Tito Temukan Pemda Mark Up Belanja Alat Pendidikan & Kesehatan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Tito Temukan Pemda Mark Up Belanja Alat Pendidikan & Kesehatan

17/Jun/2022 09:34
Menahan Belanja Covid, 19 Provinsi Kena Amarah Tito Karnavian

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. (F: JPNN.com/ Ricardo)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menemukan anggaran pendidikan dan kesehatan di daerah masih kerap dijadikan proyek ladang korupsi dengan modus penggelembungan anggaran atau mark up pembelian alat yang tak tepat guna.

Dilansir CNN Indonesia, Tito menyatakan pemerintah daerah (Pemda) saat ini telah diinstruksikan untuk membelanjakan anggaran 25 persen di ranah pendidikan dan 15 persen di sektor kesehatan.

“Di lapangan betul dianggarkan ada 25 persen untuk pendidikan, kesehatan 15 persen, tapi ujungnya beli-beli peralatan-peralatan yang itu hanya untuk di-mark up, enggak kepakai, adanya di dalam gudang,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi dengan Penjabat Kepala Daerah di Kantor Kemendagri, Kamis (16/06/2022).

Tito tak merinci daerah mana saja yang kedapatan melakukan dugaan penggelembungan anggaran untuk proyek pengadaan alat-alat tersebut.

Tito mengakui bahwa perencanaan anggaran di sektor pendidikan dan kesehatan di tiap daerah sudah sesuai regulasi. Yakni sekitar 25 persen di sektor pendidikan dan 15 persen di sektor kesehatan.

Baca Juga:  Duh, Pecah Rekor Lagi. Hari Ini Covid-19 di Batam Bertambah 182 Kasus

Meski demikian, perencanaan itu berbeda dari implementasi di lapangan. Pasalnya, lanjut Tito, banyak peralatan yang telah dibeli justru tidak terpakai karena tak sesuai kebutuhan.

“Belum kompatibel atau cocok di daerah itu, jadi hanya dibeli. Ujungnya di proyek, di-mark up dan duitnya diambil,” kata dia.

Melihat persoalan itu, Tito mengingatkan para penjabat (Pj) kepala daerah yang telah dilantik memperhatikan rencana anggaran pendidikan dan kesehatan di wilayahnya masing-masing.

Harapannya, penjabat kepala daerah mengatur dengan baik anggaran untuk pelbagai kebutuhan yang tepat sasaran.

“Tapi ternyata tetap saja banyak kualitasnya kurang. Anak-anak muda nggak punya akses sekolah, stunting, kurang gizi karena 1000 hari pertumbuhan kurang bagus. Tolong dipelototin betul mata anggaran pendidikan,” kata dia. (*)

Berita Sebelumnya

Dr Emy, Ahli Hukum Tata Negara: Kebijakan Kepala BP Batam Muhammad Rudi Terhitung 15 Maret 2021 Batal Demi Hukum

Berita Selanjutnya

Sebelas Usulan Program Prioritas Pemprov Kepri Diakomodir Musrenbangnas Tahun 2022

Berita Selanjutnya
Sebelas Usulan Program Prioritas Pemprov Kepri Diakomodir Musrenbangnas Tahun 2022

Sebelas Usulan Program Prioritas Pemprov Kepri Diakomodir Musrenbangnas Tahun 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com