Pengamat Ekonomi Sarankan Harga BBM Subsidi Tak Dinaikkan Tahun Ini - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Pengamat Ekonomi Sarankan Harga BBM Subsidi Tak Dinaikkan Tahun Ini

21/Agu/2022 10:59
BPH Migas Minta Pertamina Monitor dan Amankan Stok. Agustiawan: Sampai Desember Penyaluran BBM Dijamin Terkendali

Pengendara motor mengantre untuk mengisi BBM di SPBU COCO, Lubuk Baja. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) santer terdengar, mulai dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut menyampaikan, pemerintah masih menghitung beberapa skenario penyesuaian subsidi dan kompensasi energi dengan memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat.

“Langkah yang disimulasikan termasuk skenario pembatasan volume,” kata Luhut dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (21/08/2022).

Penyesuaian kebijakan dilakukan pemerintah guna merespon tingginya harga minyak mentah dunia yang mendorong meningkatnya gap harga keekonomian dan harga jual pertalite dan solar. Ini juga berdampak pada kenaikan subsidi dan kompensasi energi.

Sebagai informasi, APBN saat ini menanggung subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp 502,4 triliun. Jika penyesuaian kebijakan tak diberlakukan, maka subsidi dan kompensasi energi dapat meningkat hingga lebih dari Rp 550 triliun pada akhir tahun.

Menanggapi rencana tersebut, Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi menuturkan beban APBN untuk subsidi energi semakin membengkak, bahkan dapat mencapai di atas Rp 600 triliun jika kuota Pertalite ditetapkan sebanyak 23 ribu kilo liter akhirnya jebol.

Baca Juga:  Tim Pengacara Bharada E Mendadak Mengundurkan Diri

Meski demikian, dia menilai rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi tidak tepat jika dilakukan saat ini. Sebab, kenaikan harga Pertalite dan Solar di mana proporsi jumlah konsumen di atas 70 persen sudah pasti akan memicu inflasi.

“Kalau kenaikkan Pertalite hingga mencapai Rp 10.000 per liter, kontribusi terhadap inflasi diperkirakan mencapai 0,97 persen, sehingga inflasi tahun berjalan bisa mencapai 6,2 persen (year-on-year/yoy),” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (21/08).

Dia khawatir dengan inflasi sebesar itu, daya beli dan konsumsi masyarakat akan terpuruk sehingga dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi yang sudah mencapai 5,4 persen.

“Agar momentum pencapaian ekonomi itu tidak terganggu. Pemerintah sebaiknya jangan menaikkan harga Pertalite dan Solar pada tahun ini,” pungkasnya. (*)

   sumber: Bisnis.com
Berita Sebelumnya

Kasus Pertama Cacar Monyet Terdeteksi di Indonesia. Kemenkes Sebut Ada Potensi Jadi Pandemi Baru

Berita Selanjutnya

Buka Festival Kopi Merdeka, Sekdaprov Adi Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Melayu

Berita Selanjutnya
Buka Festival Kopi Merdeka, Sekdaprov Adi Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Melayu

Buka Festival Kopi Merdeka, Sekdaprov Adi Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Melayu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com