Krisis Energi Makan Korban Baru Tetangga RI: Singapura - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Krisis Energi Makan Korban Baru Tetangga RI: Singapura

by BATAM NOW
18/Okt/2021 09:35
Singapura Marah Disebut KPK Surga Koruptor!

Ilustrasi. Singapura (F: Rafika Aulia/ d'Traveler)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Krisis energi global sepertinya sudah sampai ke negeri tetangga RI, Singapura. Sejumlah perusahaan pengecer listrik di negara itu kini bertumbangan.

Dilansir CNBCIndonesia.com, dua di antaranya Ohm Energy dan iSwitch. Perusahaan menghentikan operasi mereka di Singapura dengan alasan pasar listrik yang bergejolak.

Ohm Energy akan mentransfer semua rekening pengguna ke SP Group, perusahaan listrik milik negara di Singapura, Oktober. iSwitch sendiri mengaku akan menghentikan operasi 11 November melalui webnya.

Otoritas Pasar Energi (EMA) mengatakan pengecer listrik menghadapi tantangan karena situasi yang “luar biasa” di sektor energi. Pasar grosir listrik telah mengalami volatilitas harga yang lebih tinggi.

Hal ini didorong oleh peningkatan permintaan global untuk gas alam disertai penurunan produksi gas alam dan batu bara. Di Singapura, ada permintaan listrik yang lebih tinggi dari biasanya, dengan permintaan puncak sebesar 7.667 megawatt yang tercatat pada 12 Oktober.

“Ada juga pembatasan gas alam perpipaan dari West Natuna (RI) dan rendahnya gas yang dipasok dari Sumsel,” kata EMA menjelaskan penyebab lagi, dikutip dari media setempat Channel News Asia (CNA) Senin (18/10/2021).

Baca Juga:  Gubernur Ansar Usulkan Kepri Jadi "Hub" Ekspor pada Rakorgub se-Sumatera 2022

Singapura memiliki sistem Pasar Listrik Terbuka (OEM) yang meliberalisasi kelistrikan. Diluncurkan di 2018, konsumen bisa mendapatkan pilihan dan fleksibilitas tinggi saat membeli listrik.

Sekitar setengah dari konsumen rumah tangga di Singapura telah beralih membeli listrik dari pengecer OEM. Separuh konsumen rumah tangga lainnya tetap membeli listrik dari SP Group dengan tarif yang diatur atau ke Pasar Grosir Listrik Singapura meski kecil.

Sementara itu, kepala derivatif energi global di Simpson Spence Young, James Whistler mengatakan lonjakan harga menghapus keuntungan bagi pengecer listrik independen di negeri itu. Pemasok yang tidak melakukan lindung nilai terhadap pergerakan harga yang fluktuatif pada akhirnya harus membeli energi dengan biaya yang jauh lebih tinggi daripada yang mereka jual kepada pelanggan.

“Jelas ada kekurangan gas yang menyebabkan masalah, kapasitas pipa rendah dan pasokan LNG mungkin juga tidak masuk,” tambahnya dikutip The Edge dari Bloomberg.

Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura juga sudah meminta warga berhemat di tengah kenaikan bahan bakar listrik sejak awal Oktober. Singapura sendiri menghasilkan listriknya dengan gas alam yang diimpor. (*)

Berita Sebelumnya

Mohon Maaf, Libur Maulid Nabi Digeser Lagi

Berita Selanjutnya

Update Covid-19 Batam: Tambah 1 Positif dan 1 Meninggal. Tinggal 12 Kasus Aktif

Berita Selanjutnya
Update Covid-19 Batam: Tambah 1 Positif dan 1 Meninggal. Tinggal 12 Kasus Aktif

Update Covid-19 Batam: Tambah 1 Positif dan 1 Meninggal. Tinggal 12 Kasus Aktif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com