Survei Serologi Covid-19: 86,6 Persen Penduduk Sudah Punya Antibodi SARS-Cov-2 - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Survei Serologi Covid-19: 86,6 Persen Penduduk Sudah Punya Antibodi SARS-Cov-2

by BATAM NOW
18/Mar/2022 15:23
5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Vaksin Covid-19, Apa Saja?

Ilustrasi vaksinasi. (F: Freepik)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.co, Jakarta – Pemerintah merilis hasil survei serologi Covid-19 di Indonesia pada November-Desember 2021. Survei ini bertujuan untuk mengetahui estimasi populasi masyarakat yang mempunyai antibodi SARS-Cov-2 alias virus yang menyebabkan infeksi pernapasan Covid-19, berdasarkan umur, jenis kelamin, dan wilayah.

Dilansir Tempo, berdasarkan hasil survei, pemerintah memperkirakan 86,6 persen penduduk usia 1 tahun ke atas di Indonesia sudah mempunyai antibodi. Ini adalah angka antibodi rata-rata dari masyarakat yang sudah divaksin maupun yang belum divaksin.

“Jadi ini angka yang besar,” kata epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Iwan Ariawan dalam paparan rilis di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (18/03/2022).

Tak hanya itu, survei ini mencatat 73,9 penduduk yang belum vaksin pun juga sudah memiliki antibodi SARS-Cov-2. Akan tetapi, Iwan menyebut antibodi ini tidak menjamin seseorang tidak terkena Covid-19.

Akan tetapi, perbedaan vaksinasi antar penduduk menghasilkan kadar antibodi yang berbeda. Untuk masyarakat yang sudah vaksin pertama, persentase penduduk yang punya antibodi mencapai 89,6 persen, dan vaksin kedua punya persentase tertinggi yaitu 98,7 persen.

Baca Juga:  Kepri Termasuk Lima Provinsi dengan Upah Buruh Tertinggi Per Februari 2022

Survei ini melibatkan sejumlah lembaga dan ahli kesehatan. Selain Iwan, survei juga melibatkan Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono. Survei dilakukan terhadap 9.563 responden di wilayah aglomerasi (9 provinsi dan 47 kabupaten kota) maupun 11.059 responden di wilayah non-aglomerasi (25 provinsi dan 53 kabupaten kota).

Populasi survei ini adalah penduduk Indonesia yang berusia 1 tahun ke atas. Sampel secara acak terpilih 20 penduduk sebagai sampel utama dan 60 penduduk sebagai sampel cadangan di setiap desa/kelurahan terpilih. Sementara metode samplingnya adalah stratified two-stage cluster sampling design di setiap kabupaten kota terpilih.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut survei terbesar kedua di dunia untuk pandemi Covid-19, di bawah India. “Survei akan kita lakukan sekali enam bulan,” kata Budi. (*)

Berita Sebelumnya

Gubernur Ansar Segera Selesaikan Pembebasan Tanah untuk Jembatan Batam-Bintan

Berita Selanjutnya

Kepri Jadi Tuan Rumah Rakorgub se-Sumatera Bersama Kepala Bappenas RI Tahun 2022

Berita Selanjutnya
Kepri Jadi Tuan Rumah Rakorgub se-Sumatera Bersama Kepala Bappenas RI Tahun 2022

Kepri Jadi Tuan Rumah Rakorgub se-Sumatera Bersama Kepala Bappenas RI Tahun 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com