Di Balik Hanyutnya Raffa. Warga Tuding Izin AMDAL Proyek Renggali Raya Penyebab dan Sudah Pernah Diingatkan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Di Balik Hanyutnya Raffa. Warga Tuding Izin AMDAL Proyek Renggali Raya Penyebab dan Sudah Pernah Diingatkan

25/Nov/2020 12:12
Di Balik Hanyutnya Raffa. Warga Tuding Izin AMDAL Proyek Renggali Raya Penyebab dan Sudah Pernah Diingatkan

Kantor Renggali Raya di Jalan Raden Fatah. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Warga RW 12 Cipta Asri tahap 3 menuding amburadulnya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) proyek perumahan pengembang (developer) Renggali Raya mengakibatkan terjadinya banjir tak terkendali di sana.

Menurut beberapa warga di perumahan tersebut, kejadian seperti ini sudah yang kedua kali. Kejadian pertama tidak sampai merenggut jiwa manusia. Baru kejadian kedua ini, Raffa menjadi korban terseret banjir hingga tewas.

Kondisi buruk AMDAL pengembang ini diduga mengakibatkan terjadinya banjir dan beberapa luapan air di kawasan itu.

Namun pihak pengembang Renggali terkesan tertutup atas tudingan warga ini.

Beberapa kali dikonfirmasi ke manajemen Renggali lewat nomor telepon dan WhatsApp 08117003** dan 08116080** tak ada respon.

Ditemui di kantor Renggali Raya di Jalan Raden Fatah oleh resepsionis yang tak mau menyebut namanya menjawab, “pak Budi sebagai penanggung jawab proyek tidak di tempat.”

Menurut warga, awal hanyutnya Raffa, sebenarnya hujan sudah mereda.

Tapi di dekat selokan di sana, terjadi banjir dengan arus deras yang tiba-tiba.

Nah di sanalah Raffa beserta teman dan abangnya bermain air dengan styrofoam bekas.

Tetiba styrofoam lepas dan hanyut terbawa arus air ke selokan di ujung genangan.

Raffa mengejarnya lalu terpleset pada lubang selokan besar alur arus genangan. Raffa pun terhanyut.

Seketika abangnya, Rayen (10), melihat posisi adeknya yang diterjang arus air deras. Lalu mencoba berlari menyelematkannya.

Sang abang pun ikut terjatuh dan tak kuasa menyelamatkan si adek. Tapi Rayen dapat menyelamatkan dirinya. Raffa hanyut terseret arus deras sejauh 300 meter dari posisi awal hingga ke parit besar di ujung lokasi.

Menurut warga yang sudah lama tinggal di perumahan tersebut, dulu, di kala hujan turun, air di sana tak sampai menggenang setinggi pinggul.

Tapi sekarang, ujarnya, meski guyuran hujan sudah berhenti, air tetap datang dan meluap. Ternyata di area lahan kosong di sana ada empang.

“Air empang itulah yang meluap tetiba seperti air bah,” ujar seorang warga yang tidak mau dituliskan namanya.

Baca Juga:  Rekor Baru Corona di Batam Mencapai 140 Per hari. Tetap Hati-Hati. Disiplin Protokol Kesehatan

Menurut warga, penyebab terjadinya luapan air di gorong-gorong karena empang di sana awalnya berfungsi sebagai resapan air.

Namun setelah adanya pembangunan perumahan Renggali, resapan air ditutup satu jalur dan membuat jalur satunya mengecil.

Menurut Hasbullah, Ketua RW 12 di sana, kejadian banjir yang kedua ini yang besar.

“Pada banjir yang pertama, kita sudah memberikan ultimatum yang keras kepada developer yang memang dari awal sebenarnya mereka sudah bisa memprediksi,” ucap Hasbullah.

Nah, apa yang diminta warga ternyata belum dikerjakan pihak pengembang. Sampai kejadian kedua ini, yang menimbulkan korban jiwa.

“Itu benar benar saya harus katakan kelalaian dari pihak pengembang karena anak itu terperosok dari gorong-gorong yang semestinya tidak terjadi.”

“Jadi ada gorong gorong, anak-anak bermain di situ, sementara ini paritnya tertutup,” ujar Hasbullah.

“Jadi, kami menyampaikan kembali kepada pihak pengembang Renggali kami sebutkan (banjir di sini) sejak adanya Renggali, ada penimbunan ini. Di sini dulu tidak pernah terjadi banjir,” ucap Hasbullah lagi.

Hasbullah mengatakan luas areal pengembang kurang lebih 13 sampai 15 hektare.

“Tapi mereka tidak memiliki pembuangan air, kami juga menyayangkan dan mempertanyakan sebenarnya bagaimana proses AMDAL ini,” tambah Hasbullah.

Lebih jauh dijelaskan Hasbullah soal kondisi AMDAL pengembang di sana.

Dulu di sana ada resapan air karena dibuat empang. Setelah semua bukit diratakan kemudian empang ditimbun. Sejak itulah mulai sering banjir dan dari empang buatan itulah limpahan airnya berasal.

Hasbullah juga menjelaskan, sebelum peristiwa yang merenggut jiwa Raffa ini, pun pihak RW sudah mediasi semua hal yang diinginkan warga termasuk untuk membuat kanal.

“Bagaimana caranya, kami juga tidak mau peduli itu, pihak pengembanglah yang harus melakukan itu,” ujar Hasbullah.

Disampaikan Ketua RW itu, dari pihak pengembang Cipta sudah ada musyawarah dengan warga bahwa mereka berjanji mau membuat bak kontrol. Tapi apa yang dijanjikan belum dilaksanakan dan terjadilah peristiwa yang merenggut nyawa Raffa.(Hendra)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Calon Wali Kota Dumai, Eko Suharjo Meninggal

Berita Selanjutnya

Bye-bye Libur Akhir Tahun, Keputusannya Diumumkan Hari Ini?

Berita Selanjutnya
Bye-bye Libur Akhir Tahun, Keputusannya Diumumkan Hari Ini?

Bye-bye Libur Akhir Tahun, Keputusannya Diumumkan Hari Ini?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com