BatamNow.com – Judi dan perjudian darat maupun udara atau online dan offlline merambah bukan hanya di perkotaan lagi, tapi sudah merangsek mendekati masyarakat pulau di Kota Batam.
Adalah warga Pulau Lingke, Kertam, dan Gara, Kota Batam yang mengeluhkan munculnya judi mesin “tembak ikan“ di pelabuhan rakyat Pandan Bahari, Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Batam.
Selain judi, pelabuhan itu juga diduga warga rawan narkoba dan sebagai pintu penyeludupannya.
Pelabuhan itu adalah akses masuk warga tiga pulau di sana jika ke Batam, hendak bekerja dan berbelanja kebutuhan sehari-hari dan awalnya dikelola warga.
Pelabuhan rakyat itu sedari awal didapat warga hasil inisiatif warga lewat satu negosiasi dengan perusahaan shipyard Pandan Bahari.
Namun belakangan, kata warga, pelabuhan itu dikuasai oleh pihak yang diduga terlibat bandar judi dan narkoba.
Menurut Kepala Suku Laut, Sam Palele, perjudian dan dugaan peredaran serta penyeludupan narkoba itu sudah terjadi dalam beberapa tahun belakangan dan semakin meresahkan belakangan ini.
Ditambakan Sam Palele, banyak warga pulau yang bekerja di Batam tak membawa uang gajinya ke rumah karena “disedot” mesin judi tembak ikan di sana.
Pantauan langsung wartawan BatamNow.com, adapun kapasitas mesin tembak ikan itu bisa dengan 10 sampai 15 orang pemain untuk 1 meja mesin dan kalau full pemain berarti sampai 30 pemain dalam 2 meja mesin.
Disebutkan, dua unit mesin besar alat judi inilah yang menggerogoti ekonomi warga. Beberapa emak-emak pun banyak yang terjebak di arena judi itu.
Bermaksud mau belanja kebutuhan rumah tangga, tapi habis di mesin judi itu.
“Kadang saat emak-emak mau belanja beras dan kebutuhan rumah tangga lainnya ke Batam tak jadi karena apes di mana uangnya habis karena singgah dulu mengadu nasib di mesin judi, mereka terjebak karena disediakan alat penyakit masyarakat dan dibiarkan oleh polisi,” kata Sam Palele yang juga sebagai Ketua Lembaga Suku Laut Nusantara Indonesia (LSLNI).
Beberapa warga bersama Sam Palele sudah melaporkan kondisi buruk ini ke Polsek Batu Aji pada Senin (06/01/2024).
Namun salah seorang anggota Polsek yang tak disebut namanya, justru mengarahkan warga untuk melapor ke Mapolresta Barelang, di Baloi jika terkait narkoba.
Sebagaimana diketahui jarak dari Mapolsek Batu Aji ke Mapolresta Barelang sekitar 30 Km, sementara dari pelabuhan rakyat Pandan Bahari ke Mapolsek sekitar 5 Km dan dari pulau ke pelabuhan harus naik kapal pompong selama sekitar 7 menit.
“Jadi sudah cukup resah kami dibola-bola dan polisi di Polsek tidak menanggapi laporan kami atas kejadian yang meresahkan kami, dan kami tak akan mundur karena kondisi ini sudah sangat meresahkan,” kata beberapa warga.
Ditambahkan warga, lucunya lagi ketika masyarakat datang melapor ke Polsek Batu Aji, justru respons dari anggota polisi di sana seolah cuci tangan.
Menurut warga bersama Sam Palele, anggota Poksek Batu Batu Aji, menyampaikan, kalau urusan judi silakan berkomunikasi dengan Hsn (inisial-red), pemilik arena diduga lokasi permainan judi itu.
Lalu, ucap beberapa warga, anggota polisi di sana justru menelepon langsung Hsn di depan warga yang melapor agar Hsn datang dulu ke Mapolsek bertemu warga.
Namun, kata warga lagi, bukan Hsn yang datang dan mereka tak mau bernegosiasi kecuali ditutup total judi itu di pelabuhan “milik” warga pulau.
“Gimana urusan mesin judi yang kami keluhkan disuruh warga anggota Polsek diselesaikan secara kekeluargaan dengan yang bernama (inisial) Hsn itu, ini apa-apaan?” ucap warga menyampaikan keluhannya seraya geleng kepala.
Warga pun komit dan meminta polisi menutup total perjudian dan memberantas narkoba di sana karena sudah meresahkan orang pulau yang hidupnya sebagai nelayan.
“Dan soal narkoba juga harus diberantas karena ditakutkan merusak generasi muda, utamanya di pulau,” tegas warga.
Kapolsek Batu Aji belum terkonfirmasi karena masih baru menjabat menggantikan AKP Benny Syahrial yang telah dimutasi ke Polda Kepri.
Demikian juga Hsn yang disebut sebagai pemilik mesin judi, ketika hendak dikonfirmasi tidak berada di lokasi perjudian. “Kami tak tahu,” kata beberapa orang yang ada di arena judi itu.
Redaksi media ini juga sudah melakukan konfirmasi ke Kapolresta Barelang, Heribertus Ompusunggu pada Selasa (07/01/2024), jelang malam, namun belum merespons. (A/Red)

