan tadi bisa terjawab secara tuntas dalam waktu yang cepat,” katanya.

Ia mengingatkan peserta lelang bahwa pemenang untuk operator SPAM Batam nantinya akan memiliki beberapa “PR” yang harus diselesaikan, jika terpilih.

Sebagai contoh kata dia, penyambungan baru meteran air minum yang masih sulit.

“Kebetulan saya dapil Sagulung, di kavling itu harganya masih sangat memberatkan masyarakat. Bahkan kalau rumamnya 2 kavling dibangun 1 rumah, maka itu dihitung 2 pintu, bisa bayar sampai Rp 10 jutaan,” jelas Sarumaha.

Kondisi ini sangat memberatkan masyarakat, kata Sarumaha. Dan ia berpesan bahwa diperlukan terobosan-terobosan baru oleh operator yang kelak terpilih untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Pemenang lelang ke depan itu, secara kuantitas dan kualitas jauh harus melebihi dari PT ATB. ATB ya sudah memberikan yang terbaik, berharap kita ke depan ini lebih meningkatkan lagi,” ucapnya.

Ia tegaskan, pemenuhan kebutuhan akan air minum untuk masyarakat harus betul-betul terjamin dan tidak terganggu.

Sarumaha juga mengatakan masyarakat sebagai konsumen air minum berhak memberikan masukan kepada peserta lelang operator SPAM Batam yang sedang berlangsung.

“Karena bagaimana juga, nanti masyarakat yang terganggu ketika lelang ini dimenangkan oleh perusahaan-perusahaan yang tidak profesional,” terangnya.

Sarumaha mengakui bahwa PT Moya sebagai pengelola SPAM Batam di masa transisi ini masih memiliki kekurangan, “karena dia juga tidak bisa melakukan investasi secara besar-besaran.”

Menurut Sarumaha, distribusi dan kualitas air minum menjadi tantangan terbesar bagi pengelola SPAM Batam di masa transisi 9 bulan ini. “Kalau melihat PT Moya belum maksimal, memang kita akui itu,” ujar Sarumaha.

“Masih banyak juga, masyarakat yang harus menunggu aliran air di jam 10 malam, jam 12 malam bahkan jam 3 subuh. Tidak tidur untuk menunggu air, itu memang realita,” jelasnya.

Kembali ia tegaskan, soal jaminan distribusi air minum yang mengalir 24 jam ini sangatlah penting.

Dia katakan, apalagi Batam direncanakan sebagai tujuan investasi. “Malu juga kita Kota Batam ini untuk investasi tapi airnya tidak terjamin ketersediannya,” katanya.(LL/D)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

BREAKING NEWS: Jenazah Friska Dibawa ke Kantor Wali Kota Batam, DPRD dan Disperindag. Minta Gustian Riau Bertanggung Jawab

Berita Selanjutnya

Wali Kota Batam, Kadisperindag dan Anggota DPRD Enggan Temui Keluarga Friska dan Ratusan Warga Pasar Induk Jodoh

Berita Selanjutnya
Wali Kota Batam, Kadisperindag dan Anggota DPRD Enggan Temui Keluarga Friska dan Ratusan Warga Pasar Induk Jodoh

Wali Kota Batam, Kadisperindag dan Anggota DPRD Enggan Temui Keluarga Friska dan Ratusan Warga Pasar Induk Jodoh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com