Di Batam Ada Kasino di Era BJ Habibie - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Di Batam Ada Kasino di Era BJ Habibie

by BATAM NOW
29/Apr/2019 15:30
1500 Triliun Rupiah Disedot
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

1500 Triliun Disedot Dua Kasino Singapura (Bagian 4)

:batamnow:-JAUH sebelum pemerintah Singapura membuka dua Kasino, aktifitas yang sama pun pernah digelar sini.

Kasino Singapura beroperasi tahun 2010, sementara di Batam digelar sekitar tahun 1988.

Tapi Kasino di Batam, tak berizin. Kecuali dioperasikan dengan kekuatan “siluman”.

Mengapa demikian? Era Presiden Suharto, perjudian tak dibolehkan lagi. Meski faktanya antara ada dan tiada.

Suharto melarang perjudian lewat regulasi Kepres dan Ketetapan MPR. Tapi selalu saja ada yang beroperasi secara gelap. Di mana mana.

Tak terkecuali yang di Batam tadi. Kasino ini setara dengan Kasino Copa Cobana di Jakarta, pada masa itu.

Kasino di sini, berada di Hilltop Hotel di kawasan perbukitan Sekupang, Batam.

Meski dengan pengunjung yang ramai, usia Kasino ini tak lebih dari tiga bulan.

Nasib Kasino yang digelar Ang Rukiman ini, tiba-tiba saja digerebek tim elit dari Kopassus Cijantung, Jakarta.

Selama tiga bulan beroperasi, geliat ekonomi Pulau Batam terkerek lumayan baik.

Misalnya, hampir semua pengemudi taksi, panen dan laris manis. Keberadaan taksi adalah satu-satunya transportasi umum di Batam.

Sementara taksi pengangkut para penjudi, disebut taksi jam-jaman. Karena disewa dengan hitungan jam.

Lee Kuan Yew Protes Suharto

Lumayan banyak warga Singapura, penghobi judi. Mereka silih berganti ke Batam. Naik ferry, setiap hari.

Itu makanya, bukan saja hanya supir taksi yang panen rejeki, tapi tukang semir sepatu pun ketiban juga.

Namun seperti dijelaskan di atas, usia arena perjudian ini tak bertahan lama.

Sekonyong-konyong, Kasino itupun digerebek. Pihak yang menggerebek bukan aparat kepolisian.

Tapi tim elit dari markas Kopassus Cijantung. Mereka turun tiba-tiba. Kabarnya, ada perintah dari Istana.

Cerita di balik berita, konon, Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew, menelepon Suharto. Lee meminta agar Kasino di Batam ditutup saja.

Laporan Lee ke Suharto, banyak warganya yang keranjingan judi di Batam. Para warga Singapura itu, menghambur hamburkan dolar yang banyak.

Pihak Singapura kuatir, kalau kondisi ini diteruskan, warganya akan banyak tengkurap jatuh miskin.

Telepon Lee itu pun bukan tanpa sebab. Jauh sebelumnya, dua pemimpin negara bertetangga ini melakukan kesepakatan.

Kesepakatan tak mengijinkan judi Kasino di negara masing-masing.

Ini juga sebagai pertanda komitmen mereka dalam kerja sama ekonomi dan hubungan bilateral lainnya.

Tapi entah bagaimana, Suharto kecolongan saat itu. Tetiba, Kasino sudah beroperasi di Batam.

Kabar bahwa Suharto mendapat “teguran” dari Lee beredar luas.

Mendapat telepon, Suharto yang presiden RI ke dua itu pun sontak kaget.

Lalu, disebut, Suharto pun meminta penjelasan dari Ketua Otorita Batam BJ Habibie.

Ringkas cerita, tak ada pilihan lain, Kasino harus tutup.

Pihak Mabes Polri bukan tak bergerak cepat. Tapi untuk menutup Kasino, mereka mengalami kesulitan.

Ang Rukiman bos Kasino, rupanya punya beking kuat. Power di balik bandar judi, kabarnya masih lingkungan istana juga.

Apalagi keamanan Kasino, boyongan dari Jakarta. Diduga tim pengaman di Hilltop itu, berasal dari markas tim elit yang sama, kecuali beda grup.

Karena tak segera ditutup, protes Lee berkelanjutan.

Tampaknya Suharto merespon cepat kembali. Tim elit dari Jakarta pun diterjunkan diam diam ke Batam. Tim itu mendarat dengan helikopter di Bandara Hang Nadim Batam.

Dini hari, di satu malam, dengan gerak cepat, tim itu menyusup di seputaran hutan, di lereng prebukitan hotel lokasi Kasino.

Menjelang pagi, di saat para pertaruh masih asik, penyergapan pun berlangsung. Seisi perjudian kocar-kacir.

Cerita riuhnya Kasino pun berakhir. Para tukang taksi dan para penyemir sangat kehilangan. Lesap sudah mata pencaharian.

Kasus perjudian gelap ini bergulir juga hingga ke persidangan. Sidang Pengadilan pun digelar di Pulau Belakang Padang.

Di Batam, era itu, pengadilan negeri belum ada. Pulau Batam masuk wilayah pemerintahan Tanjung Pinang, dan masih di wilayah Kecamatan Belakang Padang.

Palu hakim pun diketuk. Ang Rukiman, bos Kasino, divonis penjara 1 tahun 3 bulan saja.

Tahu saja, saat itu, lembaga yudikatif masih di bawah kekuasaan presiden.

Sudah klasik, kasus perjudian besar jarang yang dihukum berat. Karena di balik mereka, selalu ada kekuatan siluman tadi.

Waktu pun bergulir terus. Sekitar tahun 2000 an, judi Kasino juga muncul lagi di Batam. Di dua lokasi.

Satu di wilayah Marina dan satu lagi di Tering Bay, wilayah Nongsa.

Umur ke dua Kasino ini pun hanya bertahan setahun lebih. Tutup atas kesadaran pengelolanya sendiri.

Keberadaan kedua Kasino, tengah masuk “radar” Mabes Polri di Jakarta. (Red-1)

Bagaimana Lanjutan Kasino Singapura itu. Tentang Owner Airline yang menjadi gelandangan sebagaimana dilaporan ke tiga tulisan ini. Ikuti terus laporan berikutnya (bersambung)

Berita Sebelumnya

Wali Kota: Air Dam Kering Karena tak Diurus

Berita Selanjutnya

Ke Batam BJ Habibie Membawa Investasi Prestisius

Berita Selanjutnya
Ke Batam BJ Habibie Membawa Investasi Prestisius

Ke Batam BJ Habibie Membawa Investasi Prestisius

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com