BatamNow.com – Warga terdampak kebakaran ruli Baloi Mas Indah kini sangat mengharapkan bantuan tempat tinggal dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Total 21 rumah yang hangus terbakar dalam peristiwa, Rabu (08/09/2021) malam itu.
Ditemui BatamNow.com di lokasi, beberapa pemilik rumah mengungkapkan harapan mereka yang sangat menginginkan bantuan tempat tinggal.
“Saya tinggal sendiri di sini, rumah saya hangus terbakar semua tidak ada yang tertinggal. Saya berharap kalau bisa pemerintah membantu supaya bisa dibangun lagi atau dipindahkan pun saya mau,” pinta Edi Susanto, Jumat (10/09) siang.
Senada, Mustafa juga berharap Pemko Batam memberikan bantuan dana untuk pembangunan ulang rumahnya yang telah hangus dilalap api. “Saya dan warga lainnya juga berharap bisa dibantu supaya bisa membangun lagi di sini,” ujarnya.
Ketua RW 09 Baloi Mas Indah, Sulasmadi mengatakan para pemilik rumah yang terdampak kebakaran itu berharap masih bisa membangun lagi di lokasi yang sama. “Kita menunggu informasi dari pemerintah,” ujarnya.
Sementara Camat Lubuk Baja Novi Harmadiyastuti mengatakan kepada BatamNow.com, tidak ada relokasi karena status pemukiman itu ruli yang berdiri di atas tanah perusahaan. “Kita sekarang, untuk pemulihan warga pasca kebakaran dulu,” ujarnya.
Pantauan media ini, para warga sementara ini tinggal di 2 tenda Kemensos yang didirikan di sana serta ada juga yang menumpang di rumah warga lainnya. Total 45 KK yang terdiri dari 123 orang yang terdampak dari kebakaran Ruli.
Bantuan Terus Berdatangan
Pantauan BatamNow.com di lokasi, bantuan terus berdatangan untuk warga ruli Baloi Mas Indah. Mulai dari masyarakat hingga instansi pemerintahan. Selain itu, di lokasi juga telah didirikan dapur umum dan tenda pengungsian.
“Untuk bantuan sampai hari ini sudah banyak berdatangan dari Polres, Polsek Lubuk Baja, BIN, Bea Cukai dan ada juga dari pribadi,” ujar Wakil Koordinator Tagana Yena mengatakan ke BatamNow.com, Jumat (10/09) siang.
Ditemui di lokasi, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam Ambang Priyonggo bersama Dharma Wanita memberikan bantuan berupa sembako dan pakaian untuk warga di sana.
“Ini sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan kebetulan dekat dengan rumah,” ujar Ambang Priyonggo.
Bantuan juga datang dari Polsek Lubuk Baja yang sebelumnya telah menyaalurkan bantuan makan siang kepada warga pada Kamis (09/09).
“Hari ini juga kita beri bantuan makan siang 150 pack,” ujar Kapolsek Lubuk Baja AKP Budi Hartono, Jumat (10/09).
Budi mengimbau agar sementara ini warga tidak memasuki rumah mereka yang ikut dilalap api dalam kebakaran pada Rabu (08/09) lalu itu.
Selain karena faktor sisa bangunan yang rentan runtuh pasca kebakaran, juga karena lokasi masih dipasangi garis polisi guna penyelidikan lebih lanjut.
“Di dalam kan sudah di-police line. Labfor dan Iden belum masuk untuk penyelidikan penyebab kebakaran. Jadi nggak boleh yang namanya TKP diobrak abrik. Meskipun pemilik tidak boleh masuk,” jelas Kapolsek Lubuk Baja Budi Hartono.(Hendra)


