Heboh Sekolah Tatap Muka Jadi Klaster Covid, Ini Kata Nadiem - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Heboh Sekolah Tatap Muka Jadi Klaster Covid, Ini Kata Nadiem

28/Sep/2021 06:21
Nadiem Kukuh Buka Sekolah Tatap Muka: Kita Tertinggal

Pernyataan Nadiem Makarim, Terhadap Sekolah tatap muka di Negara lain. (F: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Beberapa waktu terakhir sempat ramai diberitakan adanya klaster Covid-19 saat sekolah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan angka yang tersebar merupakan data kumulatif bukan dalam satu bulan.

“Angka 2,8% satuan pendidikan data kumulatif bukan data satu bulan. Masa covid bukan dari bulan terakhir PTM terjadi, 2,8% dilaporkan sekolah itupun belum tentu melaksanakan PTM,” kata Nadiem dalam Keterangan Pers PPKM, Senin (28/09/2021).

Selain itu terdapat data-data seperti 15 ribu murid dan 7 ribu guru, yang disebut Nadiem sebagai laporan mentah dan banyak eror. Menurutnya ada sekolah dengan jumlah positif melampaui jumlah murid yang ada di sekolah tersebut.

Dia menekankan untuk tetap berfokus pada laporan yang ada, terutama yang disajikan oleh Kementerian Kesehatan.

“Berfokus pada data yang ada, terutama data dari Kemenkes yang mendapatkan berbagai macam test result dan sampling,” ujarnya.

Salah satu yang ramai diberitakan adalah adanya 25 klaster Covid-19 selama PTM terbatas di Jakarta. Namun berdasarkan penelusuran di lapangan, survey yang dilakukan Dirjen PAUD Dikdasmen merupakan survey pada responden sekolah dan bukan hasil surveilans Dinas Kesehatan mengenai kasus positif yang ditemukan.

Baca Juga:  Pengusaha Mulai Serbu Tambang Pasir Laut di Kepri

Dalam kesempatan yang sama, Nadiem juga menyebutkan terdapat dua kolaborasi pihaknya dengan Kementerian Kesehatan. Pertama adalah sekolah mendukung random testing sampling.

Nadiem menyebut akan menutup sekolah apabila positivity ratenya mencapai lebih dari 5%. Dengan begitu akan lebih valid dan tidak merugikan.

“Integrasi PeduliLindungi dan mengimplementasi program di sekolah,” ungkapnya.(*)

Berita Sebelumnya

BP Batam Launching Sistem Perizinan Online Terpadu, Menko Perekonomian Harapkan Peningkatan Investasi

Berita Selanjutnya

Resah Imbas Kebijakan Pertamina, Bertepatan Presiden Jokowi ke Batam

Berita Selanjutnya
Resah Imbas Kebijakan Pertamina, Bertepatan Presiden Jokowi ke Batam

Resah Imbas Kebijakan Pertamina, Bertepatan Presiden Jokowi ke Batam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com