Gawat! Malaysia Kena Resesi Seks? Angka Kelahiran Jeblok - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Gawat! Malaysia Kena Resesi Seks? Angka Kelahiran Jeblok

15/Okt/2021 16:15
Gawat! Malaysia Kena Resesi Seks? Angka Kelahiran Jeblok

Ilustrasi Malaysia. (F: AP/ Vincent Thian)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Sebuah laporan terbaru menunjukkan bahwa angka kelahiran di Malaysia tahun 2020 mencapai titik terendahnya. Hal ini dikarenakan tingkat kesuburan wanita yang menurun di Negeri Jiran itu.

Dilansir CNBCIndonesia.com, mengutip media lokal The Star, Kepala Statistik Datuk Seri Dr Mohd Uzir Mahidin mengatakan tingkat kesuburan total (TFR) negara itu turun menjadi 1,7 bayi tahun 2020 lalu, dibandingkan dengan 1,8 bayi pada 2019.

“Tingkat kesuburan 2020 adalah yang terendah dalam empat dekade. Pada tahun 1970, angkanya adalah 4,9 anak per wanita,” katanya dalam sebuah pernyataan pada Kamis (14/10/2021) setelah rilis “Statistik Vital Malaysia 2021” yang diterbitkan oleh departemen itu.

Data ini sendiri membuat negara persekutuan itu memiliki angka TFR di bawah standar tingkat penggantian yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Tingkat penggantian adalah tingkat kesuburan yang diperlukan untuk menjaga kestabilan populasi dari generasi ke generasi.

“Sejak 2013, tingkat kesuburan Malaysia berada di bawah standar penggantian PBB sebesar 2,1 bayi.”

Baca Juga:  Sidang Tertutup, Agenda Pemeriksaan Saksi Pembunuhan Eks Direktur RSUD Padangsidimpuan di Batam

Dr Mohd Uzir menyebut bahwa penurunan ini dialami oleh semua etnis yang dominan di negara itu yakni Melayu, Tionghoa, dan India.

“TFR Melayu turun dari 2,6 bayi menjadi 2,2 bayi. Untuk Tionghoa, turun dari 1,5 bayi menjadi 1,0 bayi, dan di antara etnis India, 1,7 bayi menjadi 1,2 bayi pada tahun 2020.

Lebih lanjut, kepala statistik tersebut menambahkan bahwa penurunan ini disumbangkan oleh peningkatan tingkat pendidikan dan bertambahnya partisipasi perempuan dalam angkatan kerja.

“Selain itu, faktor-faktor seperti peningkatan rata-rata usia kawin pertama, urbanisasi, perubahan gaya hidup, status ekonomi, dan peningkatan penggunaan metode KB juga berkontribusi terhadap tren penurunan kelahiran,” tambahnya.

Mengutip laman yang sama, Malaysia memiliki tiga negara bagian yang paling subur. Yakni Terengganu (2,9 bayi), Putrajaya (2,8) dan Kelantan (2,7). (*)

Berita Sebelumnya

Wali Kota Lantik Salim Jadi Kadishub, Reza Rezaldi Khadafi Kasatpol PP Batam

Berita Selanjutnya

Tangis Ibu Kandung Mery pun Pecah Saat Rombongan Pemko Batam Melayat di Rumah Duka

Berita Selanjutnya

Tangis Ibu Kandung Mery pun Pecah Saat Rombongan Pemko Batam Melayat di Rumah Duka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com