Jawab Isu Relokasi, KERAMAT: Warga Pulau Rempang (Batam) Akan Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Jawab Isu Relokasi, KERAMAT: Warga Pulau Rempang (Batam) Akan Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan

by BATAM NOW
19/Jun/2023 14:15
Jawab Isu Relokasi, KERAMAT: Warga Pulau Rempang (Batam) Akan Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan

Rombongan perwakilan warga dari Pulau Rempang, Galang, Kota Batam, di Kantor Komnas HAM, Jakarta, hari ini, Senin (19/06/2023). (F: Dok. BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Tak ada sedikit pun pemikiran warga Pulau Rempang, Kecamatan Galang, Batam, untuk mundur, menghadapi isu penggusuran atau relokasi terkait lahan yang telah mereka diami sejak 182 tahun silam tersebut.

“Akan kami pertahankan sampai titik darah penghabisan. Ini tanah adat dari nenek-nenek moyang kami dan akan terus sampai anak-cucu kami,” kata Ketua Kerabat Masyarakat Adat Tempatan (KERAMAT) Gerisman Achmad, ketika ditemui BatamNow.com di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (19/06/2023).

Secara khusus, Gerisman menyayangkan sikap Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang terkesan tidak menganggap keberadaan mereka. “Kami seolah-olah dianaktirikan. Tidak dianggap oleh Pemkot Batam dan BP Batam. Ironis sekali! Padahal, setiap Pemilu atau Pilkada, ada juga kok tempat pemungutan suara (TPS) di daerah kami,” tukasnya.

Dia menambahkan, kedatangan warga Rempang ke Jakarta, untuk meminta Pemerintah Pusat bisa memberi atensi terhadap perjuangan mereka. “Kami hanya menuntut apa yang menjadi hak kami. Presiden Jokowi selalu menyatakan pemerintahannya begitu concern membela masyarakat adat, sementara kami di Rempang, malah mau digusur. Kami meminta keadilan dan perhatian Pemerintah Pusat,” tukas Gerisman.

Baca Juga:  Komnas HAM: Jika Hak Masyarakat Adat Pulau Rempang (Batam) Diabaikan, Melanggar HAM

Dirinya menegaskan, warga Rempang tidak anti terhadap investasi. Hanya saja, lanjutnya, pihaknya meminta kawasan 16 kampung tua yang memiliki luasan sekitar 15-20 hektare tidak direlokasi.

“Bagaimana pertanggungjawaban kami terhadap anak-cucu nanti kalau harus digusur? Kami sudah turun temurun tinggal di daerah tersebut. Investasi tidak harus jadi menggusur kampung kami. Silakan saja kalau ingin mengembangkan kampung kami, tapi kami jangan sampai digusur,” tegasnya.

Dia mengaku, sejak awal rencana dan penandatanganan investasi di Rempang, warga sama sekali tidak dilibatkan. “Harusnya itu disosialisasikan, tapi nyatanya kami tidak dianggap oleh Pemkot maupun BP Batam. Pembahasan soal investasi sudah beberapa kali dilakukan, kami sama sekali tidak dilibatkan. Jujur, kami sangat sakit hati tidak diperlakukan sebagai manusia oleh Walkot Batam yang juga Kepala BP Batam ex-officio,” tutur Gerisman sedih.

Seperti diberitakan sebelumnya, telah diteken kesepakatan pengelolaan lahan kepada investor, dalam hal ini PT Makmur Elok Graha (MEG) anak perusahaan Grup Artha Graha milik taipan Tomy Winata dengan BP Batam disaksikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni, di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta.

Terakhir, Pemkot Batam meminta dukungan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kabarnya, pada Juli 2023 ini mulai dilakukan ‘bersih-bersih’ sebagai tahap awal dimulainya pembangunan kawasan tersebut.

“Kami tidak akan tinggal diam dan membiarkan kami digusur dari tanah kami. Sampai tetes darah terakhir pun akan kami perjuangkan apa yang menjadi hak kami, sebagai masyarakat adat di Rempang dan sekitarnya,” tukas Gerisman. (RN)

Berita Sebelumnya

Satelit Satria-1 Sukses Diluncurkan dari Cape Canaveral Florida AS

Berita Selanjutnya

Krisis Air, Warga Batam Terpaksa Konsumsi Air dari Tepi Jalan Flyover Laluan Madani

Berita Selanjutnya
Krisis Air, Warga Batam Terpaksa Konsumsi Air dari Tepi Jalan Flyover Laluan Madani

Krisis Air, Warga Batam Terpaksa Konsumsi Air dari Tepi Jalan Flyover Laluan Madani

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com