BatamNow – Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengumumkan penambahan 32 pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19 pada Rabu (30/09). Tercatat ada total 1607 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Batam.
Didi menjelaskan, “data penambahan 32 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim Analis Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL PP) dan Analis Laboratorium Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Covid-19 Galang berdasarkan hasil temuan kasus baru dan hasil tracing,” ujarnya Senin (30/09) pagi.
Ditambahkannya, dari 32 pasien terkonfirmasi, diantaranya dari klaster pekerja di kawasan Muka Kuning, ibu rumah tangga, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terpapar corona.
Didi juga menjelaskan, hingga kini, pekerja di Muka Kuning yang terkonfirmasi berjumlah 317 orang dari 17 perusahaan.

Hingga Rabu (30/09) PT Philips masih menduduki peringkat teratas dengan kasus terbanyak yaitu 171 orang. Disusul PT Infineon sebanyak 88 orang.
Wacana me-lockdown selama 14 hari, pada perusahaan PT Infineon dan PT Philips masih bergulir. Permintaan lockdown itu datang dari Ketua Bidang Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam Didi Kusmarjadi, beberapa waktu lalu.
Ibarat buah simalakama, perkembangan Covid 19 di kawasan Muka Kuning terus meningkat dari hari ke hari semenjak permintaan lockdown itu dilontarkan dari Ketua Bidang Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam Didi Kusmarjadi, beberapa waktu lalu.
Pro dan kontra lockdown pun masih berlanjut. Ketua Korwil Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Oka Simatupang kepada BatamNow mengatakan, tak setuju dengan opsi lockdown.
Menurut Oka lockdown bukan solusi, Oka malah mempertanyakan kalau langkah lockdown dilakukan, apakah ada jaminan ribuan karyawan tersebut tak berinteraksi di lingkungan sosialnya dengan masyarakat lain?
Oka kemudian memberi solusi, agar upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) dilakukan.
Antara lain, tracing mendetail, kemudian testing dengan cara rapid test. Bila reaktif, lakukan karantina secepatnya. Terakhir treatment.
Dan satu hal yang paling penting, menurutnya, yaitu mencegah kerumunan orang.
Selain itu, General Manager Batamindo, Mook Soi Wah, melalui wakilnya Ayung, kepada BatamNow mengatakan, Jika saja salah satu industri di kawasan Muka Kuning ditutup, maka akan berdampak buruk pada industri pengolahan, bisa terjadi kekacauan di Batam. Ujarnya.
Diberitakan BatamNow 24 September 2020 lalu, kawasan Industri Batamindo menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Hal itu berdasarkan ditemukannya 172 orang pekerja terkonfirmasi positif terpapar virus corona berdasarkan hasil swab test.
Hingga hari ini, Rabu (30/09) sudah terkonfirmasi berjumlah 317 orang dari 17 perusahaan, berarti ada kenaikan 84 persen, pekerja yang terpapar Covid 19.(Oki)

