Rumah Elit Air Sulit, Perumahan Golden Prima Krisis Air, Berencana Demo BP Batam dan PT ABH - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Rumah Elit Air Sulit, Perumahan Golden Prima Krisis Air, Berencana Demo BP Batam dan PT ABH

22/Sep/2020 20:55
Krisis Air Minum di Batam, Warga Golden Prima: Semoga Arwah Air Mati Melayang-layang di BP Batam

Papan bunga warga Perumahan Golden Prima yang tak mendapatkan alira air minum perpipaan SPAM BP Batam. (F: ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Sudah enam bulan belakangan ini warga konsumen SPAM BP Batam di Perumahan Golden Prima RW 19, Bengkong, mengalami krisis air.

Sebanyak 450 KK terdampak di perumahan itu sulit mendapat aliran air minum dari jaringan perpipaan SPAM yang hanya di tengah malam atau subuh, bahkan terkadang tidak mengalir sama sekali.

Kalau pun air mengalir, debitnya kecil, dan tak jarang dengan kualitas jorok bahkan berwarna hijau. PT Air Batam Hilir mitra BP Batam, disebut menyediakan truk tangki air untuk suplai air, tapi tak mencukupi kebutuhan seluruh warga di sana. Seringnya, warga terpaksa membeli air bersih dari pihak lain.

Jengah dengan krisis air, warga bahkan disebut berencana menggelar unjuk rasa/ demonstrasi ke kantor BP Batam dan PT Air Batam Hilir (ABH) untuk meminta solusi konkret.

Krisis air dialami warga itu dibenarkan Ketua RW 19 Perumahan Golden Prima, Edi. “Sudah lebih dari 6 bulan, jadi rasanya susah. Memang ada sekali-sekali bantuan air tangki, tapi banyak beli juga,” katanya kepada BatamNow.com, Minggu (22/09/2024) malam.

Warga pun terpaksa begadang menunggu dan berharap air mengalir ke keran rumah mereka. Hal itu pun mengganggu warga yang umumnya adalah pekerja di pagi hari.

“Kita kan kerja pagi, pulang malam. Malam mau jaga air, besok kerja nggak fokus lagi ngantuk-ngantuk. Jadi sangat terganggu kami dengan jaga air malam,” ucapnya.

Soal air mengalir kecil dengan kualitas buruk juga dibenarkannya. “Kalau hidup, kecil, kotor lagi. Jadi warga itu sebut ABH Air Batam Hijau karena kotor airnya. Kemarin mereka janji kalau ada air hijau, dikomplain, akan datang, ini nggak datang-datang,” jelasnya.

Menurutnya, tak hanya Perumahan Golden Prima yang mengalami krisis air di Bengkong, tapi hampir merata di sekitarnya. “Kalau dibilang, ruko-ruko di depan juga sama mengeluh, sekitaran itu sampai ke belakang-belakang sana, sampai ke Perumahan Golden City Residence juga sulit,” tukasnya.

Ia melanjutkan, pihak PT ABH sudah mengetahui masalah di sana. Alasan krisis air, katanya karena jumlah penduduk yang semakin meningkat, hingga kapasitas mesin produksi air minum yang perlu peningkatan.

“Dia bilang karena pertumbuhan penduduk makin tinggi, sementara alat saja/ mesin aja pun lagi butuh tenaga pendorong makanya mereka lagi buat penambah daya 750 liter per detik kalau nggak salah mesin itu. Itu selesainya project nanti di bulan 12 tepatnya tanggal 22 sudah merdeka lah air di situ,” terangnya.

Warga juga disebut bertanya-tanya mengapa infrastruktur SPAM utuk air minum seperti tidak menjadi perhatian utama, tak seperti pembangunan jalan. Padahal, air minum merupakan kebutuhan vital bagi manusia.

“Batam dengan APBN dan APBD digabungkan jadi sekitar 7,2 T, bolehlah dia membangun infrastruktur. Tapi yang salah dia itu, infrastruktur jalan saja yang dipikirin dia, air tak dipikirin infrastrukturnya,” ucapnya.

Untuk itu, Edi berharap agar BP Batam dan PT ABH sebagai mitranya dalam pengelolaan air minum, agar segera memberikan solusi untuk memenuhi kebuthan air sehari-hari warga Perumahan Golden Prima khususnya.

“Warga kami sudah sangat kesal karena air sering banyak matinya daripada hidupnya, sementara kami Perumahan Golden Prima di Golden City adalah perumahan tertua, perumahan menengah ke atas. Perumahan yang elit tapi air sulit,” kata Edi.

“Mohon untuk BP Batam, ABH, untuk bisa segera mengatasi kesulitan air ini, karena warha sangat membutuhkan air bersih untuk sampai masuk ke rumahnya karena kebutuhan mereka sangat tinggi untuk air,” harapnya.

Ia tak menampik, warga bisa saja menggelar demo ke BP Batam dan PT ABH, seperti warga lainnya di Batam yang juga mengalami krisis air.

“Kami sangat merindukan air ini, tolong segera diatasi. Saya sebagai RW 19 juga merasakan bagaimana setiap hari beli air, warga kita juga beli air setiap hari, sungguh sangat mahal hidup itu,” tandasnya.

Menyuarakan keluhan soal krisis air, warga Perumahan Golden Prima sampai memasang papan bunga berukuran jumbo.

“Turut berduka cita atas matinya air bersih di Perum Golden Prima. Semoga arwahnya melayang-layang di BP Batam. Warga Golden Prima Bengkong RW 19,” demikian kalimat yang dibuat di papan bunga itu.

Dikonfirmasi terkait krisis air di Perumahan Golden Prima, Direktur Utama PT ABH Mujiaman Sukirno belum merespons pesan dikirim BatamNow.com, Minggu (22/09) malam.

Rabu (18/09) lalu, ribuan warga konsumen SPAM BP Batam di Perumahan Putra Jaya Residence menggelar demo ke Kantor BP Batam. Alhasil, Kepala BP Batam Muhammad Rudi turun ke lokasi untuk mengecek permasalahan dan menjanjikan solusi jangka pendek dan jangka panjang kepada warga di Tanjung Uncanng itu. (red)

Berita Sebelumnya

Bupati Bintan Apri Sujadi: Pengembangan dan Kemajuan Atlet Berprestasi Harus Digalakkan

Berita Selanjutnya

Dituduh Mencuri, PRT Asal Indonesia Akhirnya Menang Lawan Bos Bandara Changi Singapura

Berita Selanjutnya
Dituduh Mencuri, PRT Asal Indonesia Akhirnya Menang Lawan Bos Bandara Changi Singapura

Dituduh Mencuri, PRT Asal Indonesia Akhirnya Menang Lawan Bos Bandara Changi Singapura

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com