Investasi Rp 3,4 Triliun, Big Company China Bangun Pusat Data di Batam - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Investasi Rp 3,4 Triliun, Big Company China Bangun Pusat Data di Batam

14/Jul/2022 19:37
Silicon Valley di Indonesia Jadi Kenyataan? Batam, Malang, Kulon Progo Bersiap

Nongsa Digital Park (KEK Nongsa), Kota Batam. (F: nongsadigital.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Dengan nilai investasi US$ 200 juta atau Rp 3,4 triliun, GDS Holdings Limited, perusahaan besar asal China akan membangun pusat data di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Batam, Kepulauan Riau.

“Kami targetkan pengerjaan pembangunan pusat data tersebut akan dilaksanakan selama 12 bulan hingga 18 bulan. Tapi tergantung juga pada cuaca di sana. Namun, kami usahakan bangunannya terbangun dalam waktu itu,” kata CEO GDS Holdings Limited, William Huang, Kamis (14/07/2022).

William mengatakan, pusat data yang akan dibangun di Batam merupakan pusat data pertama milik GDS Holdings Limited di Indonesia. “Sebelumnya kami bangun pusat data di Johor Malaysia,” ungkapnya.

Dipaparkannya, GDS juga akan membangun dua gedung pusat data dengan total luas bangunan sekitar 10.000 meter persegi dan total kapasitas daya IT sebesar 28 MW.

“Kami berharap dapat mempererat kerjasama dengan pemerintah Indonesia dan komunitas bisnis untuk memajukan proyek ini,” harapnya.

Di sisi lain, Presiden Direktur Nongsa Digital Park, Mike Wiluan mengatakan, GDS Holding merupakan investor dan gedung pertama pusat data di Nongsa Digital Park (NDP). “Ini merupakan gedung pertama untuk pusat data yang ada di NDP dalam KEK. Saya bangga sekali kita dapat partner GDS yang merupakan perusahaan terbesar juga di China,” jelasnya.

Baca Juga:  Kepala BP2MI Sebut Sindikat Penyalur PMI Ilegal Dibekingi Oknum Berkuasa

Dia menambahkan, GDS memilih Batam sebagai lokasi pembangunan pusat data karena dinilai memiliki wilayah yang strategis, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. (RN)

Berita Sebelumnya

Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Tenggelamnya CPMI Ilegal di Perairan Pulau Putri Batam, Semuanya Ditangkap di NTB

Berita Selanjutnya

Nama Hampir Sama, Ansar ke Amsakar: Kalau Berpasangan Mudah Milihnya

Berita Selanjutnya
Nama Hampir Sama, Ansar ke Amsakar: Kalau Berpasangan Mudah Milihnya

Nama Hampir Sama, Ansar ke Amsakar: Kalau Berpasangan Mudah Milihnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com