Begini Sejarah “Kekeluargaan” Abidin Fan, Bos Sat Nusapersada dengan Belius Hasibuan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Begini Sejarah “Kekeluargaan” Abidin Fan, Bos Sat Nusapersada dengan Belius Hasibuan

Tokoh Batak Itu Saur Matua

11/Mar/2022 11:01

Sesepuh dan tokoh masyarakat Batak yang dihormati, St Belius Hasibuan meninggal dunia di usia 81 tahun, Kamis (10/03/2022).

Belius Hasibuan selain tokoh masyarakat Batak, almarhum juga tokoh gereja, khususnya di Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Pria kelahiran Mei 1940 itu punya peran penting dalam sejarah berdirinya HKBP di Batam.

Dalam peradaban adat Batak kepergian B Hasibuan menghadap ilahi, disebut: Saur Matua. Artinya dalam struktur peradaban masyarakat adat Batak, kepergian almarhum dapat dikata sempurna dari sisi kemanusiaan, paling tidak jika mempunyai anak dan cucu.

Kini almarhum masih disemayamkan di rumah duka di Palm Spring Blok E Nomor 8, Batam Center dan direncanakan keluarga akan dibawa ke kampung halaman pada Minggu (13/03) untuk dimakamkan di sana.

Lalu bagaimana sejarah kekerabatan atau kekeluargaan tokoh Tionghoa Batam Abidin Fan, hingga bos PT Sat Nusapersada itu kerap dipanggil Abidin Hasibuan?

Begini cerita yang dicuplik dari wawancara host Marganas Nainggolan di acara Sudut Pandang di Batam TV.

Abidin menjelaskan begitu baiknya perlakuan Belius Hasibuan terhadapnya meski baru berkenalan.

“Baru kenal dengan saya, dia begitu sayang dengan saya. Mungkin diatur Tuhan,” kenang Abidin.

Belius, kata Abidin, bahkan turut membantunya yang kesulitan keuangan ketika merintis PT Sat Nusapersada yang kini telah menjadi perusahaan perseroan terbuka (Tbk).

“Pada satu hari saya kekurangan modal untuk membeli genset saya yang rusak. Saya butuh cukup besar, hampir SGD 40 ribu. Waktu itu, cukup besar,” terangnya.

Abidin ceritakan, tak butuh waktu lama, Belius langsung mengiyakan permintaannya itu. “Langsung dikirim,” ucapnya.

Tak hanya itu, Belius juga tak begitu mempersoalkan uang itu yang akan Abidin kembalikan dengan cara dicicil. “Ya gampang lah itu,” katanya meniru ucapan Belius saat itu.

Berawal dari situ, Abidin pun merasa utang budi dengan Belius dan memintanya menjadi ayah angkat dia.

“Saya bilang ‘bapak jadi ayah angkat saya saja’,” ujar Abidin.

Sontak, Belius merespons, “Kau masuk marga Hasibuan ya.”

“Siap Pak,” jawab Abidin.

Mulai dari situ lah, bos PT Sat Nusapersada itu dipanggil Abidin Hasibuan.

Abidin menjelaskan, ia selalu berkomunikasi dengan ayah angkatnya itu termasuk ibu angkatnya.

“Dan itu tulus, tidak ada apa-apa. Kalau sakit, anaknya nggak lapor ke saya, saya marah,” tegasnya.

“Jadi orang itu, jangan kacang lupa kulitnya,” pungkasnya. (*)

SendShare

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com