Ketua DPD REI Batam: Penjualan Berkurang, Namun Rumah Murah dan Subsidi Masih Lancar - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Ketua DPD REI Batam: Penjualan Berkurang, Namun Rumah Murah dan Subsidi Masih Lancar

26/Agu/2021 12:31
Ketua DPD REI Batam: Penjualan Berkurang, Namun Rumah Murah dan Subsidi Masih Lancar

Ilustrasi properti. (F: Antara)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Kota Batam Achyar Arfan mengungkapkan bahwa selama pandemi Covid-19 ini, market penjualan rumah murah di Kota Batam masih lancar. Meski begitu, ia tak memungkiri bahwa penjualan secara keseluruhan mengalami penurunan.

“Tentu seperti bisnis lain, banyak pengurangan dari segi pendapatan dan penjualan. Tapi dari segi segmen/ market untuk rumah yang murah apalagi yang subsidi itu masih tetap lancar,” ujar Achyar kepada BatamNow.com, Kamis (26/08/2021).

Ia deskripsikan, menurutnya ia dikategorikan sebagai rumah murah itu adalah yang harganya berada di bawah Rp 300 juta, sedangkan yang subsidi di kisaran Rp 150 juta ke bawah.

Achyar katakan, untuk rumah segmen menengah ke atas para developer masih belum berani untuk membangun unit baru di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Yang saya dengar dari teman-teman, yang sudah ada saja di-mantain, yang sudah mulai mencicil dan cash bertahap,” jelasnya.

“Masih tunggu situasi kedepannya bagaimana,” lanjut Achyar.

Baca Juga:  Tegas! Danrem Akan Perjuangkan Uang Makan Relawan RSKI Galang. Brigjen TNI Yudi: Saya Komandan Kalian, Jabatan Saya Taruhannya

Soal adanya developer yang ditegur pihak BP Batam dan akan dicabut lahannya karena belum dibangun, Achyar tegaskan kebijakan BP Batam itu tidak pada lahan pengembang yang terkendala pandemi Covid-19.

“Karena mereka itu mungkin sudah 10 tahun atau 15 tahun tidak mau membangun. Zaman orang banyak membangun, dia tak membangun,” jelasnya.

Beberapa bulan lalu, Kepala BP Batam Muhammad Rudi menegur para investor yang memiliki lahan dan terbengkalai tidak dibangun dan berlangsung bertahun-tahun.

“Karena tidak dibangun maka akan ada evaluasi lahan. Kalau evaluasi dia tidak sesuai dengan perjanjian akan dicabut,” ujarnya.

Hal itu disampaikan Rudi dalam konferensi pers di Gedung Marketing Center BP Batam, Selasa (27/04) mebahas pemberitaan tumpang tindih lahan yang dapat mengganggu iklim investasi.

Rudi katakan, banyak masalah di balik tumpang tindih lahan di Batam dan ini sedari dulu. BP Batam sebagai pemilik lahan berjanji mengupayakan penyelesaian masalah itu.(LL)

Berita Sebelumnya

Bahaya Mengintai Kamu yang Tolak Suntik Vaksin Covid-19

Berita Selanjutnya

Sebelumnya Menimbulkan Ricuh, Pembongkaran Pasar Induk Jodoh Dilanjutkan dan Berjalan Lancar

Berita Selanjutnya
Sebelumnya Menimbulkan Ricuh, Pembongkaran Pasar Induk Jodoh Dilanjutkan dan Berjalan Lancar

Sebelumnya Menimbulkan Ricuh, Pembongkaran Pasar Induk Jodoh Dilanjutkan dan Berjalan Lancar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com