Harga Pertalite Dinaikkan? Komut Pertamina Patra Niaga Bilang Begini - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Harga Pertalite Dinaikkan? Komut Pertamina Patra Niaga Bilang Begini

13/Mei/2022 16:55
BPH Migas Minta Pertamina Monitor dan Amankan Stok. Agustiawan: Sampai Desember Penyaluran BBM Dijamin Terkendali

Pengendara sepeda motor mengisi BBM di SPBU COCO, Lubuk Baja. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Subholding Commercial & Trading Pertamina Milton Pakpahan menegaskan belum ada kenaikan harga Pertalite.

“Sejauh ini kami masih melihat perkembangan dan rencana kenaikan harga Pertalite itu belum dijalankan,” ujar Milton ke BatamNow.com, di Jakarta, Jumat (13/05/2022).

Ditanya kemungkinan besar terjadi kenaikan, Milton enggan berwacana. “Kita lihat saja perkembangan yang ada. Kita terus berkoordinasi dengan pihak-pihak lain yang terkait sebelum memutuskan,” tukasnya.

Rumor kenaikan harga pertalite begitu kencang akhir-akhir ini. Kondisi tersebut disinyalir lantaran kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis ini melonjak tajam saat libur Lebaran. Ditambah ada juga pengguna yang beralih dari Pertamax ke Pertalite.

“Tentu perpindahan dari Pertamax ke Pertalite akan mempengaruhi stok yang ada. Hanya saja, sejauh ini kami terus melakukan pemantauan agar ketersediaan BBM jenis itu selalu ada,” ungkapnya.

Menurutnya, ramainya isu kenaikan harga Pertalite juga dipicu lantaran harga minyak mentah dunia yang berada di atas level US$ 100 per barel. Bahkan kabarnya, per Jumat ini, harga minyak mentah dunia jenis Brent di level US$ 108,77 per barel.

Baca Juga:  Pakar: Banyak Pasien Covid-19 Merasa OTG, Saat Rontgen Ternyata Ada Pneumonia

Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfon Simanjuntak mengungkapkan, sejak Kementerian ESDM resmi menetapkan BBM jenis Pertalite sebagai Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP), pihaknya melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap distribusinya. “Untuk Januari sampai April itu untuk JBKP sudah terealisasi 39% yang sampai Maret sudah terverifikasi, yang April adalah yang unverified,” terangnya.

Alfon menguraikan, terjadi kenaikan konsumsi Pertalite rerata 36,1%. Adapun, kenaikan tertinggi mencapai 46% pada saat H-1 Lebaran 2022. Karenanya, lanjut dia, guna menjaga ketersediaan pasokan Pertalite tetap aman hingga akhir tahun, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan pengawasan.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution menegaskan, perpindahan dari Pertamax ke Pertalite sudah tak terbendung, mengingat disparitas harga Pertamax dan Pertalite terlalu jauh yakni Rp 12.500 – 13.000 per liter dengan Rp 7.650 per liter.

Menurutnya, sudah ada shifting dari Pertamax ke Pertalite sejak sebelum arus mudik. “Jadi ini terjadi ketika ada kenaikan harga Pertamax jadi sudah mulai shifting di situ beberapa persen begitu,” kata Alfian. (RN)

Berita Sebelumnya

Walhi Sarankan Pemerintah Buka Dampak Positif 20 Tahun Moratorium Ekspor Pasir Laut

Berita Selanjutnya

Sekdaprov Adi Pastikan Kepri Siap Laksanakan BIAN Tingkat Nasional Tahun 2022

Berita Selanjutnya
Sekdaprov Adi Pastikan Kepri Siap Laksanakan BIAN Tingkat Nasional Tahun 2022

Sekdaprov Adi Pastikan Kepri Siap Laksanakan BIAN Tingkat Nasional Tahun 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com