BatamNow.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam, memastikan akan meresmikan Jembatan Layang (Flyover) Sei Ladi pada 31 Desember 2024.
Hal itu sesuai publikasi sebelumnya dari Biro Humas BP Batam bahwa pembangunan flyover dipastikan selesai pada Desember.
Demikian juga Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan di beberapa pemberitaan, peresmian jembatan layang itu, dipastikan sesuai target dari yang telah direncanakan yakni selesai akhir tahun ini.
Namun, penelusuran BatamNow.com di lapangan, proyek fisik jembatan layang dimana sebelumnya direncanakan bernama Flyover Lela Bahari lalu diganti menjadi Flyover Laksamana Ladi itu, diyakini sulit rampung 100 persen pada 31 Desember 2024.
Pantauan media ini di lokasi proyek, Sabtu (28/12/2024) atau H-3 target penyelesaian pekerjaan, pembangunan Ruas 1 dari arah Sekupang menuju arah Batam Center, terlihat proses pengerukan masih dilakukan dengan menggunakan excavator sebelum bagian oprit jembatan.
Terlihat juga di oprit jembatan pada dua abutment utama masih ada yang berbentuk tanah, dan belum terlihat pemasangan besi rabat beton.

Diketahui, proses pengerukan ini dilakukan sebelum besi rabat beton jalan dipasang pada aspal lama. Setelah besi rabat beton selesai dipasang, kemudian dicor dengan campuran beton curah siap pakai (ready-mix concrete) yang diangkut truk molen (mixer truck).
Selain itu, proses pemasangan pagar pembatas atau (parapet), belum selesai dipasang pada sisi kiri dan kanan jembatan.

Parapet sebagai pagar pembatas di tepi jembatan terlihat masih dalam pemasangan rangka sebelum pengecoran digunakan
Menurut salah seorang ‘mandor’ yang tak mau ditulis namanya, pengerjaan flyover itu bakal rampung paling cepat dua minggu ke depan.
“Pekerjaan ini rampung paling cepat itu dua minggu lah, dan itu belum termasuk masa uji coba,” ucapnya kepada BatamNow.com, Sabtu (28/12/2024).
@batamnow adan Pengusahaan (BP) Batam, memastikan akan meresmikan Jembatan Layang (Flyover) Sei Ladi pada 31 Desember 2024. Hal itu sesuai publikasi sebelumnya dari Biro Humas BP Batam bahwa pembangunan flyover dipastikan selesai pada Desember. Demikian juga Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan di beberapa pemberitaan, peresmian jembatan layang itu, dipastikan sesuai target dari yang telah direncanakan yakni selesai akhir tahun ini. Namun, penelusuran BatamNow.com di lapangan, proyek fisik jembatan layang dimana sebelumnya direncanakan bernama Flyover Lela Bahari lalu diganti menjadi Flyover Laksamana Ladi itu, diyakini sulit rampung 100 persen pada 31 Desember 2024. Pantauan media ini di lokasi proyek, Sabtu (28/12/2024) atau H-3 target penyelesaian pekerjaan, pembangunan Ruas 1 dari arah Sekupang menuju arah Batam Center, terlihat proses pengerukan masih dilakukan dengan menggunakan excavator sebelum bagian oprit jembatan. Terlihat juga di oprit jembatan pada dua abutment utama masih ada yang berbentuk tanah, dan belum terlihat pemasangan besi rabat beton. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #semuatentangbatam #fyp #fypシ ♬ bounce (i just wanna dance) – фрози & joyful
Lalu bagaimana dengan rencana Kepala BP Batam yang menargetkan flyover itu rampung pada 31 Desember 2024.
“Berarti itu kan tiga hari lagi, sementara pengerjaannya, masih beginikan, meski pengerjaannya dikebut dengan membuat pekerja lembur, kemungkinan nggak siap lah,” katanya sambil tersenyum.
Bila flyover itu ‘dipaksakan’ pengerjaannya selesai dalam 3 hari ini, menurut mandor itu, seperti memakan buah “simalakama”.
“Kayak makan buah ‘simalakama’ mas, dikerjakan dengan buru-buru takut kualitasnya nggak bagus, kalau nggak diburu, disuruh buru-buru, sulit mengartikannya masm,” kata dia.
Dikonfirmasi media ini ke Kepala Biro Humas BP Batam, Ariastuty Sirait melalui pesan di WhatsApp, bungkam tak ada respons, seperti biasa.

Berbiaya Rp 132 Miliar, Dikerjakan Selama 370 Hari
Flyover Sei Ladi menelan biaya sekitar Rp 132 miliar untuk tahun anggaran 2023-2024 yang berasal dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Proyek ini, dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) dengan konsultan PT Disiplan Consult.

Proyek multiyears contract (MYC) itu ditargetkan rampung dalam 370 hari kalender, dimulai sejak 28 Desember 2023 hingga 31 Desember 2024.
Meskipun demikian, tiga hari menjelang akhir tahun 2024, dinilai masih banyak pekerjaan yang belum selesai dikerjakan pada tahap 1 pembangunan flyover dengan 4 ruas jalan itu.
Ruas 1 flyover Laksamana Ladi akan mengakomodir rute Sekupang – Batam Center (arah Simpang laluan Madani).

Lalu Ruas 2 dari kawasan Pura Agung Amertha Buana sampai dengan kawasan SMK Kartini, mencakup pengembangan jalan, jalur pedestrian, dan jalur sepeda.
Ruas 3 merupakan jalan dari arah Sekupang menuju kawasan Baloi, dilakukan pelebaran.
Pengembangan Ruas 4, merupakan jalan alternatif baru untuk rute Baloi-Batam Center melalui SPBU Sei Ladi.

Pernah Ditargetkan Selesai Medio Desember 2024
Sebenarnya, proyek Flyover Sei Ladi pernah juga ditargetkan selesai pada medio Desember 2024, tapi meleset. Hal seperti ini bukan kali pertama di seputaran proyek BP Batam.
“Kami targetkan peresmian Flyover Sei Ladi pertengahan Desember. Saat ini, fokus pengerjaan berada pada struktur utama flyover,” kata Kepala Sub Dit. Pembangunan Kepelabuhanan dan Bandara, Boy Zasmita dalam siaran pers BP Batam, Kamis (14/11/2024).
Ia menjelaskan, pengerjaan Flyover Sei Ladi, selain struktur utama, juga dilaksanakan pembangunan jalan pedestrian di seluruh ruas jalan. Pekerjaan u-turn di depan Pura Amertha Buana dan persiapan pembuatan papan nama flyover itu.
Dalam dokumen yang dilihat BatamNow.com, Boy Zasmita adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengelolaan dan Penyelenggaraan serta Pengendalian Mutu Infrastruktur Kawasan yang meneken uraian singkat proyek Pekerjaan Jalan Gajah Mada (Flyover Sei Ladi – Simpang Laluan Madani). (A)

