Kuota BBM untuk Batam Disunat? - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kuota BBM untuk Batam Disunat?

SK No 56/P3JBKP/BPH MIGAS Tak Dilaksanakan

19/Nov/2020 09:15
Kuota BBM untuk Batam Disunat?

Antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat di SPBU Merapi Subur, Tembesi pada hari Senin (02/11). (F: ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Antrian kendaraan terjadi di hampir semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Batam, akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium.

Itu terjadi dalam pantauan BatamNow.com. Paling tidak di bulan Oktober dan November ini.

Sejumlah pengendara bermotor resah atas kelangkaan BBM Premium ini. Di setiap SPBU, selalu antri kendaraan bermotor. Masih syukur kalau hanya antri. Justru tak sedikit konsumen BBM tak kebagian Premium, sehingga terpaksa membeli Pertamax.

Menurut Manager Communication dan Relation (Comrel) Marketing Operation Region (MOR) I Pertamina (Persero) Taufiqurachman, kepada BatamNow.com penyaluran BBM lewat SPBU berjalan normal.

Per 1 Oktober 2020, katanya, Pertamina sudah menyalurkan 98.700 kiloliter Premium dari 158.000 kiloliter kuota tahun 2020, versi Taufiqurachman.

Artinya, per 1 Oktober, Pertamina baru menyalurkan 62% dari total 158.000 kiloliter.

Seharusnya sudah di angka 74% atau sama dengan 131.666 kiloliter. Mengapa begini?

Nah, bila melihat jumlah kuota BBM subsidi yang disalurkan pihak Pertamina versi Taufiqurachman, kelangkaan BBM memang tak terelakkan.

Lain lagi bila memelototi kuota BBM untuk Kota Batam versi Surat Keputusan (SK) No. 56/P3JBKP/BPH MIGAS.

Dalam SK itu ditetapkan kuota BBM Kota Batam di angka 163.766 kiloliter selama tahun 2020.

Nah, bila dikurangkan dengan total yang disalurkan per 1 Oktober sebanyak 98.700 kiloliter, masih ada sisa kuota sekitar 65.000 kiloliter sampai 31 Desember tahun ini.

Dan bila pembaginya 163.766 kuota setahun, yang seharusnya disalurkan per 1 Oktober 2020 sebanyak 136.255 kiloliter atau sama dengan 83%. Namun mengapa hanya 98.700 kiloliter atau masih 60%?

Dikemanakan selisihnya?

Dari analisis Tim News Room BatamNow.com, bila dirata-ratakan, terdapat selisih 37.555 kiloliter kuota yang belum tersalurkan per 1 Oktober saja.

Artinya, kalau kuota itu benar benar disalurkan secara normal sesuai perkiraan kebutuhan di lapangan, semestinya kelangkaan BBM tak perlu terjadi.

Lalu mengapa BBM langka?

Adakah “sempoa” pemasaran Pertamina mengalami kerusakan ketika menghitung penyaluran kuota Premium ini? Atau memang ada unsur kesengajaan dengan modus tertentu?

Hingga berita ini dinaikkan, pihak Pertamina masih ngotot bahwa BBM yang disalurkan ke sejumlah SPBU sudah sesuai kuota. Di Batam ada 33 SPBU, hanya 30 menjual Premium.

Padahal antara kuota versi Taufiqurachman dengan versi SK Migas sudah terdapat selisih.

“Pertamina tetap menjamin penyaluran BBM Premium subsidi ke masyarakat Batam,” itu kata Taufiqurachman ke BatamNow.com, Rabu (19/11).

Namun fakta di lapangan justru terbalik.

Kadisperindag Batam Tuding Pihak Pertamina Arogan

Sangat logis memang bila terjadi kelangkaan BBM Premium ini di Batam. Itu karena TIDAK semua kuota disalurkan, baik versi kuota Taufiqurrachman maupun versi SK Migas itu.

Lalu mengapa penyaluran BBM ini sampai tak mengindahkan SK Migas itu?

Apakah ini pelanggaran oleh pihak Pertamina? Siapa dan institusi mana yang mengontrol ini di lapangan?

Keadaaan inilah pemantik Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Batam Gustian Riau, sempat meradang.

Soalnya saat rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Kadisperindag Kota Batam dan pihak Pertamina MOR I, terjadi saling “serang”.

Sales Area Manajer Ritel (SAMR) Pertamina Wilayah Kepri, Krisdianto bersitegang dengan Gustian dalam rapat dua minggu lalu itu di Tanjungpinang.

Gustian, katanya, marah di rapat itu lalu menuding Krisdianto bersikap arogan. Amarah Gustian dipicu Krisdianto yang menganggap Kadisperindag Kota Batam bukan levelnya, kecuali yang mewakili dari Provinsi Kepri.

Awalnya dalam rapat itu, Gustian mempertanyakan kualitas kinerja Pertamina karena terjadi antrian kendaraan dan kelangkaan BBM di hampir 30 SPBU di Batam. Dan berkepanjangan.

Walau kondisi sulit masih menerpa ratusan ribu pengendara, namun pihak Pertamina tak kunjung bisa mengatasi keadaan di lapangan.

Selain itu, Gustian menganggap Pertamina juga tak transparan atas kuota BBM yang disalurkan maupun total jumlah kuota tadi.

Lalu sampai kapan masalah kelangkaan BBM ini terjadi di Kota Batam? Apakah selisih kuota 65.000 kiloliter itu akan “ditumpahkan” segera sejak sekarang sampai akhir Desember ini?

Lalu apa kabar Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahya Purnama (Ahok) yang selalu cerewet itu? Kok diam nun di Jakarta, seakan tak mendengar keluhan rakyat?

Kalau tak Ahok, apa kabar para anggota DPRD Kota Batam dan Kepri? Apakah mereka juga ada di pusaran benda cair nan licin ini?

Sementara Taufiqurachman baru berianji akan memberi keterangan kepada BatamNow.com di Batam sekembali dari Medan.(H/JS/LL)

Berita Sebelumnya

Tito Terbitkan Instruksi, Mendagri Bisa Berhentikan Gubernur

Berita Selanjutnya

Arab Saudi, Negara Kaya Minyak Dengan Utang Maha Dahsyat!

Berita Selanjutnya
Arab Saudi, Negara Kaya Minyak Dengan Utang Maha Dahsyat!

Arab Saudi, Negara Kaya Minyak Dengan Utang Maha Dahsyat!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com