BatamNow.com, Jakarta – Pemilik agen travel umrah PT Naila Syafaah Wisata Mandiri (NSWM) Mahfudz Abdulah alias Abi (52 tahun), ternyata seorang residivis. Ia sengaja mengganti nama menjadi Abi Hafidz Al-Maqdisi, demi mengelabui konsumennya. Pada 2016, ketika menjabat sebagai pimpinan di PT Garuda Angkasa Mandiri (GAM) yang bergerak di bidang serupa, Abi pernah ditangkap dengan kasus yang sama.
Hal tersebut dikatakan Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, di Jakarta, Jumat (31/03/2023). “Benar, yang bersangkutan seorang residivis. Dia sengaja mengganti nama supaya tidak ketahuan,” ujar Hengki.
Dengan nama barunya itu, lanjut Hengki, Abi mengakuisisi PT NSWM agar tidak ketahuan. “Yang bersangkutan membeli PT NSWM agar tidak ketahuan. Karena dia punya PT lagi yang lain yang sudah ditindak Polda Metro Jaya pada 2016,” ujarnya.
Pengembangan kasus ini terus dilakukan pihak kepolisian, termasuk ke cabang-cabang yang diperkirakan mencapai 300 buah di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) akan mem-blacklist PT NSWM. “Kami dari Kementerian Agama memiliki hak menjatuhkan sanksi administratif,” tutur Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Ibadah Haji Khusus Kementerian Agama, Mujib Roni, Jumat (31/3/2023).
Bentuk sanksi yang akan diberikan, lanjutnya, bisa berupa teguran lisan, pembekuan, sampai pencabutan izin. Ia mengatakan pemberian hukuman tersebut merupakan wewenang pihaknya. “Baik mulai teguran lisan sampai pembekuan bahkan pencabutan izin. Jadi wewenang kami di sana,” jelasnya.
Salah satu penyebab, perusahaan semacam ini bisa lolos dari pengawasan, sambung Mujib, adalag karena euforia jemaah. “Kami akui agak keteteran dalam mengurus izin perusahaan,” akunya.
Dijelaskan, pihaknya tidak melakukan verifikasi setiap jemaah yang akan berangkat ke Arab Saudi. Kemenag hanya meminta penanggung jawab untuk mengecek apakah semua sesuai atau tidak. “Jika terdeteksi adanya kepalsuan jemaah, pihaknya hanya melakukan uji sampel dari total jemaah yang berangkat,” tandasnya.
Munculnya kasus ini, lanjutnya, membuat pihaknya akan mengevaluasi segala celah yang ada untuk mengantisipasi munculnya kembali mafia umrah. (RN)

