Pusing Saat Ubah Posisi dari Duduk ke Berdiri, Ini yang Terjadi pada Tubuh - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Pusing Saat Ubah Posisi dari Duduk ke Berdiri, Ini yang Terjadi pada Tubuh

by BATAM NOW
05/Des/2021 07:45
Pusing Saat Ubah Posisi dari Duduk ke Berdiri, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Ilustrasi. (F: Shutterstock)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Sebagian orang mungkin pernah merasa keliyengan, pusing, sensasi jatuh, berputar, penglihatan kabur, bahkan pingsan saat berpindah posisi dari duduk ke berdiri atau berbaring lalu berdiri.

Dilansir Tempo.co, Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan, Dito Anurogo mengatakan, kondisi itu terjadi karena tekanan darah turun.

“Hipotensi postural atau hipotensi ortostatik adalah menurunnya tekanan darah karena perubahan posisi,” kata Dito kepada Tempo, Sabtu 4 Desember 2021.

Pada kondisi normal, gravitasi menyebabkan darah mengalir ke kaki saat seseorang berdiri. Tubuh kemudian mengkompensasi dengan meningkatkan denyut jantung dan menyempitkan pembuluh darah.

Mekanisme tersebut memastikan tersedia cukup darah yang kembali ke otak. Sementara ada penderita hipotensi postural atau hipotensi ortostatik, mekanisme kompensasi ini tidak terjadi. Akibatnya, tekanan darah menurun, memicu terjadinya beragam gejala tadi.

Secara umum, menurut Dito, hipotensi dapat bersumber dari dua hal, yakni jantung dan pembuluh darah. Pada hipotensi yang pemicunya dari jantung atau cardiac, disebabkan output yang rendah. Hal ini terjadi pada keadaan aritmia atau ketidakteraturan ritme jantung, penyakit jantung struktural, dan hipovolemia. Pada aritmia, gejalanya adalah bradikardi (denyut jantung melambat), takikardi (denyut jantung bertambah cepat), dan fibrilasi.

Baca Juga:  Pemprov Kepri Hibah Lahan 2 Hektare di Dompak untuk Stasiun TVRI

Adapun penyakit struktural struktural, misalkan penyakit katub jantung, penyakit jantung iskemik, penyakit perikardial, tamponade jantung, penyakit kongenital, kardiomiopati obstruktif, kardiomiopati dilatasi, hipertensi paru-paru primer. Hipovolemia adalah penurunan volume darah. Kondisinya berupa perdarahan (hemorrhage), diare, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), orthostatic volume shifts, dan obat golongan diuretik.

Sementara untuk hipotensi yang berasal dari pembuluh darah (vascular), terbagi menjadi dua, yakni vasodilatasi sistemik dan obstruktif. Vasodilatasi sistemik terjadi pada kondisi sepsis, anafilaksis, neurogenik, disfungsi otonomik, obat-obatan. Sedangkan obstruktif dijumpai pada emboli paru-paru.

Mengenai penanganannya, Dito mengatakan, penderita hipotensi dapat memilih dua pendekatan, yakni terapi farmakologis dengan cara mengkonsumsi obat-obatan dan non-farmakologis dengan mengubah gaya hidup.

“Hipotensi perlu segera diatasi oleh dokter sebelum berlanjut menjadi komplikasi,” kata Dito yang sedang menempuh S3 di International PhD Program for Cell Therapy and Regeneration Medicine (IPCTRM), College of Medicine, Taipei Medical University (TMU), Taiwan. (*)

Berita Sebelumnya

Irwasum: Redam Berita Viral, Kapolres Harus Angkat Telepon Wartawan dan Siapkan Data

Berita Selanjutnya

Kemenkes: Korban Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru Jadi Dua Orang

Berita Selanjutnya
Kemenkes: Korban Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru Jadi Dua Orang

Kemenkes: Korban Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru Jadi Dua Orang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com