Covid-19 Subvarian BA.2.75 Terdeteksi di Indonesia, Menkes Lapor ke Jokowi - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Covid-19 Subvarian BA.2.75 Terdeteksi di Indonesia, Menkes Lapor ke Jokowi

18/Jul/2022 15:47
Menkes: Jangan Buru-buru Kendorkan Protokol Kesehatan, Kasus Covid-19 Naik di Sejumlah Daerah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (F: ANTARA FOTO/ MUHAMMAD IQBAL)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melapor kepada Presiden Joko Widodo bahwa Covid-19 subvarian BA.2.75 telah terdeteksi di Indonesia.

Budi menyebutkan, subvarian itu awalnya beredar di India tetapi telah tersebar ke 15 negara, termasuk Indonesia.

“Kami juga meng-update ke Bapak Presiden, ada subvarian baru yang namanya BA.2.75 yang sekarang sudah beredar di India mulainya dan sudah masuk ke 15 negara, ini juga sudah masuk ke Indonesia,” kata Budi dalam keterangan pers usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/07/2022).

Budi menuturkan, kasus subvarian BA.2.75 terdeteksi di dua lokasi, yakni Bali dan Jakarta.

Kasus di Bali, ujar Budi, merupakan imported case karena kedatangan dari luar negeri, sedangkan kasus di Jakarta kemungkinan besar merupakan transmisi lokal.

“Sedang kita cari sumbernya dari mana,” kata Budi.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) telah menetapkan Omicron BA.2.75 sebagai subvarian dalam pantauan pada Kamis (07/07).

Penetapan ini mengindikasikan bahwa subvarian baru tersebut bisa lebih menular.

Baca Juga:  Remaja Dijebak Sabu Viral, Kasat Narkoba Polres Binjai Sumut Dicopot

Dilansir dari The Guardian, Jumat (15/07), ahli virologi mengungkapkan bahwa Omicron BA.2.75 telah menyebar dengan cepat hingga ke Inggris.

Sebelumnya, Omicron BA.2.75 atau yang disebut dengan “Centaurus” ini pertama kali terdeteksi di India pada awal Mei 2022.

Ahli virologi University of Leeds Dr Stephen Griffin mengungkapkan bahwa Omicron BA.2.75 memiliki kandungan mutasi ekstra yang kemungkinan besar telah berevolusi.

Dilansir dari Livemint, Jumat (15/7/2022), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa Omicron BA.2.75 merupakan subvarian yang sulit dilacak.

Pejabat WHO Maria Van Kerkhove menjelaskan, pihaknya mengalami kesulitan untuk melacak subvarian baru itu lantaran berkurangnya pengawasan Covid-19 di dunia.

“Kemampuan kami untuk melacak varian bergantung pada pengawasan virus, pengujian yang sedang berlangsung, dan urutan yang dilakukan dan dibagikan sehingga para ilmuwan di seluruh dunia dunia dapat mengaksesnya,” jelasnya.

“Dan kemampuan kami untuk melacak virus Covid berkurang dan itu karena pengawasan telah berkurang secara signifikan secara global,” imbuh Maria. (*)

   sumber: Kompas
Berita Sebelumnya

Bea Cukai Batam Tetapkan Tersangka Keponakan Pemilik Gudang Penitipan Tiga Mobil Sport Seludupan di Penuin

Berita Selanjutnya

Keluarga Laporkan Dugaan Pembunuhan Berencana Brigadir J ke Bareskrim

Berita Selanjutnya
Keluarga Laporkan Dugaan Pembunuhan Berencana Brigadir J ke Bareskrim

Keluarga Laporkan Dugaan Pembunuhan Berencana Brigadir J ke Bareskrim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com