Imbas Ancaman Resesi: Google Setop Perekrutan, Microsoft PHK Pekerja - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Imbas Ancaman Resesi: Google Setop Perekrutan, Microsoft PHK Pekerja

16/Jul/2022 18:25
Waduh! Google Nguping Aktivitas Online Anda, Ini Cara Menyetopnya

Ilustrasi. (F: net)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Perusahaan Pialang Global Nomura Holdings memperkirakan ada tujuh negara yang masuk jurang resesi ekonomi tahun depan, termasuk Amerika Serikat (AS). Raksasa teknologi global seperti Google dan Microsoft pun terkena dampak.

Induk Google, Alphabet misalnya, akan memperlambat laju perekrutan karyawan hingga tahun depan. Hal ini disampaikan oleh CEO Sundar Pichai kepada karyawan melalui email pada Selasa (12/07/2022).

Dalam pemberitahuan itu, induk Google mempekerjakan 10 ribu pegawai sampai kuartal kedua. “Imbas kemajuan perekrutan yang dicapai, kami akan memperlambat laju perekrutan untuk sisa tahun ini, sambil tetap mendukung peluang terpenting,” kata Pichai dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (12/07).

Google juga bakal mengurangi investasi dalam penelitian dan pengembangan. Raksasa teknologi ini akan spesifik berinvestasi pada bisnis yang lebih prioritas selama periode ketidakpastian ekonomi ini.

“Dalam beberapa kasus, itu berarti mengkonsolidasikan di mana investasi tumpang tindih dan merampingkan proses,” kata Pichai.

Ia mengatakan, upaya tersebut merupakan dampak dari kondisi ekonomi global. “Seperti semua perusahaan, kami tidak kebal terhadap hambatan ekonomi,” katanya.

Microsoft bahkan dikabarkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap kurang lebih 1% dari 180 ribu karyawan. “Seperti semua perusahaan, kami mengevaluasi prioritas bisnis kami secara teratur, dan membuat penyesuaian struktural yang sesuai,” kata Microsoft dikutip dari TechCrunch, Selasa (12/07).

Raksasa teknologi lainnya seperti Twitter juga melakukan PHK kepada lebih dari 100 karyawan. Sedangkan Meta bersiap PHK.

Berdasarkan sumber The Information, VP Remote Presence and Engineering Meta Maher Saba telah memberitahu manajer perusahaan untuk mengidentifikasi dan memberhentikan karyawan yang berkinerja buruk.

Baca Juga:  Dokter Herbal Jelaskan Jenis Herbal Lawan Gejala Omicron

“Jika laporan adanya karyawan berkinerja rendah, mereka bukan yang kami butuhkan, mereka mengecewakan perusahaan ini,” kata Saba dikutip dari Gizmodo, Selasa (12/07). “Sebagai seorang manajer, Anda tidak dapat membiarkan seseorang menjadi netral atau negatif bagi Meta.”

Sebelumnya, Netflix memberhentikan 300 karyawan pekan lalu. PHK ini berdampak pada sekitar 3% tenaga kerja di Netflix. PHK ini sebagian besar terjadi di Amerika Serikat (AS).

Alasan sejumlah perusahaan teknologi ini melakukan PHK adalah inflasi di Amerika Serikat (AS) yang melonjak dan ancaman resesi.

Perusahaan Pialang Global Nomura Holdings telah memperkirakan ada tujuh negara yang masuk jurang resesi ekonomi tahun depan. Ini karena langkah agresif bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter demi melawan lonjakan inflasi.

“Banyak bank sentral beralih ke mandat tunggal untuk menurunkan inflasi. Kredibilitas kebijakan moneter adalah aset yang terlalu berharga untuk hilang. Jadi mereka akan menjadi sangat agresif,” ujar Kepala Riset Pasar Global, Asia ex-Jepang Rob Subbaraman kepada “Street Signs Asia” CNBC, bulan lalu (07/06).

Sedangkan tujuh negara yang diprediksi mengalami resesi ekonomi tahun depan, yaitu:

  1. Amerika Serikat
  2. Zona Eropa
  3. Inggris
  4. Jepang
  5. Korea Selatan
  6. Australia
  7. Kanada

Dalam catatan penelitian, Nomura menggarisbawahi beberapa negara ekonomi menengah, termasuk Australia, Kanada, dan Korea Selatan, akan menghadapi masalah utang. Mereka berisiko mengalami resesi lebih dalam dari perkiraan, jika kenaikan suku bunga memicu kegagalan di sektor perumahan.

“Namun jika bank sentral tidak memperketat kebijakan moneter untuk menurunkan inflasi sekarang, akan ada rasa sakit bagi perekonomian karena berpindah ke rezim inflasi tinggi dan terjebak di sana,” ujar Subbaraman. (*)

   sumber: Katadata.co.id
Berita Sebelumnya

DPR Khawatir Moratorium PMI Legal, Buka Peluang Ilegal Lebih Banyak

Berita Selanjutnya

Sederet Empati Spontan Gubernur Ansar ke Warga Kepri Tertimpa Musibah di Jalan, Mulai Korban Kecelakaan hingga Kebakaran

Berita Selanjutnya
Sederet Empati Spontan Gubernur Ansar ke Warga Kepri Tertimpa Musibah di Jalan, Mulai Korban Kecelakaan hingga Kebakaran

Sederet Empati Spontan Gubernur Ansar ke Warga Kepri Tertimpa Musibah di Jalan, Mulai Korban Kecelakaan hingga Kebakaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com