BatamNow.com – Kepala BP Batam Muhammad Rudi, secara lisan, akhirnya mengganti nama jembatan layang (flyover) yang dipolemikkan itu, menjadi Flyover Sungai Ladi.
Namun pantauan BatamNow.com di tugu flyover pada Jumat (03/01/2025) malam, papan huruf timbul (lettersign) “Flyover Laksamana Ladi” terbuat dari pelat lembaran yang sebelumnya kokoh bertengger di atas prasasti, kini sudah tergeletak berantakan di lantai tugu itu.
Sementara “Laksamana Ladi” di batu prasasti dan nama serta tanda tangan Muhammad Rudi masih tetap sebagaimana saat peresmian.
@batamnow Kepala BP Batam Muhammad Rudi, secara lisan, akhirnya mengganti nama jembatan layang (flyover) yang dipolemikkan itu, menjadi Flyover Sungai Ladi. Namun pantauan BatamNow.com di tugu flyover pada Jumat (03/01/2025) malam, papan huruf timbul (lettersign) “Flyover Laksamana Ladi” terbuat dari pelat lembaran yang sebelumnya kokoh bertengger di atas prasasti, kini sudah tergeletak berantakan di lantai tugu itu. Sementara “Laksamana Ladi” di batu prasasti dan nama serta tanda tangan Muhammad Rudi masih tetap sebagaimana saat peresmian. Belum diketahui apakah huruf timbul “Laksamana Ladi” itu dicopot resmi oleh BP Batam. Baca beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #fyp #fypシ #flyoverseiladi #seiladi #flyoverlaksamanaladi #flyoversungailadi ♬ original sound – BatamNow.com
Belum diketahui apakah huruf timbul “Laksamana Ladi” itu dicopot resmi oleh BP Batam.
Kabiro Humas BP Batam Ariastuty Sirait yang dikonfirmasi malam ini, tak merespons BatamNow.com.
Saat diresmikan pada Selasa (31/12/2024) pagi, Muhammad Rudi menjelaskan bahwa jembatan layang di Jalan Gajah Mada itu diputuskan bernama Flyover Laksamana Ladi.
Peresmian itu pun, cukup meriah dengan ditandai penandatanganan prasasti oleh Muhammad Rudi, serta penekanan sirene bersama pejabat Forkopimda Batam.

Setelah sirene ditekan, tirai hitam penutup lettersign disingkap dan terpampanglah papan huruf “Flyover“ yang berwarna biru dan di bawahnya papan huruf “Laksamana Ladi” berwarna keemasan dengan ukuran lebih besar.
Awalnya flyover itu akan diberi nama ‘Lela Bahari’.

Namun hingga mendekati persemian, tetiba urung dipakai dan diganti dengan merek ‘Laksamana Ladi’.
‘Gaduh’ pun terjadi, tidak sampai satu hari sejak nama Flyover Laksamana Ladi disematkan. Menjadi perbincangan panas, baik di media sosial maupun di kalangan masyarakat luas.
Penjelasan soal asal usul nama Laksamana Ladi yang disebut berkaitan sebagai tokoh penting di masa Kesultanan Melayu Riau Lingga, tak serta merta diterima masyarakat.
Tak terelakkan, akhirnya banyak kritik disampaikan para sejarawan, budayawan, bahkan Lembaga Adat Melayu (LAM).

Atas kegaduhan itu, akhirnya Muhammad Rudi meminta maaf dan mengungkap pengubahan nama flyover tersebut.
Dalam siaran pers BP Batam, Kamis (02/01/2025), Muhammad Rudi menyebut bahwa flyover dengan panjang 120 meter dan lebar 10,5 meter tersebut ke depannya akan bernama “Flyover Sungai Ladi”.
Keputusan ini, kata Rudi, setelah mempertimbangkan banyak hal. Termasuk masukan dan saran dari para tokoh serta tetua.
“Pertama-tama, saya memohon maaf atas apa yang telah terjadi. Saya juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Batam yang telah mendukung pembangunan Flyover Sungai Ladi,” kata Rudi dalam siaran pers itu.
Terlepas dari pro dan kontra penamaan tersebut, Rudi memastikan jika Flyover Sungai Ladi akan tetap menjadi identitas Batam. (A)

