BatamNow.com – Percakapan yang ramai di media sosial berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat Batam, khususnya yang tinggal di pulau imbas lepasnya sejumlah buaya dari penangkarannya di Pulau Bulan, Kota Batam pada Minggu (12/01/2025).
Di beberapa platform medsos menyebut sudah ada korban luka dengan menampilkan gambar orang sedang berobat di salah satu rumah pengobatan, namun tak dijelaskan konkret data-data korban.
Beberapa postingan menyebut buaya bermunculan di pantai Batam, pasca lepasnya sejumlah buaya dari Pulau Bulan.
Sementara pihak perusahaan PT Perkasa Jagat Karunia (PJK) pemilik penangkaran buaya belum memberi penjelasan resmi ke publik.
Berapa ekor sebenarnya buaya yang lepas dari kandangnya yang satu pulau dengan peternakan babi komersial di sana.
Kantornya yang berada di Pulau Bulan yang cukup jauh dari Batam, sulit dikonfirmasi media ini.
@batamnow Sejumlah buaya dikabarkan terlepas dari penangkarannya di Pulau Bulan Kota Batam, akibat hujan pada Senin (13/0/2025). Baca beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #fyp #fypage ♬ Dino Song (Cover) – Irwan Mix
Pemerintah Kota Batam, BP Batam dan dari instansi terkait pun seperti bungkam karena belum mem-publish peristiwa yang dapat membahayakan manusia itu, khususnya warga yang tinggal di pulau dekat penangkaran dan di tepi pantai di Batam.
Kecuali Kapolsek Bulang IPTU Adyanto Sofyan kepada media membenarkan ada 5 ekor buaya lepas dari Pulau Bulan karena pagar kandangnya dijebol banjir.
Muktar warga Teluk Paku menyayangkan sikap perusahaan penangkar buaya yang tak transparan soal lepasnya sejumlah buaya bertubuh besar itu.
“Siang tadi di daerah kita, masyarakat yang ada di Pulau Teluk Paku, melihat penampakan buaya berukuran besar atau dewasa pasca jebolnya tanggul yang ada di Pulau Bulan,” katanya Senin (13/01/2025).
PT Perkasa Jagat Karunia (PJK), yang masih di bawah naungan Indotirta Suaka (ITS) sebagai peternak babi di sana.
Menurut Muktar, setiap permasalahan yang dilaporkan masyrakat ke PT PJK selalu dilimpahkan ke ITS dan tak pernah ada respons.
Ia katakan jika selama ini ada penampakan buaya oleh masyarakat pulau yang dilaporkan ke pihak PT PJK, mereka seperti mengelak. “Mereka selalu bilang, kalau buaya yang mereka tangkar di telinganya ada anting dan segala macam,” kata Muktar.
“Memang betul, kalau masih dipelihara di kandangnya itu pasti ada anting sebagai tanda yang dibuat di telinga buaya mereka, lalu kalau sudah keluar dari penangkaran, dan beranak pinak tak mungkin lagi ada antingnya,” ujarnya.
Selain kejadian pada hari Minggu kemarin, beberapa kali penampakan buaya terjadi di Batam, paling tidak selama tahun 2024. (Red)

