Bak Sutradara Membriefing Bawahan Menjadi Presenter Handal - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Bak Sutradara Membriefing Bawahan Menjadi Presenter Handal

10/Apr/2019 17:01
Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Kapolda Kepri yang Egaliter (Bagian 2)
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Kapolda Kepri yang Egaliter (Bagian 2):

Oleh: Muhammad Riza Fahlevi

:batamnow:-“PAK. Pak Kapolda (Irjen Pol Andap Budhi Revianto) sudah menunggu,” sapa seorang petugas mengingatkan kami yang sedang duduk-duduk di ruang tunggu Kapolda Kepri, sembari bersenda gurau dengan Wakil Kapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah.

Begitu kami masuk ke rungan Kapolda, layaknya tamu, lelaki yang matang di Reserse ini langsung menjabat tangan kami satu persatu.

Saat itu Andap mengenakan pakaian dinas lapangan lengan panjang dilipat hingga siku,lengkap dengan tanda jasa dan tanda kehormatan Polri. Di lengan kanannya ada bendera merah putih putih dan di atasnya ada tertulis “Pelopor”. Sepatu lars hitam mengkilap, melengkapi kegagahannya.

Selayaknya menemui rekan-rekan dari pers, Andap saat itu didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S.Erlangga beserta jajaran yang lain.

“Mari silakan duduk,” anjurnya ramah.

Ruang keprja Kapolda ini cukup luas. Sekira 15 x 10 meteran. Di ruangan ini ada meja kerja dan meja panjang ukuran 5 x 1,5 meter yang dikelilingi 12 buah kursi. Semua berukir khas Jepara. Di sinilah Kapolda menerima tamu-tamunya.

Saat masuk ke ruangan ini, terus terang saya agak pangling. Ada yang beda. Tampaknya Kapolda baru saja mendekor ulang ruangnnya.

Sebab seingat saya, letak meja dan kursi tamu ini ada di tengah ruangan, namun kini dipindah tepat di depan pintu masuk. Tukar tempat dengan meja kerja Kapolda.

Saat kami duduk, Kapolda nampak sedang memberiefing dua orang anggotanya, yang lelaki berpangkat brigadir satu dan yang perempuan brigadir dua.

Dua orang ini nampak duduk di sisi dalam meja, di depannya ada sebuah laptop hitam ukuran 17 inchi.

Mereka ada dua presenter yang akan memandu pergelaran di hari Pahlawan, 10 November. Ketika itu.

Yang unik nampak Kapolda langsung menjadi sutradara supaya mereka menjadi presenter yang baik, plus kata-kata apa yang disampaikan.

Baru kali ini saya lihat peristiwa seperti ini. Biasanya, Kapolda hanya tinggal tunggu laporan saja. Baru kali ini juga saya lihat ada bintara duduk di ruang Kapolda.

“Jangan lupa ucapkan salam. ‘Assalamulaikum warga Kepri…’ Baru nanti bicara. Bawakan dengan wajar, ibarat sedang bercengkrama,” saran Kapolda yang lulus AKABRI Tahun 1988 itu.

“Tahu tidak, kalau di Kepri ini juga punya pahlawan Nasional. Mereka adalah Sultan Mahmud Riayat Syah, Raja Haji Fisabilillah, dan Raja Ali Haji,” tutur Kapolda.

Dua anak buahnya itu serius menyimak, sembari mengikuti kata-demi kata yang kapolda sampaikan.

“Jangan lupa nanti rekamannya, ada versi pendek satu menit untuk instagram,” pesannya lagi. Satu menit adalah durasi maksimal video instagram. Dari sini sudah jelas bahwa jendral bintang dua ini sangat familiar dengan media sosial.

“Kalian harus paham dulu siapa dan apa saja jasa-jasa tiga pahlawan itu. Sehingga nanti bisa bagus membawakannya,” tuturnya dengan halus.

Memang saat itu Polda Kepri tengah mempersiapkan acara di Hari Pahlawan, 10 November lalu. Menurut Kapolda, sangat penting bagi warga Kepri mengenal pahlawannya.

Karena itu sempena hari bersejarah itu tahun lalu, dia mengangkat tiga pahlawan itu sebagai topik utama.

Bahkan Kapolda kelahiran Jakarta, 23 Juni 1966 atau umur 52 tahun itu hafal di luar kepala nama-nama pahlawan berikut anugerah gelar pahlawan tersebut ditetapkan.

“Gelar pahlawan Sultan Mahmud Riayat Syah tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 115 TK Tahun 2017. Penganugerahan ini diberikan Presiden Joko Widodo,” jelasnya.

Sultan Mahmud Riayat Syah atau Sultan Mahmud Syah III ini dilantik menjadi Sultan tahun 1761 M pada usia belia. “Saat itu usianya masih dua tahun!” jelasnya.(bersambung)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Mengapa Perairan Singapura Jarang Tercemar Limbah?

Berita Selanjutnya

46 Unit Mobil Aset Daerah Milik Pemprov Kepri Masih Gelap

Berita Selanjutnya
46 Unit Mobil Aset Daerah Milik Pemprov Kepri Masih Gelap

46 Unit Mobil Aset Daerah Milik Pemprov Kepri Masih Gelap

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com