Kecelakaan Pesawat Rimbun Air PK-OTW, Ditemukan Hancur di Bukit, Seluruh Kru Meninggal - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kecelakaan Pesawat Rimbun Air PK-OTW, Ditemukan Hancur di Bukit, Seluruh Kru Meninggal

16/Sep/2021 07:22
Pesawat Rimbun Air yang Hilang Kontak Telah Ditemukan, Polisi: Kondisi Pesawat Hancur

Salah satu pesawat dari Rimbun Air. (F: Rimbun Air)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Petugas Airnav Sugapa pada Rabu (15/09/2021) pukul 07.30 WIT kehilangan kontak dengan pesawat Rimbun Air PK-OTW.

Dilansir Kompas.com, seharusnya pesawat yang terbang dari Bandara Nabire pukul 06.40 WIT itu hanya membutuhkan waktu tempuh selama 40 menit untuk sampai di Sugapa.

Namun, pesawat itu tidak pernah sampai di Bandara Bilogai, Distrik Sugapa.

Hilang kontak dekat bandara

Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan menyatakan, pesawat Rimbun Air PK OTW hilang kontak di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (15/09) pagi.

Lokasi hilang kontak tepatnya berdekatan dengan Bandara Bilogai, Distrik Sugapa.

Bandara Bilogai Sugapa merupakan salah satu bandara di Papua yang berada di tepian jurang dan landasannya hanya sepanjang 600 meter.

Sehingga, hanya pesawat berbadan kecil yang bisa mendarat di lokasi tersebut.

“Iya, hilang kontak ketika masuk ke Bilogai, sudah dekat dengan bandara,” ujar Sandi, Rabu.

Pesawat itu memuat kargo bahan bangunan dan diawaki oleh tiga orang kru.

Mereka yakni Mirza sebagi pilot, Fajar sebagai kopilot, dan Iswahyudi selaku teknisi.

Setelah dinyatakan hilang kontak, petugas melakukan pencarian dengan helikopter.

Sandi menyebut, ponsel pilot aktif saat dikontak, namun tidak diangkat.

Ditemukan hancur di bukit

Setelah dilakukan upaya pencarian akhirnya petugas menemukan pesawat tersebut.

Pesawat ditemukan hancur di bukit yang memiliki ketinggian 2.400 mdpl dan berjarak sekitar 6 kilometer dari Bandara Bilogai.

Berdasarkan pengamatan dari helikopter, kondisi pesawat sudah dalam keadaan hancur.

Tiga orang kru yang ikut dalam penerbangan tersebut kecil kemungkinan selamat.

Baca Juga:  Peringatan Buat Influencer! OJK Larang Jual Produk Binomo Cs

“Kondisi pesawatnya hancur, kecil kemungkinan selamat, bagian kepala pesawatnya yang paling hancur,” kata dia.

Tim evakuasi gabungan tiba di lokasi kecelakaan pesawat Rimbun Air di salah satu gunung di Kampung Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (15/9/2021). (F: Dok TNI-Polri)

Tantangan evakuasi korban

Petugas memutuskan evakuasi korban akan dilakukan dengan jalur darat.

Namun, lokasi tempat kecelakaan pesawat itu merupakan daerah rawan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Mengantisipasi adanya gangguan dari KKB wilayah tersebut, aparat keamanan akan didampingi oleh tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Kepala Kantor SAR Timika, George LM Randang mengatakan, butuh waktu tujuh hingga delapan jam dengan berjalan kaki untuk mencapai lokasi jatuhnya pesawat itu.

Tim harus melewati hutan yang terjal.

“Jika ditarik lurus jarak lokasi jatuh pesawat sekitar enam kilometer dari Bandara Sugapa,” ujar George.

Cuaca buruk juga menjadi kendala bagi tim untuk evakuasi korban.

Tiga jenazah kru pesawat Rimbun Air PK OTW berhasil dievakuasi dan dibawa ke Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (15/09/2021). (F: Dok/ Polres Intan Jaya)

Seluruh kru pesawat meninggal

Tim akhirnya bisa menjangkau lokasi kecelakaan. Seluruh kru ditemukan meninggal dunia.

“Pilot, Kopilot dan Mekanik semua ditemukan meninggal,” ujar AKBP Sandi.

Tim evakuasi berhasil mencapai lokasi kecelakaan sejak pukul 16.30 WIT.

Namun, cuaca menjadi kendala karena hujan turun sejak siang.

“Ketinggian di 2.400 mdpl. Cuaca hujan dan kabut, (tebingnya) curam sekali. Helikopter tidak bisa mendekat,” kata dia.

Tim evakuasi gabungan berusaha mengevakuasi jenazah para korban di malam harinya.

Akhirnya, pada pukul 23.50 WIT, para korban dapat dievakuasi ke Sugapa.

Kapolres melanjutkan, proses evakuasi berjalan lancar meski kondisi geografis di lokasi kecelakaan merupakan hutan terjal dan berada di ketinggian 2.400 mdpl.

Jumlah tim evakuasi pun cukup besar, yaitu lebih dari 100 personel gabungan, termasuk 34 orang masyarakat setempat.(*)

Berita Sebelumnya

Tingkatkan Service Excellence pada Badan Usaha BP Batam

Berita Selanjutnya

Peringati 50 Tahun Hari Bakti, BP Batam Gelar Kompetisi Fotografi Infrastruktur

Berita Selanjutnya
Peringati 50 Tahun Hari Bakti, BP Batam Gelar Kompetisi Fotografi Infrastruktur

Peringati 50 Tahun Hari Bakti, BP Batam Gelar Kompetisi Fotografi Infrastruktur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com