BatamNow.com – Kasus harian Covid-19 Singapura “meledak” ke angka 11.504 pada Selasa (28/06/2022), tertinggi dalam 3 bulan terakhir.
Kasus harian itu terdiri dari 10.732 kasus lokal dan 772 kasus impor.
Pemerintah Singapura juga melaporkan satu kasus kematian pada Selasa, penyebabnya adalah komplikasi.
Sementara pada Rabu (29/06), Singapura mencatatkan penambahan 9.392 kasus baru Covid-19, 8.789 lokal dan 603 impor, jumlah ini tertinggi kedua dalam 3 bulan terakhir.
Pada Rabu itu juga dilaporkan 1 kasus meninggal sehingga totalnya menjadi 1.411 kasus kematian.
Peningkatan kasus sebenarnya sudah diprediksi sejak awal bulan. Selain penurunan antibodi vaksin, kenaikan juga terjadi karena subvarian BA.4 dan BA.5 yang kini mewabah di Singapura.
Mengutip Channel News Asia (CNA), subvarian BA.5 sendiri diperkirakan berkontribusi pada 40% dari semua kasus Covid-19 dalam seminggu terakhir. Namun Departemen Kesehatan setempat menegaskan data menunjukkan gejala tidak lebih parah dibanding Omicron sebelumnya.
“Ditambah dengan cakupan vaksinasi yang tinggi dari populasi kami, jumlah infeksi Covid-19 yang parah tetap dapat dikelola,” kata Kementerian Kesehatan.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Lawrence Wong, yang juga ketua bersama gugus tugas multi-kementerian Covid-19 Singapura mengatakan negerinya tidak perlu memperketat pergerakan karena kenaikan kasus. Namun penyesuaian akan dilakukan “jika perlu”.
Dia mengatakan kasus diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa minggu mendatang. Meskipun situasi rumah sakit saat ini tetap stabil.
Sebagai informasi, 92 persen dari total populasi Singapura telah disuntik vaksin lengkap dan 78 persen diantaranya telah memerima vaksin booster. (*)

